Rabu, 5 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Menikmati Keajaiban Sunrise di Punthuk Setumbu: Borobudur Muncul dari Kabut

Menikmati Keajaiban Sunrise di Punthuk Setumbu: Borobudur Muncul dari Kabut

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Mencari pemandangan matahari terbit yang tak terlupakan di Yogyakarta? Punthuk Setumbu adalah jawabannya. Bukit kecil yang terletak di dekat Candi Borobudur ini telah lama menjadi destinasi favorit para pemburu sunrise. Dari sini, Anda bisa menyaksikan pemandangan magis yang tiada duanya: Candi Borobudur yang perlahan muncul dari lautan kabut pagi, disinari cahaya keemasan matahari terbit.

Untuk mencapai Punthuk Setumbu, Anda harus berangkat dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Perjalanan dari area parkir ke puncak bukit hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit berjalan kaki, tetapi disarankan menggunakan senter karena jalurnya yang gelap. Begitu sampai di atas, Anda bisa mencari posisi terbaik dan menunggu keajaiban alam dimulai.

Ketika fajar mulai menyingsing, pemandangan di depan Anda akan berubah total. Perlahan-lahan, kabut tebal yang menyelimuti lembah akan memudar, menyingkap siluet megah Candi Borobudur. Sinar matahari keemasan yang muncul dari balik Gunung Merapi dan Merbabu akan menyinari Borobudur, menciptakan pemandangan yang sangat dramatis dan memukau. Momen ini seringkali disebut sebagai “Borobudur in the mist” dan menjadi incaran para fotografer dari seluruh dunia.

Selain Candi Borobudur, dari Punthuk Setumbu Anda juga bisa melihat pemandangan alam yang indah, seperti perbukitan hijau, sawah, dan gunung-gunung di kejauhan. Udara pagi yang sejuk dan segar akan menambah kesempurnaan pengalaman Anda.

Mengunjungi Punthuk Setumbu adalah cara sempurna untuk memulai hari dengan pemandangan yang menakjubkan. Pengalaman menyaksikan Borobudur yang perlahan muncul dari kabut adalah momen yang spiritual dan akan selalu menjadi kenangan indah dari Yogyakarta.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hudoq: Tarian Topeng Pengusir Hama Suku Dayak

    Hudoq: Tarian Topeng Pengusir Hama Suku Dayak

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Hudoq adalah sebuah ritual tari topeng tradisional yang sangat penting bagi beberapa sub-etnis Suku Dayak di Kalimantan Timur, terutama Dayak Bahau dan Modang. Tarian ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah upacara sakral yang bertujuan untuk memohon kesuburan tanah dan mengusir hama yang dapat merusak tanaman padi dan hasil panen lainnya. Hudoq merupakan bagian integral dari […]

  • Urban Farming: Menghijaukan Perkotaan, Mendekatkan Pangan

    Urban Farming: Menghijaukan Perkotaan, Mendekatkan Pangan

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Urban farming atau pertanian perkotaan adalah gerakan yang mengubah lahan-lahan kosong, atap gedung, balkon, atau bahkan dinding vertikal di tengah kota menjadi area produktif penghasil pangan. Lebih dari sekadar hobi, urban farming adalah solusi inovatif untuk tantangan ketahanan pangan dan lingkungan di perkotaan modern. Konsep utamanya adalah mendekatkan sumber pangan ke konsumen. Dengan menanam sayuran, […]

  • Portofolio Investasi Para Miliarder Dunia: Apa Rahasianya?

    Portofolio Investasi Para Miliarder Dunia: Apa Rahasianya?

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana para miliarder seperti Warren Buffett, Bill Gates, atau Jeff Bezos mengelola kekayaan mereka? Meskipun terlihat rumit, portofolio investasi para miliarder sebenarnya dibangun di atas beberapa prinsip fundamental yang bisa menjadi pelajaran berharga bagi investor manapun. Melihat lebih dekat, ada beberapa “rahasia” atau strategi umum yang sering mereka terapkan. 1. Konsentrasi pada […]

  • Menghidupkan Kembali Adab kepada Guru: Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak Bangsa

    Menghidupkan Kembali Adab kepada Guru: Investasi Terbaik untuk Masa Depan Anak Bangsa

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Di tengah kemudahan akses informasi, sering kali kita lupa pada sumber ilmu yang paling hakiki: seorang guru. Saat ini, tantangan terbesar dunia pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga lunturnya adab kepada guru. Padahal, adab merupakan kunci utama untuk membuka pintu keberkahan ilmu dan fondasi penting bagi pembangunan karakter. Menghormati guru lebih dari sekadar sopan […]

  • Panduan Lengkap Naik ke Puncak Candi Borobudur, Monumen Buddha Terbesar di Dunia

    Panduan Lengkap Naik ke Puncak Candi Borobudur, Monumen Buddha Terbesar di Dunia

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Candi Borobudur adalah mahakarya arsitektur dan warisan budaya dunia yang tak tertandingi. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, monumen ini tidak hanya memukau dengan ukurannya, tetapi juga dengan relief-reliefnya yang memuat ajaran Buddha dan stupa-stupa yang ikonik. Bagi Anda yang ingin mendapatkan pengalaman spiritual dan visual yang maksimal, naik ke puncak Borobudur adalah sebuah keharusan. […]

  • Prosa dan Novel di Era Balai Pustaka: Tonggak Sastra Modern Indonesia

    Prosa dan Novel di Era Balai Pustaka: Tonggak Sastra Modern Indonesia

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Balai Pustaka, sebuah lembaga penerbitan yang didirikan pada tahun 1908 oleh pemerintah kolonial Belanda, memainkan peran krusial dalam sejarah perkembangan prosa dan novel di Indonesia. Era Balai Pustaka menjadi tonggak penting yang menandai transisi dari tradisi sastra lisan ke sastra modern yang menggunakan format tulisan, terutama novel. Karya-karya yang diterbitkan pada masa ini tidak hanya […]

expand_less