Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 155
  • comment 0 komentar

Lombok, permata Nusa Tenggara Barat, menyimpan kekayaan budaya yang memukau, salah satunya adalah tradisi perkawinan unik bernama Merariq. Bagi Suku Sasak, Merariq bukan sekadar kawin lari biasa, melainkan sebuah ritual adat yang sarat akan gengsi dan keberanian. Prosesinya yang khas dan syarat makna menjadikannya daya tarik tersendiri sekaligus cerminan nilai-nilai sosial masyarakat Sasak.

Secara harfiah, Merariq berarti “melarikan diri.” Namun, dalam konteks adat Sasak, tindakan ini dilakukan dengan perencanaan matang dan persetujuan dari pihak mempelai wanita. Biasanya, pihak pria akan memberitahukan niatnya kepada keluarga wanita, meskipun seringkali dilakukan secara diam-diam untuk menghindari proses lamaran formal yang panjang dan rumit.

Keberanian menjadi kunci utama dalam tradisi Merariq. Pihak pria dituntut untuk berani “menculik” calon istrinya, meskipun seringkali hanya bersifat simbolis. Setelah berhasil membawa pergi sang wanita, pihak keluarga pria akan memberitahukan keluarga wanita mengenai keberadaan putri mereka. Selanjutnya, kedua belah pihak keluarga akan bertemu untuk melakukan proses “nyelabar” atau perundingan damai dan penetapan mas kawin.

Gengsi dalam Merariq terletak pada bagaimana proses “penculikan” ini dilakukan. Semakin lancar dan tanpa hambatan, semakin tinggi pula gengsi pihak pria di mata masyarakat. Selain itu, kemampuan pihak pria dalam menyelesaikan proses nyelabar dengan baik juga turut menentukan status sosialnya.

Meskipun terkesan kontroversial, Merariq memiliki akar sejarah yang kuat dalam masyarakat Sasak. Tradisi ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari biaya pernikahan yang tinggi dan rumitnya birokrasi adat. Namun, seiring perkembangan zaman, Merariq juga mengalami penyesuaian. Saat ini, banyak pasangan yang melakukan Merariq sebagai simbol kemandirian dan keberanian dalam memilih pasangan hidup, dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku. Merariq bukan lagi sekadar kawin lari, tetapi sebuah simbol keberanian, gengsi, dan kekayaan budaya Suku Sasak yang patut dilestarikan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Return to Scale: Kapan Perusahaan Sebaiknya Menambah Skala Produksi?

    Return to Scale: Kapan Perusahaan Sebaiknya Menambah Skala Produksi?

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Bagi setiap pebisnis, keputusan untuk memperbesar skala produksi adalah langkah besar. Namun, apakah menaikkan skala produksi akan selalu meningkatkan keuntungan? Jawabannya ada pada konsep Return to Scale, atau skala pengembalian. Ini adalah konsep fundamental dalam ekonomi yang menjelaskan bagaimana perubahan proporsional dalam semua input produksi akan memengaruhi total output. Memahami Return to Scale dapat membantu […]

  • Penipuan Pura-pura Verifikasi Akun: Waspada Jebakan Data

    Penipuan Pura-pura Verifikasi Akun: Waspada Jebakan Data

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Di era digital ini, keamanan akun menjadi hal yang sangat penting. Sayangnya, ini juga membuka celah baru bagi para penipu. Salah satu modus yang semakin marak adalah penipuan pura-pura verifikasi akun. Modus ini dirancang untuk memancing Anda memberikan data pribadi dan login dengan dalih keamanan atau pembaruan sistem. Penipu akan menghubungi Anda, sering kali melalui […]

  • Tiwah: Mengenal Ritual Megah Mengantar Arwah Leluhur Suku Dayak Ngaju

    Tiwah: Mengenal Ritual Megah Mengantar Arwah Leluhur Suku Dayak Ngaju

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Bagi Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, kematian bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan panjang menuju alam keabadian. Puncak dari perjalanan ini ditandai oleh Tiwah, sebuah ritual kematian tingkat akhir yang paling besar, megah, dan sakral. Tiwah bukanlah upacara pemakaman biasa, melainkan sebuah kewajiban suci untuk mengantarkan arwah leluhur (Liau) menuju surga atau Lewu […]

  • Harga Emas Hari Ini, Selasa 22 Juli 2025: Meroket Rp19.000, Perak Juga Ikut Terbang!

    Harga Emas Hari Ini, Selasa 22 Juli 2025: Meroket Rp19.000, Perak Juga Ikut Terbang!

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Pasar logam mulia bergejolak pada hari ini, Selasa, 22 Juli 2025. Setelah kemarin stabil, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meroket tajam, diikuti oleh lonjakan harga perak yang tak kalah fantastis, menandakan sentimen yang sangat kuat di pasar aset aman. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia yang diperbarui pada pukul 08:26 WIB, […]

  • Kemitraan Global untuk Pengelolaan Uranium yang Aman: Menjaga Manfaat, Mencegah Risiko

    Kemitraan Global untuk Pengelolaan Uranium yang Aman: Menjaga Manfaat, Mencegah Risiko

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Uranium adalah sumber daya dengan dua wajah: di satu sisi, ia menawarkan potensi energi bersih yang luar biasa; di sisi lain, ia membawa risiko keamanan dan proliferasi nuklir yang serius. Karena risiko ini tidak mengenal batas negara, pengelolaan uranium yang aman dan terjamin bukanlah tugas satu negara, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kemitraan global […]

  • Komputasi Terdistribusi: Memecahkan Masalah Besar Bersama

    Komputasi Terdistribusi: Memecahkan Masalah Besar Bersama

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan komputasi yang semakin kompleks dan data yang terus membesar, satu komputer tunggal seringkali tidak lagi mencukupi. Di sinilah peran komputasi terdistribusi menjadi krusial. Secara sederhana, komputasi terdistribusi adalah sebuah sistem di mana komponen-komponen perangkat lunak tersebar di beberapa komputer (atau node) yang saling berkomunikasi melalui jaringan untuk mencapai satu tujuan bersama. Pendekatan […]

expand_less