Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Kam, 28 Agu 2025
- visibility 4
- comment 0 komentar

Tanaman penutup tanah, atau cover crops, sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, praktik ini adalah salah satu strategi paling efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan tanah. Cover crops bukanlah tanaman utama yang akan dipanen, melainkan “selimut” alami yang ditanam di luar musim tanam atau di sela-sela barisan tanaman utama.
Mencegah Erosi dan Menjaga Kelembapan Tanah
Ketika lahan pertanian dibiarkan kosong, terutama saat musim kemarau atau hujan deras, tanah menjadi sangat rentan. Terik matahari dapat mengeringkan dan mematikan mikroorganisme, sementara hujan deras dapat menyebabkan erosi yang mengikis lapisan tanah paling subur. Dengan menanam cover crops seperti gandum, gandum hitam, atau kacang-kacangan, tanah tertutup dan terlindungi dari paparan langsung. Akibatnya, kelembapan tanah terjaga, struktur tanah tidak rusak, dan kehidupan mikrobial tetap aktif.
Menambah Nutrisi dan Mengusir Hama Secara Alami
Salah satu keunggulan utama cover crops adalah kemampuannya untuk memperkaya tanah dengan nutrisi. Jenis cover crops seperti kacang-kacangan (legum) dapat mengikat nitrogen dari udara dan menyimpannya di dalam tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk nitrogen kimia. Selain itu, cover crops dapat berfungsi sebagai “tanaman pengusir” hama. Tanaman seperti mustard atau lobak, misalnya, dapat melepaskan senyawa kimia yang menekan populasi nematoda (cacing parasit) di dalam tanah, menjaga tanaman utama tetap sehat.
Meningkatkan Produktivitas dan Mengurangi Biaya
Meskipun tidak dijual, cover crops adalah investasi yang sangat menguntungkan. Tanah yang sehat dan kaya nutrisi akan meningkatkan hasil panen tanaman utama di musim berikutnya. Dengan berkurangnya kebutuhan pupuk dan pestisida, biaya operasional pertanian juga menurun. Praktik ini adalah langkah proaktif menuju pertanian yang lebih tangguh, lestari, dan menguntungkan dalam jangka panjang.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar