Serunya Wisata Petik Apel di Batu Malang: Sensasi Panen Langsung dari Pohon
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 13 Jan 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar

Kota Batu, Malang, selalu punya cara istimewa untuk memanjakan wisatawan. Salah satu ikon yang tidak boleh dilewatkan adalah Wisata Petik Apel. Terletak di dataran tinggi yang sejuk, aktivitas ini menawarkan pengalaman agrowisata yang unik dan edukatif bagi segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Sensasi Panen di Udara Sejuk
Saat memasuki area perkebunan, Anda akan disambut oleh deretan pohon apel yang rimbun dengan buah yang ranum. Sensasi memetik buah apel segar langsung dari tangkainya memberikan kepuasan tersendiri yang tidak akan Anda temukan di pasar swalayan. Selain itu, udara pegunungan yang bersih dan pemandangan hijau di sekitar kebun menjadikan momen ini sebagai sarana healing yang sempurna dari hiruk-pikuk perkotaan.
Mengenal Varietas Apel Unggulan
Di kebun-kebun apel daerah Batu, terdapat beberapa varietas unggulan yang bisa Anda petik. Yang paling populer adalah:
* Apel Manalagi: Memiliki rasa manis yang konsisten dan aroma yang sangat harum.
* Apel Rome Beauty: Memiliki warna merah cantik dengan tekstur renyah, sangat cocok untuk diolah kembali.
* Apel Anna: Menawarkan perpaduan rasa manis dan sedikit asam yang sangat menyegarkan di tenggorokan.
Tips Berkunjung dan Harga Tiket
Sebagian besar pengelola wisata petik apel di Batu menerapkan sistem “makan sepuasnya” di dalam kebun. Tiket masuknya pun sangat terjangkau, biasanya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp50.000. Jika Anda ingin membawa pulang apel sebagai oleh-oleh, Anda bisa menimbangnya dengan harga per kilogram yang jauh lebih murah dibanding harga toko.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari saat udara masih segar dan embun masih menempel di buah. Wisata Petik Apel di Batu bukan sekadar liburan biasa, melainkan cara terbaik untuk menghargai hasil bumi lokal. Liburan ke Malang belum lengkap rasanya tanpa merasakan manisnya apel langsung dari pohonnya!
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar