Jumat, 6 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inovasi » Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Tanaman penutup tanah, atau cover crops, sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, praktik ini adalah salah satu strategi paling efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan tanah. Cover crops bukanlah tanaman utama yang akan dipanen, melainkan “selimut” alami yang ditanam di luar musim tanam atau di sela-sela barisan tanaman utama.

Mencegah Erosi dan Menjaga Kelembapan Tanah

Ketika lahan pertanian dibiarkan kosong, terutama saat musim kemarau atau hujan deras, tanah menjadi sangat rentan. Terik matahari dapat mengeringkan dan mematikan mikroorganisme, sementara hujan deras dapat menyebabkan erosi yang mengikis lapisan tanah paling subur. Dengan menanam cover crops seperti gandum, gandum hitam, atau kacang-kacangan, tanah tertutup dan terlindungi dari paparan langsung. Akibatnya, kelembapan tanah terjaga, struktur tanah tidak rusak, dan kehidupan mikrobial tetap aktif.

Menambah Nutrisi dan Mengusir Hama Secara Alami

Salah satu keunggulan utama cover crops adalah kemampuannya untuk memperkaya tanah dengan nutrisi. Jenis cover crops seperti kacang-kacangan (legum) dapat mengikat nitrogen dari udara dan menyimpannya di dalam tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk nitrogen kimia. Selain itu, cover crops dapat berfungsi sebagai “tanaman pengusir” hama. Tanaman seperti mustard atau lobak, misalnya, dapat melepaskan senyawa kimia yang menekan populasi nematoda (cacing parasit) di dalam tanah, menjaga tanaman utama tetap sehat.

Meningkatkan Produktivitas dan Mengurangi Biaya

Meskipun tidak dijual, cover crops adalah investasi yang sangat menguntungkan. Tanah yang sehat dan kaya nutrisi akan meningkatkan hasil panen tanaman utama di musim berikutnya. Dengan berkurangnya kebutuhan pupuk dan pestisida, biaya operasional pertanian juga menurun. Praktik ini adalah langkah proaktif menuju pertanian yang lebih tangguh, lestari, dan menguntungkan dalam jangka panjang.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Big Data di Sawah: Menganalisis Data untuk Panen Maksimal

    Big Data di Sawah: Menganalisis Data untuk Panen Maksimal

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Di era digital, data telah menjadi komoditas paling berharga, tidak terkecuali di sektor pertanian. Konsep Big Data, yang merujuk pada volume data yang sangat besar dan kompleks, kini merambah ke sawah dan kebun, membuka jalan baru untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Menganalisis data dari berbagai sumber memungkinkan petani membuat keputusan yang jauh lebih cerdas untuk […]

  • Cara Melindungi Akun Media Sosial dari Hacker dan Pencurian Data

    Cara Melindungi Akun Media Sosial dari Hacker dan Pencurian Data

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Media sosial telah menjadi identitas digital kita, menjadikannya target utama bagi para hacker dan penjahat siber. Peretasan akun tidak hanya menghilangkan akses, tetapi juga bisa mengakibatkan pencurian data pribadi, penipuan terhadap kontak Anda, bahkan pemerasan. Melindungi akun media sosial dari hacker adalah hal yang wajib dilakukan. Garis pertahanan pertama Anda adalah Kata Sandi Kuat dan […]

  • Membangun Kepercayaan: Strategi LMKN Menghadapi Kritikan Publik

    Membangun Kepercayaan: Strategi LMKN Menghadapi Kritikan Publik

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Tidak ada lembaga publik yang kebal dari kritik, termasuk Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Berbagai kritik, terutama terkait transparansi dan distribusi royalti, seringkali menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, alih-alih menghindari, LMKN justru melihat kritik sebagai masukan berharga untuk membangun kepercayaan publik. LMKN secara proaktif merumuskan strategi yang terukur dan terarah untuk menjawab setiap keraguan. […]

  • Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Jasa pijat panggilan menjadi pilihan praktis bagi banyak orang di Indonesia yang ingin relaksasi tanpa harus keluar rumah. Namun, sayangnya, popularitas layanan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Berbagai modus penipuan jasa pijat panggilan bisa merugikan Anda, mulai dari kerugian finansial hingga potensi risiko keamanan. Penting untuk mengenali taktik mereka […]

  • Ekonomi Kreatif: Mengubah Hobi Seni dan Budaya Menjadi Mesin Keuangan

    Ekonomi Kreatif: Mengubah Hobi Seni dan Budaya Menjadi Mesin Keuangan

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pandangan bahwa seni dan budaya adalah bidang yang sulit menghasilkan uang kini telah usang. Di era digital saat ini, ekonomi kreatif telah membuktikan dirinya sebagai sektor yang kuat, mampu mengubah gairah (passion) menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Seni dan budaya bukan lagi sekadar hobi, melainkan aset berharga dengan potensi keuangan yang signifikan. Lalu, bagaimana sebenarnya […]

  • Studi Kasus Inovasi Terbuka: Kekuatan Kolaborasi yang Saling Menguntungkan

    Studi Kasus Inovasi Terbuka: Kekuatan Kolaborasi yang Saling Menguntungkan

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Di era persaingan yang semakin ketat di Indonesia, inovasi tidak lagi menjadi domain eksklusif departemen R&D internal perusahaan. Konsep inovasi terbuka (open innovation) semakin populer, di mana perusahaan secara aktif berkolaborasi dengan pihak eksternal—mulai dari startup, universitas, lembaga penelitian, hingga konsumen—untuk menghasilkan ide-ide segar dan solusi inovatif yang saling menguntungkan. Salah satu studi kasus menarik […]

expand_less