Tantangan Pengawasan PPATK terhadap Perusahaan Cangkang (Shell Company)
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sen, 18 Agu 2025
- visibility 13
- comment 0 komentar

Perusahaan cangkang (shell company) menjadi salah satu alat favorit pelaku kejahatan finansial untuk menyembunyikan dan mencuci uang haram. Perusahaan ini seringkali hanya berupa badan hukum tanpa operasi bisnis yang nyata, sehingga menyulitkan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dalam melakukan pengawasan dan melacak aliran dana ilegal. Tantangan yang dihadapi PPATK dalam mengawasi shell company sangat beragam.
Identifikasi yang Sulit
Tantangan utama adalah mengidentifikasi keberadaan shell company. Perusahaan ini seringkali didirikan dengan informasi pemilik manfaat (beneficial owner) yang disamarkan atau menggunakan nomine. Minimnya aktivitas bisnis yang jelas membuat sulit untuk membedakan shell company dengan perusahaan yang baru berdiri atau memang berskala kecil. PPATK harus menggunakan teknik analisis yang mendalam terhadap data transaksi dan informasi kepemilikan untuk menemukan indikasi keberadaan entitas fiktif ini.
Transparansi Kepemilikan yang Rendah
Kurangnya transparansi dalam kepemilikan perusahaan menjadi hambatan besar. Pelaku kejahatan seringkali memanfaatkan celah hukum dan perbedaan regulasi antar negara untuk menyembunyikan siapa pemilik sebenarnya dari shell company. Hal ini mempersulit PPATK dalam menelusuri aliran dana hingga ke sumbernya dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas tindak pidana pencucian uang. Kerjasama internasional dan pertukaran informasi kepemilikan perusahaan menjadi krusial namun seringkali terkendala perbedaan sistem hukum.
Aktivitas Transaksi yang Tersembunyi
Meskipun tidak memiliki operasi bisnis yang nyata, shell company dapat melakukan transaksi keuangan yang kompleks dan melibatkan berbagai yurisdiksi. Transaksi ini seringkali dirancang untuk mengaburkan asal-usul dana dan menyulitkan pelacakan. PPATK harus menganalisis pola transaksi yang tidak lazim, seperti transfer dana dalam jumlah besar tanpa alasan ekonomi yang jelas, atau transaksi yang melibatkan negara-negara dengan regulasi keuangan yang longgar. Kombinasi analisis transaksi dengan informasi kepemilikan menjadi kunci dalam mengungkap aktivitas tersembunyi dari shell company.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar