Minggu, 22 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Lombok, permata Nusa Tenggara Barat, menyimpan kekayaan budaya yang memukau, salah satunya adalah tradisi perkawinan unik bernama Merariq. Bagi Suku Sasak, Merariq bukan sekadar kawin lari biasa, melainkan sebuah ritual adat yang sarat akan gengsi dan keberanian. Prosesinya yang khas dan syarat makna menjadikannya daya tarik tersendiri sekaligus cerminan nilai-nilai sosial masyarakat Sasak.

Secara harfiah, Merariq berarti “melarikan diri.” Namun, dalam konteks adat Sasak, tindakan ini dilakukan dengan perencanaan matang dan persetujuan dari pihak mempelai wanita. Biasanya, pihak pria akan memberitahukan niatnya kepada keluarga wanita, meskipun seringkali dilakukan secara diam-diam untuk menghindari proses lamaran formal yang panjang dan rumit.

Keberanian menjadi kunci utama dalam tradisi Merariq. Pihak pria dituntut untuk berani “menculik” calon istrinya, meskipun seringkali hanya bersifat simbolis. Setelah berhasil membawa pergi sang wanita, pihak keluarga pria akan memberitahukan keluarga wanita mengenai keberadaan putri mereka. Selanjutnya, kedua belah pihak keluarga akan bertemu untuk melakukan proses “nyelabar” atau perundingan damai dan penetapan mas kawin.

Gengsi dalam Merariq terletak pada bagaimana proses “penculikan” ini dilakukan. Semakin lancar dan tanpa hambatan, semakin tinggi pula gengsi pihak pria di mata masyarakat. Selain itu, kemampuan pihak pria dalam menyelesaikan proses nyelabar dengan baik juga turut menentukan status sosialnya.

Meskipun terkesan kontroversial, Merariq memiliki akar sejarah yang kuat dalam masyarakat Sasak. Tradisi ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari biaya pernikahan yang tinggi dan rumitnya birokrasi adat. Namun, seiring perkembangan zaman, Merariq juga mengalami penyesuaian. Saat ini, banyak pasangan yang melakukan Merariq sebagai simbol kemandirian dan keberanian dalam memilih pasangan hidup, dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku. Merariq bukan lagi sekadar kawin lari, tetapi sebuah simbol keberanian, gengsi, dan kekayaan budaya Suku Sasak yang patut dilestarikan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Poin Reward: Memahami Ekonomi Program Loyalitas

    Di Balik Poin Reward: Memahami Ekonomi Program Loyalitas

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Siapa yang tidak senang mendapatkan poin, cashback, atau reward dari program loyalitas? Program-program ini begitu umum, mulai dari maskapai penerbangan, hotel, marketplace, hingga gerai kopi. Sekilas, program loyalitas terlihat sangat menguntungkan bagi konsumen. Namun, dari sudut pandang ekonomi, apakah poin reward ini benar-benar memberikan manfaat yang setimpal? Mari kita bedah ekonomi di baliknya. Mengapa Perusahaan […]

  • Belajar Memasak Kuliner Khas Bali di Ubud: Pengalaman Autentik dari Para Ahli

    Belajar Memasak Kuliner Khas Bali di Ubud: Pengalaman Autentik dari Para Ahli

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Ubud, jantung budaya Bali, menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam yang memukau. Bagi para pecinta kuliner, Ubud adalah surga untuk belajar memasak masakan Bali langsung dari sumbernya. Mengikuti kelas memasak di Ubud adalah cara terbaik untuk memahami kekayaan rasa dan tradisi kuliner pulau dewata. Pengalaman belajar memasak kuliner Bali di Ubud tidak hanya sekadar mengikuti […]

  • Pasar Modal Syariah: Alternatif Investasi yang Halal dan Bertumbuh

    Pasar Modal Syariah: Alternatif Investasi yang Halal dan Bertumbuh

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Bagi sebagian besar investor Muslim di Indonesia, prinsip syariah menjadi landasan utama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam berinvestasi. Kabar baiknya, pasar modal Indonesia kini memiliki alternatif yang sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut, yaitu pasar modal syariah. Pasar modal syariah menawarkan berbagai instrumen investasi yang tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan, tetapi juga dipastikan kehalalannya. Ini menjadi […]

  • Kejutan di Balik Kilauan: Harga Emas Tiba-tiba Menyusut!

    Kejutan di Balik Kilauan: Harga Emas Tiba-tiba Menyusut!

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kabar menarik bagi para investor dan pengamat pasar: harga emas, aset safe-haven yang selalu menjadi incaran, baru-baru ini menunjukkan penurunan. Berdasarkan pantauan terkini dari Logam Mulia (seperti yang terlihat pada gambar), harga emas per gram tercatat sebesar Rp1.924.000, mengalami penurunan sebesar Rp16.000 dari harga sebelumnya yaitu Rp1.940.000. Perubahan terakhir tercatat pada tanggal 4 Juni 2025 […]

  • Keamanan di Tambang Uranium: Menjinakkan Risiko Radiasi dan Fisik

    Keamanan di Tambang Uranium: Menjinakkan Risiko Radiasi dan Fisik

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Penambangan uranium menghadirkan tantangan keselamatan yang unik, menggabungkan bahaya pertambangan konvensional dengan risiko radiologis. Oleh karena itu, penerapan keamanan di tambang uranium memerlukan protokol yang sangat ketat dan multi-lapis untuk melindungi pekerja dari bahaya yang tak terlihat maupun yang terlihat. Risiko Utama: Paparan Radiasi Risiko tambang uranium yang paling signifikan adalah paparan radiasi. Ada tiga […]

  • Mengenal Perak: Logam Mulia Penuh Pesona dan Manfaat

    Mengenal Perak: Logam Mulia Penuh Pesona dan Manfaat

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Perak (Ag), dengan kilau putih keperakannya yang memukau, telah lama dikenal sebagai salah satu logam mulia paling berharga di dunia. Sejak ribuan tahun lalu, perak bukan hanya dimanfaatkan sebagai perhiasan indah, tetapi juga memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, industri, hingga kesehatan. Sejarah Singkat dan Asal MulaPerak adalah unsur kimia […]

expand_less