Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

Canggu: Ibukota Digital Nomad, Surfer, dan Kafe Sehat di Bali

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar

Jika Anda mencari denyut nadi Bali yang paling modern dan dinamis, maka Canggu adalah jawabannya. Bergeser dari kemewahan Seminyak, Canggu menawarkan suasana yang lebih santai, kreatif, dan berjiwa muda. Dikelilingi sawah hijau yang bertemu dengan pantai berpasir hitam, kawasan ini telah mengukuhkan dirinya sebagai ibukota global bagi para digital nomad, peselancar, dan pencinta gaya hidup sehat.

Daya tarik utama Canggu lahir dari ombaknya. Pantai-pantai seperti Batu Bolong, dengan ombaknya yang ramah, menjadi arena sempurna bagi para peselancar pemula dan penggemar longboard. Sementara itu, Echo Beach menawarkan tantangan lebih bagi mereka yang sudah mahir. Budaya selancar begitu kental terasa, dengan banyaknya sekolah selancar dan papan yang berjejer di tepi pantai, mengundang siapa saja untuk menaklukkan ombak.

Seiring dengan budaya selancarnya, Canggu telah berevolusi menjadi surga bagi para pekerja jarak jauh atau digital nomad. Menjamurnya coworking space dengan internet berkecepatan tinggi, serta kafe-kafe yang ramah untuk bekerja, menciptakan ekosistem yang ideal. Komunitas internasional yang kuat memungkinkan para nomad untuk berkolaborasi, berbagi ide, dan membangun jaringan sambil menikmati keindahan Bali.

Gaya hidup di Canggu juga identik dengan kesehatan dan kebugaran. Kawasan ini adalah oase bagi kafe-kafe sehat yang menyajikan smoothie bowls, jus organik, hidangan vegan, dan kopi spesial. Ini bukan sekadar tren, melainkan bagian dari keseharian. Pagi hari di Canggu sering kali diisi dengan sesi yoga, diikuti dengan sarapan sehat di kafe yang instagramable.

Canggu adalah perpaduan unik di mana laptop dan papan selancar hidup berdampingan. Ia menawarkan keseimbangan sempurna antara kerja, hobi, dan kesehatan, menjadikannya destinasi yang tak hanya untuk dikunjungi, tetapi juga untuk ditinggali.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Hari Ini, Sabtu 12 Juli 2025: Meroket Tajam! Cek Rinciannya di Sini

    Harga Emas Hari Ini, Sabtu 12 Juli 2025: Meroket Tajam! Cek Rinciannya di Sini

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Memasuki akhir pekan, Sabtu, 12 Juli 2025, para investor emas disambut dengan kabar gembira. Harga emas batangan yang dirilis oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui unit bisnis Logam Mulia menunjukkan kenaikan yang signifikan, memperkuat posisinya sebagai aset investasi andalan. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia pada pukul 08:24 WIB, harga emas hari […]

  • Bias dalam AI: Menyoroti dan Mengatasi Ketidakadilan Algoritma

    Bias dalam AI: Menyoroti dan Mengatasi Ketidakadilan Algoritma

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Seiring dengan semakin merasuknya Kecerdasan Buatan (AI) ke berbagai aspek kehidupan, penting untuk menyadari adanya isu krusial yang mengintai di balik kecanggihannya: bias dalam AI. Bias terjadi ketika data pelatihan yang digunakan untuk mengembangkan model AI mencerminkan prasangka, stereotip, atau ketidakseimbangan yang ada di dunia nyata. Akibatnya, sistem AI yang dihasilkan dapat secara tidak adil […]

  • Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sistem pertanian konvensional yang seringkali bergantung pada input eksternal yang besar kini dianggap kurang berkelanjutan. Sebagai alternatif, permakultur menawarkan sebuah pendekatan revolusioner: mendesain sistem pertanian yang meniru alam. Lebih dari sekadar metode bertani, permakultur adalah filosofi desain yang berfokus pada pembangunan ekosistem yang produktif, stabil, dan lestari, […]

  • Inovasi Daur Ulang Tekstil: Mode Berkelanjutan

    Inovasi Daur Ulang Tekstil: Mode Berkelanjutan

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Industri fashion dikenal sebagai salah satu penyumbang limbah dan polusi terbesar di dunia. Setiap tahun, jutaan ton limbah tekstil berakhir di tempat pembuangan akhir, membebani lingkungan dan menyia-nyiakan sumber daya berharga. Inovasi dalam daur ulang tekstil menawarkan harapan baru untuk menciptakan mode yang lebih berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif industri ini di Indonesia dan global. […]

  • Web3.0 dan Metaverse: Masa Depan Internet Terdesentralisasi

    Web3.0 dan Metaverse: Masa Depan Internet Terdesentralisasi

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Saat kita berbicara tentang masa depan internet, dua istilah yang paling sering muncul adalah Web3.0 dan Metaverse. Meskipun sering dibahas bersamaan, keduanya merujuk pada konsep yang berbeda namun saling melengkapi. Jika Web3.0 adalah fondasi infrastruktur baru untuk internet, maka Metaverse adalah dunia imersif yang dibangun di atasnya. Memahami Web3.0: Era Baru Kepemilikan Digital Web3.0, atau […]

  • Sinden: Suara Emas di Balik Panggung Pertunjukan Jawa

    Sinden: Suara Emas di Balik Panggung Pertunjukan Jawa

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Dalam gemerlap dan harmoni ansambel gamelan Jawa, terdapat satu sosok penting yang seringkali mencuri perhatian melalui lantunan suara emasnya: Sinden. Lebih dari sekadar penyanyi, Sinden adalah ruh dari sebuah pertunjukan tradisional, pembawa melodi yang menghidupkan cerita dan suasana dalam wayang kulit, ketoprak, maupun pagelaran gamelan klasik. Secara etimologi, istilah “Sinden” berasal dari kata “pasindhèn” yang […]

expand_less