Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan » Jangan keliru! 5 kesalahan umum dalam mengelola keuangan

Jangan keliru! 5 kesalahan umum dalam mengelola keuangan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

 

Setiap orang harus mengerti bagaimana cara mengelola keuangan dengan tepat. Maka dari itu, pelajari lima kesalahan umum ini! 

Banyak orang berkeinginan untuk menjadi kaya raya. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, mereka rela bekerja keras untuk memperoleh penghasilan sebanyak mungkin. Namun, hal tersebut bukanlah satu-satunya cara menuju kekayaan. Meskipun terkesan sepele, cara Anda mengelola keuangan juga harus diperhatikan.
Tidak sedikit orang yang memiliki penghasilan sangat tinggi, tetapi sering mengalami masalah finansial. Salah satu penyebab masalah tersebut adalah keuangan yang dikelola dengan tidak tepat. Misalnya, kesalahan-kesalahan yang sering terjadi seperti lima hal di bawah ini.

1. Tidak Mencatat Pengeluaran

Setiap individu pasti memiliki jumlah pengeluaran yang berbeda-beda. Sebagian orang hanya mengeluarkan beberapa ratus ribu dalam satu bulan, tetapi sebagian lainnya bisa mengeluarkan jutaan hingga puluhan juta setiap bulannya. Beda jumlah pemasukan bergantung pada keperluan serta pemasukan yang didapatkan.
Masalahnya, beberapa orang tidak bisa mengelola keuangan dengan baik sehingga pemasukan sering tidak bersisa atau bahkan tidak mampu mencukupi keperluan. Untuk menghindari hal tersebut, Anda wajib mencatat total pengeluaran, baik pengeluaran yang besar maupun yang kecil.
Pengeluaran sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bagian seperti pengeluaran wajib, biaya hiburan, serta biaya tidak terduga. Prioritaskan pengeluaran untuk hal-hal wajib terlebih dahulu, lalu gunakan uang secukupnya untuk hal-hal lain. Dengan memiliki catatan, pengeluaran Anda akan lebih terkontrol.

2. Tidak Merencanakan Masa Depan

Setiap orang tentu mengidamkan kehidupan yang indah di masa depan. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang selalu berjuang untuk mencari uang dengan tubuh yang sudah tidak mendukung. Tentu terdapat bermacam faktor yang memaksakan hal tersebut, dan tidak merencanakan masa depan adalah salah satunya.
Saat berada di usia produktif, Anda tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan di masa tersebut namun juga kebutuhan di masa depan. Oleh karena itu, sisihkanlah sebagian penghasilan Anda untuk berinvestasi. Letakkan uang Anda pada instrumen investasi terbaik yang menguntungkan untuk Anda gunakan di masa depan.
3. Sering Membeli Sesuatu yang Tidak Diperlukan
Keinginan untuk membeli sesuatu sering mengganggu Anda saat mengelola keuangan. Pola kehidupan konsumtif secara berlebihan, terutama untuk hal-hal yang tidak diperlukan, harus segera dihilangkan. Jika kebiasaan buruk tersebut masih ada dalam diri Anda, bersiaplah untuk hidup dalam kesulitan.
Membeli sesuatu di luar kebutuhan memang tidak sepenuhnya dilarang karena hal tersebut dapat mendatangkan kebahagiaan. Akan tetapi, yang dapat menjadi masalah adalah ketika Anda membeli hal tersebut di luar kemampuan Anda. Penuhi kebutuhan wajib dan keperluan investasi Anda terlebih dahulu sebelum membeli hal lainnya.
4. Tidak Menyisihkan Dana Darurat
Sama seperti namanya, dana darurat adalah biaya yang digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang datang secara tiba-tiba. Beberapa contoh keperluan darurat yaitu biaya perawatan atau pengobatan, biaya perbaikan rumah atau kendaraan, serta kebutuhan harian jika Anda kehilangan mata pencaharian.
Meskipun perannya sangat penting, dana darurat sering terlupakan karena tidak terlihat kegunaannya secara langsung. Sebagai gambaran, siapkan dana darurat setidaknya sejumlah enam bulan kebutuhan utama Anda. Ketidaksiapan dana tersebut mungkin akan memaksa Anda untuk berhutang.

5. Terlalu Banyak Berhutang

Banyaknya kebutuhan yang tidak sebanding dengan penghasilan membuat seseorang terpaksa berhutang. Berhutang sendiri tidak dianjurkan kecuali untuk hal yang sangat mendesak. Hal itu dikarenakan hutang akan mengganggu Anda dalam mengelola keuangan, terlebih jika Anda berhutang di banyak hal.
Jika Anda berhutang, pastikan bahwa And a mampu melunasi hutang tersebut. Usahakan jangan berhutang kembali saat Anda masih memiliki hutang lainnya. Hutang-hutang yang menumpuk secara berlebih akan menyulitkan Anda dalam pelunasannya, dan jika tidak terkontrol, pemasukan Anda akan habis hanya untuk membayar hutang.
Beberapa hutang yang banyak dilakukan adalah cicilan rumah dan kendaraan. Anda mungkin harus berhutang untuk cicilan rumah karena rumah merupakan kebutuhan utama dengan harga yang fantastis. Di sisi lain, daripada harus berhutang untuk kendaraan, Anda dapat membeli kendaraan bekas yang tentunya lebih terjangkau.
Setelah mengetahui lima kesalahan yang sering terjadi saat mengelola keuangan, diharapkan untuk Anda agar dapat lebih bijak dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran Anda. Ketika Anda sudah melakukannya dengan tepat, kekayaan akan datang kepada Anda di waktu yang singkat.
  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LMKN: Evaluasi Kinerja dan Upaya Peningkatan Layanan

    LMKN: Evaluasi Kinerja dan Upaya Peningkatan Layanan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Sebagai lembaga yang ditunjuk negara untuk mengelola royalti musik, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) secara berkala melakukan evaluasi kinerja untuk memastikan layanannya berjalan optimal. Evaluasi ini adalah langkah krusial untuk mengidentifikasi kelemahan dan merumuskan upaya peningkatan layanan demi kepuasan seluruh pemangku kepentingan, dari musisi hingga pengguna musik komersial. Salah satu fokus utama evaluasi adalah pada […]

  • Investasi pada Pendidikan dan Kesehatan: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang.

    Investasi pada Pendidikan dan Kesehatan: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Jangka Panjang.

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Ketika berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, banyak yang langsung berpikir tentang pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan tol atau pabrik. Namun, fondasi paling krusial bagi kemajuan sebuah bangsa sesungguhnya terletak pada kualitas rakyatnya. Inilah mengapa investasi pada pendidikan dan kesehatan dianggap sebagai kunci utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan dan inklusif. Investasi ini secara […]

  • Pasar Seni Ubud: Surga Belanja Kerajinan Tangan dan Souvenir Unik di Bali

    Pasar Seni Ubud: Surga Belanja Kerajinan Tangan dan Souvenir Unik di Bali

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Berkunjung ke Ubud tidak lengkap rasanya tanpa menyusuri hiruk pikuk Pasar Seni Ubud. Terletak di jantung kota, pasar ini adalah surga bagi para pemburu kerajinan tangan Bali dan souvenir unik. Lebih dari sekadar tempat berbelanja, Pasar Seni Ubud adalah jendela menuju kekayaan seni dan budaya Pulau Dewata. Di sini, Anda akan menemukan berbagai macam produk […]

  • Tantangan PPATK di Era Digital: Mengawasi Aset Kripto dan Transaksi Online

    Tantangan PPATK di Era Digital: Mengawasi Aset Kripto dan Transaksi Online

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, modus operandi kejahatan finansial juga ikut berevolusi. Bagi PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), hal ini memunculkan tantangan baru, terutama dalam mengawasi aset kripto dan berbagai transaksi online yang semakin masif. Lingkungan digital yang serba cepat dan anonim sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyembunyikan jejak uang […]

  • Kenali Skimpflation: Ketika Kualitas Layanan Menurun, Tapi Harga Tetap Naik

    Kenali Skimpflation: Ketika Kualitas Layanan Menurun, Tapi Harga Tetap Naik

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Pernahkah kamu merasa layanan yang kamu dapatkan di sebuah kafe atau hotel tidak sebaik dulu, padahal harganya terus naik? Atau, kamu sadar bahwa produk yang kamu beli sekarang terasa kurang berkualitas dari sebelumnya? Jika ya, kamu mungkin sedang mengalami fenomena skimpflation. Mirip dengan shrinkflation, ini adalah strategi yang dilakukan perusahaan untuk menanggapi kenaikan biaya operasional […]

  • PPATK dan Penegakan Hukum Pajak: Menutup Celah Pencucian Uang

    PPATK dan Penegakan Hukum Pajak: Menutup Celah Pencucian Uang

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pencucian uang dan penggelapan pajak seringkali berjalan beriringan. Pelaku kejahatan menggunakan skema rumit untuk menyamarkan asal-usul uang ilegal, dan pada saat yang sama, menghindari kewajiban pajak. Dalam skenario ini, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) menjadi mitra penting bagi penegak hukum pajak. PPATK bertindak sebagai “mata” yang mampu melihat celah-celah tersebut, sehingga penegakan hukum […]

expand_less