Senin, 1 Sep 2025
light_mode
Beranda » Investasi » Central Bank Digital Currency (CBDC): Ancaman atau Peluang bagi Kripto?

Central Bank Digital Currency (CBDC): Ancaman atau Peluang bagi Kripto?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Di tengah kemajuan teknologi keuangan, konsep Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Mata Uang Digital Bank Sentral semakin menjadi sorotan global. Di Indonesia sendiri, Bank Indonesia tengah menggodok inisiatif Rupiah Digital melalui Proyek Garuda. CBDC pada dasarnya adalah versi digital dari mata uang fiat resmi suatu negara, yang diterbitkan dan dijamin sepenuhnya oleh bank sentral.

Munculnya CBDC memicu perdebatan sengit di komunitas aset kripto. Apakah kehadiran mata uang digital resmi ini akan menjadi ancaman yang menggerus eksistensi kripto seperti Bitcoin, atau justru membuka peluang baru?

CBDC Sebagai Ancaman

Dari perspektif ancaman, CBDC dilihat sebagai kompetitor superior dalam hal transaksi. Dengan menawarkan kecepatan dan efisiensi transaksi digital yang didukung penuh oleh stabilitas pemerintah, CBDC berpotensi mengurangi kebutuhan masyarakat menggunakan aset kripto yang volatil sebagai alat bayar. Selain itu, pemerintah mungkin akan memberlakukan regulasi yang lebih ketat terhadap aset kripto swasta untuk memastikan CBDC menjadi primadona dalam sistem pembayaran digital nasional.

CBDC Sebagai Peluang

Namun, di sisi lain, banyak yang melihat CBDC sebagai katalis positif. Proyek seperti Rupiah Digital secara tidak langsung mengedukasi dan membiasakan masyarakat dengan konsep uang digital dan teknologi blockchain. Hal ini dapat menjadi “pintu gerbang” yang membuat publik lebih nyaman untuk menjelajahi ekosistem kripto yang lebih luas, termasuk investasi dan Decentralized Finance (DeFi).

Lebih jauh, kehadiran CBDC dapat memperjelas fungsi masing-masing aset. CBDC akan mengambil peran sebagai alat transaksi harian yang aman dan teregulasi, sementara aset kripto seperti Bitcoin dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai penyimpan nilai (store of value) atau “emas digital” yang terdesentralisasi dan tahan sensor.

Masa Depan yang Saling Melengkapi

Pada akhirnya, masa depan kemungkinan besar bukanlah persaingan saling mematikan, melainkan sebuah ekosistem keuangan di mana CBDC dan aset kripto dapat hidup berdampingan. CBDC akan melayani kebutuhan transaksi yang efisien dalam kerangka regulasi, sementara aset kripto terus menawarkan nilai uniknya dalam hal desentralisasi, inovasi tanpa batas, dan sebagai aset investasi. Keduanya berpotensi saling melengkapi untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih beragam dan inklusif.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agroforestri: Mengintegrasikan Pohon dan Tanaman Pangan untuk Ekosistem Sehat

    Agroforestri: Mengintegrasikan Pohon dan Tanaman Pangan untuk Ekosistem Sehat

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Dalam dunia pertanian modern, seringkali kita melihat lahan yang didominasi oleh satu jenis tanaman. Namun, praktik ini, yang dikenal sebagai monokultur, rentan terhadap masalah lingkungan dan ketidakstabilan ekosistem. Sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan, agroforestri hadir sebagai sebuah sistem yang cerdas dan kuno. Praktik ini secara sengaja mengintegrasikan pohon dan tanaman pangan di lahan yang sama, […]

  • Candi Sukuh & Cetho: Jejak Hindu Unik di Lereng Gunung Lawu

    Candi Sukuh & Cetho: Jejak Hindu Unik di Lereng Gunung Lawu

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Jika Anda mengira semua candi Hindu di Jawa memiliki arsitektur yang seragam, Candi Sukuh dan Candi Cetho akan mengubah pandangan Anda. Terletak di lereng Gunung Lawu, dua candi ini memiliki keunikan yang sangat berbeda dari candi-candi lain seperti Prambanan. Arsitekturnya justru mengingatkan pada piramida Maya di Meksiko atau candi kuno di Kamboja, menunjukkan kekayaan artistik […]

  • Seni Lukis Kaca Cirebon: Warisan yang Hampir Terlupakan

    Seni Lukis Kaca Cirebon: Warisan yang Hampir Terlupakan

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Seni lukis kaca Cirebon adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang unik dan memiliki sejarah panjang. Seni ini bukan sekadar melukis di atas kaca, melainkan sebuah teknik yang rumit, di mana seniman melukis dari bagian belakang kaca sehingga gambar terlihat dari sisi depannya. Keunikan teknik ini menciptakan efek visual yang mempesona dan berbeda dari lukisan […]

  • Robo-Advisor: Investasi Otomatis yang Mudah untuk Pemula di Indonesia

    Robo-Advisor: Investasi Otomatis yang Mudah untuk Pemula di Indonesia

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Bagi banyak orang, terutama pemula, dunia investasi bisa terasa rumit dan menakutkan. Istilah-istilah asing, analisis pasar yang kompleks, dan keraguan dalam mengambil keputusan seringkali menjadi penghalang. Namun, kini hadir solusi inovatif yang memudahkan siapa saja untuk berinvestasi: robo-advisor. Popularitas robo-advisor di Indonesia semakin meningkat karena kemudahan dan aksesibilitasnya. Apa Itu Robo-Advisor? Robo-advisor adalah platform investasi […]

  • Variable Rate Application (VRA): Pemupukan Tepat Sasaran untuk Hasil Maksimal

    Variable Rate Application (VRA): Pemupukan Tepat Sasaran untuk Hasil Maksimal

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Di masa lalu, pemupukan sering dilakukan secara merata di seluruh lahan. Namun, pendekatan ini tidak efisien karena kondisi tanah di setiap petak lahan bisa berbeda. Solusi cerdasnya adalah Variable Rate Application (VRA), sebuah teknologi presisi yang memungkinkan petani melakukan pemupukan tepat sasaran sesuai kebutuhan spesifik setiap area lahan, mengarah pada penghematan biaya dan hasil panen […]

  • Perangkap Likuiditas: Ketika Kebijakan Moneter Bank Sentral Tak Lagi Ampuh

    Perangkap Likuiditas: Ketika Kebijakan Moneter Bank Sentral Tak Lagi Ampuh

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Dalam kondisi ekonomi normal, bank sentral memiliki beragam instrumen kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan. Penurunan suku bunga acuan, misalnya, diharapkan dapat mendorong masyarakat dan pelaku bisnis untuk lebih banyak berutang dan berinvestasi, sehingga meningkatkan aktivitas ekonomi. Namun, apa jadinya jika kebijakan moneter ini kehilangan daya magisnya? Inilah yang disebut dengan perangkap likuiditas. […]

expand_less