Minggu, 31 Agu 2025
light_mode
Beranda » Investasi » Staking dan Yield Farming: Raih Passive Income dari Aset Kripto Anda

Staking dan Yield Farming: Raih Passive Income dari Aset Kripto Anda

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
  • visibility 20
  • comment 0 komentar

Di tengah hiruk pikuk perdagangan aset kripto, terdapat cara menarik untuk menghasilkan pendapatan pasif (passive income) dari aset digital yang Anda miliki, yaitu melalui staking dan yield farming. Meskipun keduanya bertujuan sama, mekanisme dan tingkat risikonya berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas kedua metode ini.

Staking secara sederhana dapat dianalogikan dengan menyimpan uang di deposito bank untuk mendapatkan bunga. Dalam dunia kripto, Anda “mengunci” sejumlah aset kripto tertentu dalam dompet digital Anda untuk mendukung operasi jaringan blockchain, terutama pada blockchain yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Stake (PoS). Sebagai imbalannya, Anda akan menerima hadiah (rewards) berupa tambahan aset kripto secara periodik. Besaran hadiah staking biasanya bervariasi tergantung pada jenis aset kripto, jumlah yang di-stake, dan durasi staking. Staking dianggap sebagai cara yang relatif mudah dan berisiko lebih rendah untuk mendapatkan passive income dari kripto.

Sementara itu, yield farming merupakan strategi yang lebih kompleks dan berpotensi memberikan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi. Dalam yield farming, Anda meminjamkan atau menyediakan likuiditas aset kripto Anda ke dalam berbagai platform Decentralized Finance (DeFi), seperti protokol peminjaman (lending protocols) atau bursa terdesentralisasi (DEX). Sebagai penyedia likuiditas, Anda akan mendapatkan imbalan berupa biaya transaksi atau token platform tersebut. Yield farming sering melibatkan interaksi dengan beberapa protokol DeFi sekaligus untuk memaksimalkan keuntungan, namun hal ini juga meningkatkan tingkat kerumitan dan risiko.

Perbedaan Utama Staking dan Yield Farming:

* Kompleksitas: Staking umumnya lebih sederhana dibandingkan yield farming.

* Keterlibatan: Staking cenderung pasif, sementara yield farming bisa lebih aktif karena perlu memindahkan aset antar protokol.

* Imbal Hasil: Yield farming berpotensi menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, namun juga dengan risiko yang lebih besar.

* Risiko: Risiko dalam staking umumnya terkait dengan volatilitas harga aset yang di-stake. Yield farming memiliki risiko tambahan seperti impermanent loss (penurunan nilai relatif aset yang dipasangkan dalam pool likuiditas) dan risiko keamanan platform DeFi.

Memulai Staking dan Yield Farming di Indonesia:

Sebelum terlibat dalam staking atau yield farming, pastikan Anda melakukan riset mendalam mengenai proyek dan platform yang Anda pilih. Pahami mekanisme kerjanya, potensi keuntungannya, dan terutama risikonya. Pilih platform pertukaran atau dompet kripto terpercaya yang mendukung fitur staking atau telusuri berbagai protokol DeFi yang tersedia. Mulailah dengan modal kecil untuk memahami cara kerjanya sebelum menginvestasikan jumlah yang lebih besar.

Staking dan yield farming menawarkan peluang menarik untuk mengembangkan aset kripto Anda secara pasif. Namun, seperti halnya investasi lainnya, pemahaman yang baik tentang mekanisme dan risiko yang terlibat sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memahami Shrinkflation: Kenapa Isi Produkmu Semakin Sedikit?

    Memahami Shrinkflation: Kenapa Isi Produkmu Semakin Sedikit?

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pernahkah kamu merasa ukuran biskuit favoritmu semakin kecil, atau jumlah keripik dalam kemasan berkurang, padahal harganya tidak berubah? Fenomena ini bukan sekadar perasaanmu, melainkan sebuah strategi ekonomi yang disebut shrinkflation. Ini adalah taktik yang digunakan produsen untuk mengatasi kenaikan biaya produksi dengan cara mengurangi kuantitas, berat, atau volume produk, alih-alih menaikkan harganya secara terang-terangan. Secara […]

  • Risiko dan Peluang Investasi di Pasar Negara Berkembang

    Risiko dan Peluang Investasi di Pasar Negara Berkembang

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pasar negara berkembang (emerging markets) menawarkan potensi pertumbuhan ekonomi yang menarik bagi investor global. Namun, di balik peluang keuntungan yang menggiurkan, terdapat pula serangkaian risiko yang perlu dipahami dengan baik. Artikel ini akan mengulas keduanya secara ringkas. Peluang Investasi di Pasar Negara Berkembang Mengapa investor tertarik pada pasar negara berkembang? Beberapa alasannya meliputi: * Potensi […]

  • Sekaten: Akulturasi Budaya Jawa dan Islam dalam Perayaan Maulid Nabi

    Sekaten: Akulturasi Budaya Jawa dan Islam dalam Perayaan Maulid Nabi

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Perayaan Sekaten adalah sebuah tradisi unik dan meriah yang digelar setiap tahun di Yogyakarta dan Surakarta untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Lebih dari sekadar perayaan hari kelahiran Nabi, Sekaten menjadi simbol akulturasi yang indah antara budaya Jawa kuno dan nilai-nilai Islam yang masuk ke Nusantara. Nama “Sekaten” dipercaya berasal dari kata Syahadatain (dua kalimat […]

  • Taman Sari: Menelusuri Lorong Rahasia dan Pemandian Para Putri di Jantung Kota Jogja

    Taman Sari: Menelusuri Lorong Rahasia dan Pemandian Para Putri di Jantung Kota Jogja

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Taman Sari, atau yang dikenal juga sebagai Water Castle, adalah salah satu warisan sejarah Kesultanan Yogyakarta yang paling memukau. Berlokasi tidak jauh dari Keraton, kompleks yang dulunya merupakan taman dan tempat rekreasi bagi sultan dan keluarga ini kini menjadi destinasi wisata populer. Mengunjungi Taman Sari adalah seperti memasuki labirin yang penuh dengan lorong rahasia dan […]

  • Wayang Orang: Saat Manusia Memerankan Tokoh Pewayangan

    Wayang Orang: Saat Manusia Memerankan Tokoh Pewayangan

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Wayang Orang adalah salah satu bentuk seni teater tradisional Jawa yang unik dan memukau. Sesuai dengan namanya, “orang” yang berarti manusia, pertunjukan ini menampilkan aktor dan aktris yang memerankan tokoh-tokoh dalam cerita wayang purwa (Ramayana dan Mahabharata). Berbeda dengan wayang kulit yang menggunakan boneka, wayang orang menghidupkan kisah-kisah epik tersebut melalui gerak tari, dialog, dan […]

  • Panduan Lengkap Menjelajahi Ancol: Dufan, Sea World, dan Atlantis

    Panduan Lengkap Menjelajahi Ancol: Dufan, Sea World, dan Atlantis

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Ancol Taman Impian adalah destinasi wisata terpadu di Jakarta yang menawarkan hiburan lengkap untuk segala usia. Kawasan ini merupakan tempat ideal bagi keluarga, teman, atau bahkan solo traveler yang ingin mencari kesenangan dan petualangan dalam satu lokasi. Berikut adalah panduan lengkap untuk menikmati tiga wahana utamanya: Dunia Fantasi (Dufan), Sea World, dan Atlantis Water Adventures. […]

expand_less