Kamis, 18 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan » Jangan keliru! 5 kesalahan umum dalam mengelola keuangan

Jangan keliru! 5 kesalahan umum dalam mengelola keuangan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

 

Setiap orang harus mengerti bagaimana cara mengelola keuangan dengan tepat. Maka dari itu, pelajari lima kesalahan umum ini! 

Banyak orang berkeinginan untuk menjadi kaya raya. Demi mewujudkan cita-cita tersebut, mereka rela bekerja keras untuk memperoleh penghasilan sebanyak mungkin. Namun, hal tersebut bukanlah satu-satunya cara menuju kekayaan. Meskipun terkesan sepele, cara Anda mengelola keuangan juga harus diperhatikan.
Tidak sedikit orang yang memiliki penghasilan sangat tinggi, tetapi sering mengalami masalah finansial. Salah satu penyebab masalah tersebut adalah keuangan yang dikelola dengan tidak tepat. Misalnya, kesalahan-kesalahan yang sering terjadi seperti lima hal di bawah ini.

1. Tidak Mencatat Pengeluaran

Setiap individu pasti memiliki jumlah pengeluaran yang berbeda-beda. Sebagian orang hanya mengeluarkan beberapa ratus ribu dalam satu bulan, tetapi sebagian lainnya bisa mengeluarkan jutaan hingga puluhan juta setiap bulannya. Beda jumlah pemasukan bergantung pada keperluan serta pemasukan yang didapatkan.
Masalahnya, beberapa orang tidak bisa mengelola keuangan dengan baik sehingga pemasukan sering tidak bersisa atau bahkan tidak mampu mencukupi keperluan. Untuk menghindari hal tersebut, Anda wajib mencatat total pengeluaran, baik pengeluaran yang besar maupun yang kecil.
Pengeluaran sendiri dapat dibagi menjadi beberapa bagian seperti pengeluaran wajib, biaya hiburan, serta biaya tidak terduga. Prioritaskan pengeluaran untuk hal-hal wajib terlebih dahulu, lalu gunakan uang secukupnya untuk hal-hal lain. Dengan memiliki catatan, pengeluaran Anda akan lebih terkontrol.

2. Tidak Merencanakan Masa Depan

Setiap orang tentu mengidamkan kehidupan yang indah di masa depan. Namun kenyataannya, masih banyak orang yang selalu berjuang untuk mencari uang dengan tubuh yang sudah tidak mendukung. Tentu terdapat bermacam faktor yang memaksakan hal tersebut, dan tidak merencanakan masa depan adalah salah satunya.
Saat berada di usia produktif, Anda tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan di masa tersebut namun juga kebutuhan di masa depan. Oleh karena itu, sisihkanlah sebagian penghasilan Anda untuk berinvestasi. Letakkan uang Anda pada instrumen investasi terbaik yang menguntungkan untuk Anda gunakan di masa depan.
3. Sering Membeli Sesuatu yang Tidak Diperlukan
Keinginan untuk membeli sesuatu sering mengganggu Anda saat mengelola keuangan. Pola kehidupan konsumtif secara berlebihan, terutama untuk hal-hal yang tidak diperlukan, harus segera dihilangkan. Jika kebiasaan buruk tersebut masih ada dalam diri Anda, bersiaplah untuk hidup dalam kesulitan.
Membeli sesuatu di luar kebutuhan memang tidak sepenuhnya dilarang karena hal tersebut dapat mendatangkan kebahagiaan. Akan tetapi, yang dapat menjadi masalah adalah ketika Anda membeli hal tersebut di luar kemampuan Anda. Penuhi kebutuhan wajib dan keperluan investasi Anda terlebih dahulu sebelum membeli hal lainnya.
4. Tidak Menyisihkan Dana Darurat
Sama seperti namanya, dana darurat adalah biaya yang digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan yang datang secara tiba-tiba. Beberapa contoh keperluan darurat yaitu biaya perawatan atau pengobatan, biaya perbaikan rumah atau kendaraan, serta kebutuhan harian jika Anda kehilangan mata pencaharian.
Meskipun perannya sangat penting, dana darurat sering terlupakan karena tidak terlihat kegunaannya secara langsung. Sebagai gambaran, siapkan dana darurat setidaknya sejumlah enam bulan kebutuhan utama Anda. Ketidaksiapan dana tersebut mungkin akan memaksa Anda untuk berhutang.

5. Terlalu Banyak Berhutang

Banyaknya kebutuhan yang tidak sebanding dengan penghasilan membuat seseorang terpaksa berhutang. Berhutang sendiri tidak dianjurkan kecuali untuk hal yang sangat mendesak. Hal itu dikarenakan hutang akan mengganggu Anda dalam mengelola keuangan, terlebih jika Anda berhutang di banyak hal.
Jika Anda berhutang, pastikan bahwa And a mampu melunasi hutang tersebut. Usahakan jangan berhutang kembali saat Anda masih memiliki hutang lainnya. Hutang-hutang yang menumpuk secara berlebih akan menyulitkan Anda dalam pelunasannya, dan jika tidak terkontrol, pemasukan Anda akan habis hanya untuk membayar hutang.
Beberapa hutang yang banyak dilakukan adalah cicilan rumah dan kendaraan. Anda mungkin harus berhutang untuk cicilan rumah karena rumah merupakan kebutuhan utama dengan harga yang fantastis. Di sisi lain, daripada harus berhutang untuk kendaraan, Anda dapat membeli kendaraan bekas yang tentunya lebih terjangkau.
Setelah mengetahui lima kesalahan yang sering terjadi saat mengelola keuangan, diharapkan untuk Anda agar dapat lebih bijak dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran Anda. Ketika Anda sudah melakukannya dengan tepat, kekayaan akan datang kepada Anda di waktu yang singkat.
  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rafting di Bali: Pilih Sungai Ayung atau Telaga Waja? Ini Perbedaannya

    Rafting di Bali: Pilih Sungai Ayung atau Telaga Waja? Ini Perbedaannya

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Arung jeram atau rafting adalah salah satu aktivitas petualangan paling populer di Bali, menawarkan kombinasi adrenalin dan keindahan alam. Dua sungai yang menjadi primadona untuk kegiatan ini adalah Sungai Ayung dan Sungai Telaga Waja. Keduanya sama-sama seru, namun memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Jadi, mana yang harus Anda pilih? Sungai Ayung: Cocok untuk Pemula dan […]

  • Perkembangan CBDC di Berbagai Negara: Masa Depan Mata Uang Fiat

    Perkembangan CBDC di Berbagai Negara: Masa Depan Mata Uang Fiat

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Perlombaan global untuk menerbitkan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau mata uang digital bank sentral terus memanas hingga pertengahan tahun 2025. CBDC pada dasarnya adalah versi digital dari mata uang fiat suatu negara yang diterbitkan dan dijamin langsung oleh bank sentral. Ini bukanlah aset kripto, melainkan evolusi dari uang tunai untuk menjawab kebutuhan ekonomi digital […]

  • Pilih Mana Dulu? Membedah Prioritas Asuransi Jiwa vs. Kesehatan

    Pilih Mana Dulu? Membedah Prioritas Asuransi Jiwa vs. Kesehatan

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Saat merencanakan keuangan, kita sering dihadapkan pada pilihan produk proteksi. Dua yang paling umum adalah asuransi jiwa dan asuransi kesehatan. Keduanya sama-sama penting, namun dengan anggaran terbatas, mana yang seharusnya menjadi prioritas? Memahami perbedaan fungsi keduanya adalah kunci untuk mengambil keputusan yang tepat. Memahami Fungsi Kunci Keduanya Meskipun sama-sama asuransi, manfaat yang diberikan sangat berbeda. […]

  • Dividen Saham: Strategi Investasi untuk Passive Income

    Dividen Saham: Strategi Investasi untuk Passive Income

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Bagi para investor yang mencari passive income dari pasar modal, dividen saham bisa menjadi daya tarik utama. Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Pembayaran ini biasanya dilakukan secara periodik, misalnya setiap kuartal atau setiap tahun, dan besarnya dividen per saham ditentukan oleh kinerja keuangan perusahaan dan kebijakan dividen yang telah ditetapkan. Investasi […]

  • Eksternalitas: Biaya dan Manfaat Tersembunyi dari Sebuah Aktivitas Ekonomi

    Eksternalitas: Biaya dan Manfaat Tersembunyi dari Sebuah Aktivitas Ekonomi

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Dalam setiap transaksi ekonomi, seperti membeli secangkir kopi atau proses produksi di sebuah pabrik, ada harga yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Namun, sering kali ada dampak lain—baik positif maupun negatif—yang dirasakan oleh pihak ketiga yang sama sekali tidak terlibat dalam transaksi tersebut. Fenomena inilah yang disebut sebagai Eksternalitas. Eksternalitas adalah “efek samping” dari suatu […]

  • Tradisi Ziarah Wali Songo: Wisata Religi dan Jejak Sejarah Islam di Jawa

    Tradisi Ziarah Wali Songo: Wisata Religi dan Jejak Sejarah Islam di Jawa

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Ziarah Wali Songo merupakan sebuah tradisi yang mengakar kuat di masyarakat Jawa. Lebih dari sekadar perjalanan, kegiatan ini adalah bentuk wisata religi yang sekaligus menapaki jejak sejarah Islam di Indonesia. Menyambangi makam sembilan wali penyebar agama Islam di tanah Jawa ini menjadi pengalaman spiritual yang mendalam bagi jutaan peziarah setiap tahunnya. Sembilan wali yang dikenal […]

expand_less