Senin, 4 Mei 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Tirta Gangga: Menjelajahi Pesona Taman Air Suci Peninggalan Kerajaan Karangasem

Tirta Gangga: Menjelajahi Pesona Taman Air Suci Peninggalan Kerajaan Karangasem

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Bali tak pernah kehabisan pesona untuk dikagumi. Salah satu permata tersembunyi di bagian timur pulau ini adalah Tirta Gangga, sebuah taman air yang dulunya merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem. Lebih dari sekadar tempat rekreasi, Tirta Gangga adalah perpaduan harmonis antara arsitektur tradisional Bali, taman yang asri, dan mata air suci yang dipercaya membawa keberkahan.

Nama Tirta Gangga sendiri memiliki arti “air dari Sungai Gangga,” sungai suci di India. Penamaan ini menunjukkan betapa pentingnya air dalam kepercayaan Hindu Bali dan penghormatan terhadap sumber kehidupan. Taman ini dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem Agung sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan sekaligus area pemandian yang suci.

Saat memasuki kawasan Tirta Gangga, pengunjung akan disuguhi pemandangan kolam-kolam yang jernih dengan ikan-ikan koi berwarna-warni berenang bebas. Jembatan-jembatan kecil yang dihiasi patung-patung dewa dan makhluk mitologis khas Bali menghubungkan satu area dengan area lainnya. Pancuran-pancuran air yang memancarkan air segar dari mata air alami menambah suasana tenang dan sakral. Salah satu ikon Tirta Gangga adalah kolam utama dengan sebelas tingkatan pancuran yang menjulang tinggi.

Selain keindahan visualnya, Tirta Gangga juga memiliki makna spiritual. Air yang mengalir di taman ini dipercaya sebagai air suci yang memiliki kekuatan penyembuhan dan membawa keberuntungan. Tak heran, banyak wisatawan dan penduduk lokal yang datang untuk merasakan ketenangan dan kesegaran air Tirta Gangga. Menjelajahi Tirta Gangga adalah pengalaman yang memanjakan mata sekaligus menenangkan jiwa, sebuah warisan budaya yang patut dijaga kelestariannya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dunia Kerja di Ujung Tanduk? CEO Google DeepMind Beri Peringatan Keras Soal AI

    Dunia Kerja di Ujung Tanduk? CEO Google DeepMind Beri Peringatan Keras Soal AI

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kecerdasan buatan (AI) terus berkembang pesat, membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk dunia kerja. CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, baru-baru ini menyampaikan prediksi yang cukup mengkhawatirkan. Ia memperkirakan bahwa dalam 5-10 tahun mendatang, AI dapat menghilangkan hingga 83 juta pekerjaan di seluruh dunia. Prediksi ini didasarkan pada kemampuan AI yang semakin canggih dalam melakukan […]

  • Digital Wellbeing: Menggunakan Teknologi untuk Kesehatan Mental dan Keseimbangan Hidup

    Digital Wellbeing: Menggunakan Teknologi untuk Kesehatan Mental dan Keseimbangan Hidup

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Di era yang serba terhubung, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, paparan digital yang konstan juga dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan gangguan keseimbangan hidup. Menyadari hal ini, konsep Digital Wellbeing atau Kesejahteraan Digital muncul sebagai pendekatan proaktif untuk menggunakan teknologi secara lebih sehat dan sadar, demi menjaga kesehatan mental kita.   […]

  • Tabuik: Drama Kolosal Peringatan Asyura di Pariaman, Sumatera Barat

    Tabuik: Drama Kolosal Peringatan Asyura di Pariaman, Sumatera Barat

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Pariaman, sebuah kota pesisir di Sumatera Barat, memiliki tradisi unik dan megah dalam memperingati Hari Asyura, yaitu Tabuik. Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Tabuik menjelma menjadi sebuah drama kolosal yang melibatkan ribuan masyarakat dan menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru. Tradisi ini merupakan perwujudan rasa duka cita atas gugurnya Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, […]

  • Prosa dan Novel di Era Balai Pustaka: Tonggak Sastra Modern Indonesia

    Prosa dan Novel di Era Balai Pustaka: Tonggak Sastra Modern Indonesia

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Balai Pustaka, sebuah lembaga penerbitan yang didirikan pada tahun 1908 oleh pemerintah kolonial Belanda, memainkan peran krusial dalam sejarah perkembangan prosa dan novel di Indonesia. Era Balai Pustaka menjadi tonggak penting yang menandai transisi dari tradisi sastra lisan ke sastra modern yang menggunakan format tulisan, terutama novel. Karya-karya yang diterbitkan pada masa ini tidak hanya […]

  • Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi internet telah membuka babak baru dalam dunia sastra, melahirkan fenomena yang dikenal sebagai sastra siber. Jika dahulu karya sastra hanya bisa dinikmati melalui media cetak, kini puisi dan cerpen dapat dengan mudah ditemukan di berbagai platform digital, mulai dari blog, media sosial, hingga situs-situs khusus. Sastra siber bukan hanya sekadar memindahkan teks ke […]

  • Analisis Kawasan Perdagangan Bebas: Peluang dan Tantangan (Studi Kasus AFTA & Uni Eropa)

    Analisis Kawasan Perdagangan Bebas: Peluang dan Tantangan (Studi Kasus AFTA & Uni Eropa)

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Area/FTA) adalah salah satu bentuk integrasi ekonomi paling umum di dunia. Konsep dasarnya adalah sekelompok negara sepakat untuk menghilangkan hambatan perdagangan—seperti tarif dan kuota—di antara mereka, sambil mempertahankan kebijakan perdagangan independen terhadap negara non-anggota. Contoh paling relevan bagi kita adalah AFTA (ASEAN Free Trade Area), sementara di tingkat global, Uni […]

expand_less