Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan » Jangan keliru! 5 kesalahan umum dalam mengelola keuangan

Jangan keliru! 5 kesalahan umum dalam mengelola keuangan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
  • visibility 149
  • comment 0 komentar

 

Setiap orang harus mengerti bagaimana cara mengelola keuangan dengan tepat. Maka dari itu, pelajari lima kesalahan umum ini! 

Banyak orang berkeinginan untuk menjadi kaya raya. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, mereka rela bekerja keras untuk memperoleh penghasilan sebanyak mungkin. Namun, hal tersebut bukanlah satu-satunya cara menuju kekayaan. Meskipun terkesan sepele, cara Anda mengelola keuangan juga harus diperhatikan.
Tidak sedikit orang yang memiliki penghasilan sangat tinggi, tetapi sering mengalami masalah finansial. Salah satu penyebab masalah tersebut adalah keuangan yang dikelola dengan tidak tepat. Misalnya, kesalahan-kesalahan yang sering terjadi seperti lima hal di bawah ini.

1. Tidak Mencatat Pengeluaran

Setiap individu pasti memiliki jumlah pengeluaran yang berbeda-beda. Sebagian orang hanya mengeluarkan beberapa ratus ribu dalam satu bulan, tetapi sebagian lainnya bisa mengeluarkan jutaan hingga puluhan juta setiap bulannya. Beda jumlah pemasukan bergantung pada keperluan serta pemasukan yang didapatkan.
Masalahnya, beberapa orang tidak bisa mengelola keuangan dengan baik sehingga pemasukan sering tidak bersisa atau bahkan tidak mampu mencukupi keperluan. Untuk menghindari hal tersebut, Anda wajib mencatat total pengeluaran, baik pengeluaran yang besar maupun yang kecil.
Pengeluaran sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bagian seperti pengeluaran wajib, biaya hiburan, serta biaya tidak terduga. Prioritaskan pengeluaran untuk hal-hal wajib terlebih dahulu, lalu gunakan uang secukupnya untuk hal-hal lain. Dengan memiliki catatan, pengeluaran Anda akan lebih terkontrol.

2. Tidak Merencanakan Masa Depan

Setiap orang tentu mengidamkan kehidupan yang indah di masa depan. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang selalu berjuang untuk mencari uang dengan tubuh yang sudah tidak mendukung. Tentu terdapat bermacam faktor yang memaksakan hal tersebut, dan tidak merencanakan masa depan adalah salah satunya.
Saat berada di usia produktif, Anda tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan di masa tersebut namun juga kebutuhan di masa depan. Oleh karena itu, sisihkanlah sebagian penghasilan Anda untuk berinvestasi. Letakkan uang Anda pada instrumen investasi terbaik yang menguntungkan untuk Anda gunakan di masa depan.
3. Sering Membeli Sesuatu yang Tidak Diperlukan
Keinginan untuk membeli sesuatu sering mengganggu Anda saat mengelola keuangan. Pola kehidupan konsumtif secara berlebihan, terutama untuk hal-hal yang tidak diperlukan, harus segera dihilangkan. Jika kebiasaan buruk tersebut masih ada dalam diri Anda, bersiaplah untuk hidup dalam kesulitan.
Membeli sesuatu di luar kebutuhan memang tidak sepenuhnya dilarang karena hal tersebut dapat mendatangkan kebahagiaan. Akan tetapi, yang dapat menjadi masalah adalah ketika Anda membeli hal tersebut di luar kemampuan Anda. Penuhi kebutuhan wajib dan keperluan investasi Anda terlebih dahulu sebelum membeli hal lainnya.
4. Tidak Menyisihkan Dana Darurat
Sama seperti namanya, dana darurat adalah biaya yang digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang datang secara tiba-tiba. Beberapa contoh keperluan darurat yaitu biaya perawatan atau pengobatan, biaya perbaikan rumah atau kendaraan, serta kebutuhan harian jika Anda kehilangan mata pencaharian.
Meskipun perannya sangat penting, dana darurat sering terlupakan karena tidak terlihat kegunaannya secara langsung. Sebagai gambaran, siapkan dana darurat setidaknya sejumlah enam bulan kebutuhan utama Anda. Ketidaksiapan dana tersebut mungkin akan memaksa Anda untuk berhutang.

5. Terlalu Banyak Berhutang

Banyaknya kebutuhan yang tidak sebanding dengan penghasilan membuat seseorang terpaksa berhutang. Berhutang sendiri tidak dianjurkan kecuali untuk hal yang sangat mendesak. Hal itu dikarenakan hutang akan mengganggu Anda dalam mengelola keuangan, terlebih jika Anda berhutang di banyak hal.
Jika Anda berhutang, pastikan bahwa And a mampu melunasi hutang tersebut. Usahakan jangan berhutang kembali saat Anda masih memiliki hutang lainnya. Hutang-hutang yang menumpuk secara berlebih akan menyulitkan Anda dalam pelunasannya, dan jika tidak terkontrol, pemasukan Anda akan habis hanya untuk membayar hutang.
Beberapa hutang yang banyak dilakukan adalah cicilan rumah dan kendaraan. Anda mungkin harus berhutang untuk cicilan rumah karena rumah merupakan kebutuhan utama dengan harga yang fantastis. Di sisi lain, daripada harus berhutang untuk kendaraan, Anda dapat membeli kendaraan bekas yang tentunya lebih terjangkau.
Setelah mengetahui lima kesalahan yang sering terjadi saat mengelola keuangan, diharapkan untuk Anda agar dapat lebih bijak dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran Anda. Ketika Anda sudah melakukannya dengan tepat, kekayaan akan datang kepada Anda di waktu yang singkat.
  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agile dan Scrum: Mempercepat Siklus Inovasi

    Agile dan Scrum: Mempercepat Siklus Inovasi

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Dalam era digital yang serba cepat dan kompetitif di Indonesia, organisasi dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan pasar. Metode Agile dan kerangka kerja Scrum hadir sebagai solusi yang efektif untuk mempercepat siklus inovasi, meningkatkan fleksibilitas, dan menghasilkan produk atau layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Agile adalah filosofi pengembangan perangkat lunak dan […]

  • Pemasaran Inovatif: Menarik Konsumen di Era Digital

    Pemasaran Inovatif: Menarik Konsumen di Era Digital

    • calendar_month Sel, 24 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Di tengah lanskap digital yang terus berkembang pesat, strategi pemasaran konvensional semakin kehilangan relevansinya. Untuk benar-benar menarik konsumen di era digital, bisnis perlu mengadopsi pemasaran inovatif yang berani keluar dari pakem lama. Kreativitas, pemanfaatan teknologi, dan pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen online menjadi kunci utama. Salah satu pilar utama pemasaran inovatif di era digital adalah […]

  • Waterbom Bali: Menjajal Seluncuran Air Terbaik di Asia

    Waterbom Bali: Menjajal Seluncuran Air Terbaik di Asia

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Bagi para pencinta petualangan air dan sensasi mendebarkan, Waterbom Bali adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Terkenal sebagai salah satu taman air terbaik di Asia, Waterbom Bali menawarkan lebih dari sekadar kolam renang biasa. Di sini, Anda dapat menjajal seluncuran air terbaik dengan berbagai tingkat ekstrem yang akan memacu adrenalin dan memberikan pengalaman liburan yang tak […]

  • Rupiah Tangguh: Hari Ini, 2 Juni 2025, Gimana Nasib Uang Jajan Kita?

    Rupiah Tangguh: Hari Ini, 2 Juni 2025, Gimana Nasib Uang Jajan Kita?

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Halo, Gen Z dan Millenial! Pernah dengar “nilai tukar Rupiah”? Mungkin kedengarannya rumit, tapi sebenarnya penting banget buat tahu, lho. Hari ini, tanggal 2 Juni 2025, yuk kita intip gimana kabar Rupiah kita, si uang jajan kesayangan. Apa Itu Nilai Tukar Rupiah? Gampangnya, nilai tukar itu harga Rupiah kita kalau mau ditukarkan sama mata uang […]

  • Mappacci: Ritual ‘Malam Pacar’ Suku Bugis yang Sakral

    Mappacci: Ritual ‘Malam Pacar’ Suku Bugis yang Sakral

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Dalam kekayaan adat pernikahan di Indonesia, Suku Bugis dari Sulawesi Selatan memiliki sebuah ritual pra-nikah yang sarat makna, yaitu Mappacci. Sering disamakan dengan ‘malam pacar’ pada umumnya, Mappacci memiliki esensi yang lebih dalam dari sekadar menghias tangan. Ini adalah upacara sakral untuk menyucikan calon pengantin secara lahir dan batin. Secara harfiah, ‘Mappacci’ berasal dari kata […]

  • Belajar dari Kegagalan Investasi: Pelajaran Berharga dari Para Ahli

    Belajar dari Kegagalan Investasi: Pelajaran Berharga dari Para Ahli

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Di balik setiap kisah sukses investor legendaris, hampir selalu tersimpan cerita tentang kerugian dan kesalahan. Kegagalan investasi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah “biaya kuliah” yang mahal namun pelajarannya sangat berharga. Para investor ahli tidak menjadi hebat karena selalu benar, tetapi karena mereka mampu belajar dari kegagalan dan tidak mengulanginya. Lantas, pelajaran apa saja yang […]

expand_less