Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Investasi » Staking dan Yield Farming: Raih Passive Income dari Aset Kripto Anda

Staking dan Yield Farming: Raih Passive Income dari Aset Kripto Anda

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar

Di tengah hiruk pikuk perdagangan aset kripto, terdapat cara menarik untuk menghasilkan pendapatan pasif (passive income) dari aset digital yang Anda miliki, yaitu melalui staking dan yield farming. Meskipun keduanya bertujuan sama, mekanisme dan tingkat risikonya berbeda. Artikel ini akan mengupas tuntas kedua metode ini.

Staking secara sederhana dapat dianalogikan dengan menyimpan uang di deposito bank untuk mendapatkan bunga. Dalam dunia kripto, Anda “mengunci” sejumlah aset kripto tertentu dalam dompet digital Anda untuk mendukung operasi jaringan blockchain, terutama pada blockchain yang menggunakan mekanisme konsensus Proof-of-Stake (PoS). Sebagai imbalannya, Anda akan menerima hadiah (rewards) berupa tambahan aset kripto secara periodik. Besaran hadiah staking biasanya bervariasi tergantung pada jenis aset kripto, jumlah yang di-stake, dan durasi staking. Staking dianggap sebagai cara yang relatif mudah dan berisiko lebih rendah untuk mendapatkan passive income dari kripto.

Sementara itu, yield farming merupakan strategi yang lebih kompleks dan berpotensi memberikan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi. Dalam yield farming, Anda meminjamkan atau menyediakan likuiditas aset kripto Anda ke dalam berbagai platform Decentralized Finance (DeFi), seperti protokol peminjaman (lending protocols) atau bursa terdesentralisasi (DEX). Sebagai penyedia likuiditas, Anda akan mendapatkan imbalan berupa biaya transaksi atau token platform tersebut. Yield farming sering melibatkan interaksi dengan beberapa protokol DeFi sekaligus untuk memaksimalkan keuntungan, namun hal ini juga meningkatkan tingkat kerumitan dan risiko.

Perbedaan Utama Staking dan Yield Farming:

* Kompleksitas: Staking umumnya lebih sederhana dibandingkan yield farming.

* Keterlibatan: Staking cenderung pasif, sementara yield farming bisa lebih aktif karena perlu memindahkan aset antar protokol.

* Imbal Hasil: Yield farming berpotensi menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, namun juga dengan risiko yang lebih besar.

* Risiko: Risiko dalam staking umumnya terkait dengan volatilitas harga aset yang di-stake. Yield farming memiliki risiko tambahan seperti impermanent loss (penurunan nilai relatif aset yang dipasangkan dalam pool likuiditas) dan risiko keamanan platform DeFi.

Memulai Staking dan Yield Farming di Indonesia:

Sebelum terlibat dalam staking atau yield farming, pastikan Anda melakukan riset mendalam mengenai proyek dan platform yang Anda pilih. Pahami mekanisme kerjanya, potensi keuntungannya, dan terutama risikonya. Pilih platform pertukaran atau dompet kripto terpercaya yang mendukung fitur staking atau telusuri berbagai protokol DeFi yang tersedia. Mulailah dengan modal kecil untuk memahami cara kerjanya sebelum menginvestasikan jumlah yang lebih besar.

Staking dan yield farming menawarkan peluang menarik untuk mengembangkan aset kripto Anda secara pasif. Namun, seperti halnya investasi lainnya, pemahaman yang baik tentang mekanisme dan risiko yang terlibat sangatlah penting untuk mencapai kesuksesan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga suatu barang bisa naik atau turun? Jawabannya terletak pada dua kekuatan dasar ekonomi: permintaan dan penawaran. Memahami kedua konsep ini adalah kunci untuk menguraikan bagaimana harga keseimbangan terbentuk di pasar. Permintaan mengacu pada kuantitas suatu barang atau jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam […]

  • Ekonomi Digital: Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Abad ke-21

    Ekonomi Digital: Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Abad ke-21

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Memasuki dekade ketiga abad ke-21, lanskap ekonomi Indonesia mengalami pergeseran fundamental. Pertumbuhan tidak lagi hanya bergantung pada komoditas atau manufaktur konvensional. Kini, ekonomi digital telah tampil sebagai pilar baru yang menjadi mesin utama untuk kemajuan bangsa. Didorong oleh penetrasi internet dan pengguna ponsel pintar yang masif, Indonesia kini menjadi salah satu pasar digital paling menjanjikan […]

  • Mengapa Investasi Emas Jadi Pilihan Tepat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi?

    Mengapa Investasi Emas Jadi Pilihan Tepat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi?

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi ekonomi global dan domestik yang penuh tantangan seperti saat ini, banyak investor mencari cara untuk melindungi nilai aset mereka. Inflasi yang fluktuatif dan gejolak pasar seringkali menggerus nilai uang kertas. Dalam situasi seperti inilah, investasi emas kembali menjadi primadona sebagai instrumen lindung nilai (hedge) yang telah teruji oleh waktu. Logam mulia ini […]

  • Mengenal Jaringan 2G: Era Awal Komunikasi Digital dan SMS

    Mengenal Jaringan 2G: Era Awal Komunikasi Digital dan SMS

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Setelah era analog 1G, dunia telekomunikasi nirkabel menyaksikan lompatan revolusioner dengan hadirnya jaringan 2G. Diperkenalkan pada awal 1990-an, 2G menandai transisi penting dari sinyal analog ke digital, membawa serta kemampuan dan fitur baru yang mengubah cara kita berkomunikasi. Ini adalah era di mana SMS (Short Message Service) mulai dikenal luas, menjadi fenomena global dan mengubah […]

  • Efek Pengganda (Multiplier Effect) dari Belanja Pemerintah

    Efek Pengganda (Multiplier Effect) dari Belanja Pemerintah

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Dalam ekonomi, efek pengganda (multiplier effect) adalah konsep fundamental yang menjelaskan bagaimana belanja pemerintah dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih besar dari nilai belanja awalnya. Sederhananya, satu rupiah yang dibelanjakan oleh pemerintah tidak hanya menciptakan satu rupiah pertumbuhan, tetapi juga memicu serangkaian belanja tambahan yang secara kolektif meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB).   Bagaimana […]

  • Harga Emas Hari Ini, Selasa 22 Juli 2025: Meroket Rp19.000, Perak Juga Ikut Terbang!

    Harga Emas Hari Ini, Selasa 22 Juli 2025: Meroket Rp19.000, Perak Juga Ikut Terbang!

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Pasar logam mulia bergejolak pada hari ini, Selasa, 22 Juli 2025. Setelah kemarin stabil, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meroket tajam, diikuti oleh lonjakan harga perak yang tak kalah fantastis, menandakan sentimen yang sangat kuat di pasar aset aman. Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia yang diperbarui pada pukul 08:26 WIB, […]

expand_less