Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Menyaksikan Kemeriahan Omed-omedan: Festival Ciuman Massal yang Unik di Sesetan, Bali

Menyaksikan Kemeriahan Omed-omedan: Festival Ciuman Massal yang Unik di Sesetan, Bali

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
  • visibility 97
  • comment 0 komentar

Bali tak pernah kehabisan tradisi unik yang memukau wisatawan dari seluruh dunia. Salah satunya adalah Omed-omedan, sebuah festival ciuman massal yang digelar di Banjar Kaja, Desa Sesetan, Denpasar Selatan. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Nyepi dan menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya yang penuh keceriaan dan kebersamaan.

Omed-omedan, yang dalam bahasa Bali berarti “tarik-menarik”, melibatkan sekelompok pemuda dan pemudi yang belum menikah dari banjar setempat. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, laki-laki dan perempuan, dan saling berhadapan di sepanjang jalan desa. Dengan diiringi gamelan baleganjur yang bersemangat, para peserta saling berpelukan dan mencoba untuk mencium satu sama lain, sementara warga dan pecalang (petugas keamanan desa) menyiramkan air untuk memeriahkan suasana dan kadang kala memisahkan pasangan yang berpelukan terlalu erat.

Tradisi ini dipercaya memiliki sejarah panjang dan konon berawal dari upaya untuk menghentikan wabah penyakit. Menurut cerita turun-temurun, ketika wabah melanda desa, para tetua adat mendapatkan petunjuk spiritual untuk mengadakan ritual unik ini. Ajaibnya, setelah ritual Omed-omedan pertama kali dilaksanakan, wabah tersebut berangsur-angsur menghilang. Sejak saat itu, tradisi ini terus dilestarikan sebagai bentuk syukur dan harapan akan kesehatan serta kesejahteraan desa.

Meskipun terlihat seperti perayaan yang penuh kebebasan, Omed-omedan tetap memiliki aturan dan nilai-nilai luhur. Peserta haruslah pemuda dan pemudi yang belum menikah dan berasal dari banjar setempat. Tradisi ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar warga. Kemeriahan dan keunikan Omed-omedan menarik banyak wisatawan yang ingin menyaksikan langsung tradisi yang tak biasa ini.

Menyaksikan Omed-omedan adalah pengalaman budaya yang tak terlupakan. Bukan hanya karena keunikannya, tetapi juga karena suasana suka cita dan kebersamaan yang terpancar dari para peserta dan warga desa. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Bali setelah Hari Raya Nyepi, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung festival ciuman massal yang unik dan penuh warna di Sesetan ini.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Pohon Molenteng: Spot Foto Ikonik dengan Latar Belakang Pulau Seribu

    Rumah Pohon Molenteng: Spot Foto Ikonik dengan Latar Belakang Pulau Seribu

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Rumah Pohon Molenteng, atau yang sering disebut juga Batu Rumah Pohon, telah menjadi salah satu ikon wisata paling populer di Nusa Penida. Daya tarik utamanya bukan hanya struktur rumah pohonnya yang unik, tetapi juga pemandangan spektakuler Pulau Seribu yang terhampar luas di depannya. Tempat ini adalah surga bagi para fotografer dan siapa saja yang ingin […]

  • Ngejot di Bali: Indahnya Tradisi Berbagi Makanan Perekat Toleransi

    Ngejot di Bali: Indahnya Tradisi Berbagi Makanan Perekat Toleransi

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai-nilai budayanya yang luhur dan menyentuh. Salah satu tradisi yang paling mencerminkan keharmonisan sosialnya adalah Ngejot, sebuah praktik berbagi makanan antar tetangga yang hangat, terutama saat menyambut hari raya besar seperti Galungan, Kuningan, dan Nyepi. Makna di Balik Tradisi Ngejot Secara harfiah, Ngejot berarti “memberi” atau […]

  • Curug Leuwi Hejo: “Green Canyon” Mini yang Menyegarkan di Sentul, Bogor

    Curug Leuwi Hejo: “Green Canyon” Mini yang Menyegarkan di Sentul, Bogor

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari alternatif “Green Canyon” yang lebih dekat dari Jakarta, Curug Leuwi Hejo di Sentul, Bogor, bisa menjadi pilihan yang tepat. Meski ukurannya lebih kecil, pesona air terjun bertingkat dengan airnya yang hijau jernih dan dikelilingi bebatuan eksotis ini tak kalah memikat. Leuwi Hejo, yang berarti “air terjun hijau” dalam bahasa Sunda, menawarkan kesegaran […]

  • Update Harga Emas Hari Ini: Peluang Baru di Tengah Pergerakan Pasar

    Update Harga Emas Hari Ini: Peluang Baru di Tengah Pergerakan Pasar

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Investasi emas tetap menjadi sorotan utama bagi banyak investor, baik pemula maupun berpengalaman, di tengah dinamika ekonomi global. Emas, sebagai aset safe-haven, sering kali menjadi pilihan saat ketidakpastian pasar meningkat. Lalu, bagaimana update harga emas hari ini, Selasa, 29 Juli 2025? Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia (logammulia.com) yang diperbarui pada pukul 07:57 WIB, harga […]

  • Budaya Makan Nasi Tumpeng: Simbol Syukur dan Kehidupan

    Budaya Makan Nasi Tumpeng: Simbol Syukur dan Kehidupan

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Nasi Tumpeng, dengan bentuknya yang kerucut menjulang tinggi dan dikelilingi aneka lauk pauk, bukan sekadar hidangan biasa. Ia adalah simbol sakral dalam budaya Indonesia, khususnya Jawa dan Bali, yang merepresentasikan rasa syukur, harmoni kehidupan, dan hubungan manusia dengan alam semesta. Nasi tumpeng selalu hadir dalam berbagai upacara adat, perayaan, atau acara penting, menjadi pusat perhatian […]

  • Perang Kurs: Ketika Negara-Negara Sengaja Melemahkan Mata Uangnya

    Perang Kurs: Ketika Negara-Negara Sengaja Melemahkan Mata Uangnya

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Dalam arena ekonomi global, persaingan antarnegara tidak selalu terjadi di medan perang fisik. Ada satu jenis konflik yang tak kasat mata namun berdampak besar, yaitu perang kurs (currency war). Ini adalah kondisi di mana negara-negara secara sengaja bersaing untuk melemahkan nilai mata uang mereka. Tujuannya? Untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam perdagangan internasional. Namun, strategi ini […]

expand_less