Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Menikmati Keajaiban Sunrise di Punthuk Setumbu: Borobudur Muncul dari Kabut

Menikmati Keajaiban Sunrise di Punthuk Setumbu: Borobudur Muncul dari Kabut

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
  • visibility 143
  • comment 0 komentar

Mencari pemandangan matahari terbit yang tak terlupakan di Yogyakarta? Punthuk Setumbu adalah jawabannya. Bukit kecil yang terletak di dekat Candi Borobudur ini telah lama menjadi destinasi favorit para pemburu sunrise. Dari sini, Anda bisa menyaksikan pemandangan magis yang tiada duanya: Candi Borobudur yang perlahan muncul dari lautan kabut pagi, disinari cahaya keemasan matahari terbit.

Untuk mencapai Punthuk Setumbu, Anda harus berangkat dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Perjalanan dari area parkir ke puncak bukit hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit berjalan kaki, tetapi disarankan menggunakan senter karena jalurnya yang gelap. Begitu sampai di atas, Anda bisa mencari posisi terbaik dan menunggu keajaiban alam dimulai.

Ketika fajar mulai menyingsing, pemandangan di depan Anda akan berubah total. Perlahan-lahan, kabut tebal yang menyelimuti lembah akan memudar, menyingkap siluet megah Candi Borobudur. Sinar matahari keemasan yang muncul dari balik Gunung Merapi dan Merbabu akan menyinari Borobudur, menciptakan pemandangan yang sangat dramatis dan memukau. Momen ini seringkali disebut sebagai “Borobudur in the mist” dan menjadi incaran para fotografer dari seluruh dunia.

Selain Candi Borobudur, dari Punthuk Setumbu Anda juga bisa melihat pemandangan alam yang indah, seperti perbukitan hijau, sawah, dan gunung-gunung di kejauhan. Udara pagi yang sejuk dan segar akan menambah kesempurnaan pengalaman Anda.

Mengunjungi Punthuk Setumbu adalah cara sempurna untuk memulai hari dengan pemandangan yang menakjubkan. Pengalaman menyaksikan Borobudur yang perlahan muncul dari kabut adalah momen yang spiritual dan akan selalu menjadi kenangan indah dari Yogyakarta.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Cuma Jadi Penonton! Bongkar Rahasia Investasi Emas yang Bikin Pemula Auto Cuan”

    Jangan Cuma Jadi Penonton! Bongkar Rahasia Investasi Emas yang Bikin Pemula Auto Cuan”

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Siapa bilang investasi emas hanya untuk orang berduit dan berpengalaman? Kamu yang baru mau menyelami dunia investasi juga bisa kok! Justru, emas seringkali jadi pilihan cerdas buat para pemula. Kenapa begitu? Yuk, kita bongkar sama-sama keuntungan dan risiko investasi emas biar kamu nggak cuma jadi penonton. Salah satu daya tarik utama investasi emas adalah keamanannya. […]

  • Proteksionisme vs. Perdagangan Bebas: Mana yang Lebih Menguntungkan Negara?

    Proteksionisme vs. Perdagangan Bebas: Mana yang Lebih Menguntungkan Negara?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Dalam menentukan arah kebijakan ekonomi, salah satu perdebatan paling klasik yang dihadapi setiap negara adalah memilih antara proteksionisme dan perdagangan bebas. Keduanya menawarkan argumen yang kuat tentang cara terbaik mencapai kemakmuran, namun dengan pendekatan yang sangat bertolak belakang. Pilihan ini pada dasarnya adalah antara membuka pintu selebar-lebarnya untuk persaingan global atau membangun benteng untuk melindungi […]

  • Lompat Batu Nias: Ujian Kedewasaan Ekstrem Suku Nias

    Lompat Batu Nias: Ujian Kedewasaan Ekstrem Suku Nias

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Dari Pulau Nias, Sumatera Utara, lahir sebuah tradisi mendebarkan yang dikenal dunia: Lompat Batu Nias atau Hombo Batu. Bagi masyarakat suku Nias, tradisi ini bukanlah sekadar atraksi, melainkan sebuah ujian kedewasaan paling utama bagi para pemuda untuk membuktikan bahwa mereka layak dianggap dewasa dan menjadi seorang ksatria. Tradisi ini melibatkan aksi melompati sebuah tumpukan batu […]

  • Mengapa Berpikir Kritis adalah Kunci Terhindar dari Penipuan Digital?

    Mengapa Berpikir Kritis adalah Kunci Terhindar dari Penipuan Digital?

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus informasi dan tawaran di dunia online, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi perisai terpenting. Berpikir kritis adalah proses menganalisis informasi secara objektif dan rasional, bukan sekadar bereaksi secara emosional. Ini adalah kunci untuk membedakan antara informasi yang valid dan jebakan penipuan. Menghindari “Krisis Pikir” dalam Situasi Darurat Penipu sangat ahli dalam menciptakan […]

  • Smart Grid: Jaringan Listrik Cerdas untuk Masa Depan Energi Terbarukan Indonesia

    Smart Grid: Jaringan Listrik Cerdas untuk Masa Depan Energi Terbarukan Indonesia

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari tenaga surya, angin, air, hingga panas bumi. Namun, untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber energi bersih ini, diperlukan infrastruktur jaringan listrik yang modern dan adaptif. Inilah peran krusial dari smart grid atau jaringan listrik cerdas. Smart grid bukan sekadar jaringan transmisi dan distribusi listrik biasa. Ia memanfaatkan […]

  • Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    Lebih dari Sekadar Rumput: Tanaman Penutup Tanah, “Selimut” Ajaib untuk Lahan Pertanian

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Tanaman penutup tanah, atau cover crops, sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, praktik ini adalah salah satu strategi paling efektif dan ramah lingkungan untuk menjaga kesehatan tanah. Cover crops bukanlah tanaman utama yang akan dipanen, melainkan “selimut” alami yang ditanam di luar musim tanam atau di sela-sela barisan tanaman utama. Mencegah Erosi dan Menjaga Kelembapan […]

expand_less