Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
  • visibility 129
  • comment 0 komentar

Lombok, permata Nusa Tenggara Barat, menyimpan kekayaan budaya yang memukau, salah satunya adalah tradisi perkawinan unik bernama Merariq. Bagi Suku Sasak, Merariq bukan sekadar kawin lari biasa, melainkan sebuah ritual adat yang sarat akan gengsi dan keberanian. Prosesinya yang khas dan syarat makna menjadikannya daya tarik tersendiri sekaligus cerminan nilai-nilai sosial masyarakat Sasak.

Secara harfiah, Merariq berarti “melarikan diri.” Namun, dalam konteks adat Sasak, tindakan ini dilakukan dengan perencanaan matang dan persetujuan dari pihak mempelai wanita. Biasanya, pihak pria akan memberitahukan niatnya kepada keluarga wanita, meskipun seringkali dilakukan secara diam-diam untuk menghindari proses lamaran formal yang panjang dan rumit.

Keberanian menjadi kunci utama dalam tradisi Merariq. Pihak pria dituntut untuk berani “menculik” calon istrinya, meskipun seringkali hanya bersifat simbolis. Setelah berhasil membawa pergi sang wanita, pihak keluarga pria akan memberitahukan keluarga wanita mengenai keberadaan putri mereka. Selanjutnya, kedua belah pihak keluarga akan bertemu untuk melakukan proses “nyelabar” atau perundingan damai dan penetapan mas kawin.

Gengsi dalam Merariq terletak pada bagaimana proses “penculikan” ini dilakukan. Semakin lancar dan tanpa hambatan, semakin tinggi pula gengsi pihak pria di mata masyarakat. Selain itu, kemampuan pihak pria dalam menyelesaikan proses nyelabar dengan baik juga turut menentukan status sosialnya.

Meskipun terkesan kontroversial, Merariq memiliki akar sejarah yang kuat dalam masyarakat Sasak. Tradisi ini dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari biaya pernikahan yang tinggi dan rumitnya birokrasi adat. Namun, seiring perkembangan zaman, Merariq juga mengalami penyesuaian. Saat ini, banyak pasangan yang melakukan Merariq sebagai simbol kemandirian dan keberanian dalam memilih pasangan hidup, dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang berlaku. Merariq bukan lagi sekadar kawin lari, tetapi sebuah simbol keberanian, gengsi, dan kekayaan budaya Suku Sasak yang patut dilestarikan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Tionghoa dalam Semangkuk Kehangatan Soto Nusantara

    Jejak Tionghoa dalam Semangkuk Kehangatan Soto Nusantara

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Soto, salah satu sup tradisional Indonesia yang kaya akan variasi di berbagai daerah, ternyata menyimpan jejak akulturasi budaya, khususnya dengan Tiongkok. Meskipun kini dianggap sebagai hidangan otentik Nusantara, beberapa elemen dalam soto diperkirakan memiliki pengaruh dari kuliner Tionghoa yang masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan imigrasi berabad-abad lalu. Salah satu indikasi pengaruh Tiongkok adalah […]

  • Panduan Lengkap Glamping di Bali: Menyatu dengan Alam Tanpa Meninggalkan Kemewahan

    Panduan Lengkap Glamping di Bali: Menyatu dengan Alam Tanpa Meninggalkan Kemewahan

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Ingin merasakan sensasi tidur di tengah alam namun enggan meninggalkan kenyamanan fasilitas modern? Glamping (Glamour Camping) di Bali adalah jawaban yang sempurna untuk Anda. Konsep liburan ini menggabungkan petualangan berkemah dengan kemewahan hotel, menciptakan sebuah pengalaman menginap yang unik dan tak terlupakan. Berbeda dari berkemah tradisional, glamping menawarkan fasilitas premium. Anda akan menginap di tenda-tenda […]

  • Grafik Komputer Generasi Berikutnya: Realisme Visual yang Tak Terbatas

    Grafik Komputer Generasi Berikutnya: Realisme Visual yang Tak Terbatas

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Industri grafik komputer terus berinovasi dengan kecepatan yang mencengangkan, mendorong batas-batas realisme visual dalam berbagai aplikasi, mulai dari video game dan film hingga simulasi ilmiah dan desain produk. Generasi berikutnya dari teknologi grafis menjanjikan pengalaman visual yang lebih imersif dan detail yang nyaris tak terbatas. Salah satu pendorong utama kemajuan ini adalah teknik ray tracing […]

  • Mengupas Tuntas Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan Peran Krusial Uranium

    Mengupas Tuntas Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan Peran Krusial Uranium

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Di tengah kompleksitas keamanan global, pengendalian teknologi nuklir menjadi prioritas utama. Fondasi dari upaya ini adalah Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), sebuah perjanjian internasional yang menjadi landasan bagi rezim non-proliferasi global. Namun, bagaimana traktat ini secara spesifik mengatur uranium, elemen kunci di balik tenaga sekaligus senjata nuklir? NPT berdiri di atas tiga pilar fundamental: non-proliferasi (mencegah […]

  • Staking dan Yield Farming: Raih Passive Income dari Aset Kripto Anda

    Staking dan Yield Farming: Raih Passive Income dari Aset Kripto Anda

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Di tengah hiruk pikuk perdagangan aset kripto, terdapat cara menarik untuk menghasilkan pendapatan pasif (passive income) dari aset digital yang Anda miliki, yaitu melalui staking dan yield farming. Meskipun keduanya bertujuan sama, mekanisme dan tingkat risikonya berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas kedua metode ini. Staking secara sederhana dapat dianalogikan dengan menyimpan uang di deposito […]

  • Penti: Ritual Syukur Panen Meriah di Desa Adat Wae Rebo

    Penti: Ritual Syukur Panen Meriah di Desa Adat Wae Rebo

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Di ketinggian pegunungan Flores, Nusa Tenggara Timur, tersembunyi desa adat Wae Rebo yang magis dengan rumah kerucutnya yang ikonik, Mbaru Niang. Setiap tahun, biasanya pada bulan November, masyarakatnya menggelar ritual adat terpenting dan termeriah mereka, yaitu Penti. Ini adalah sebuah perayaan akbar sebagai ungkapan syukur atas panen yang telah usai dan permohonan berkah untuk musim […]

expand_less