Gambus: Musik Padang Pasir yang Mengakar di Budaya Melayu
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Rab, 6 Agu 2025
- visibility 15
- comment 0 komentar

Gambus adalah salah satu instrumen musik petik yang memiliki peran penting dalam khazanah musik tradisional Indonesia, terutama di kawasan Melayu. Alat musik ini, yang bentuknya mirip dengan kecapi, memiliki sejarah panjang yang berakar dari musik Timur Tengah dan Jazirah Arab. Kedatangannya ke Nusantara dibawa oleh para pedagang dan ulama dari Arab yang menyebarkan Islam, sehingga musik ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media dakwah.
Ciri khas musik gambus terletak pada instrumen utamanya, yaitu gambus, alat musik dawai berbentuk seperti buah labu yang dimainkan dengan cara dipetik. Alunan melodinya yang khas dan melankolis menciptakan suasana yang menenangkan, seringkali dipadukan dengan vokal yang membawakan lirik-lirik bernafaskan keagamaan, pujian, atau kisah-kisah Islami. Gambus juga sering diiringi oleh alat musik lain seperti gendang dan marawis, menghasilkan harmoni yang unik.
Di Indonesia, musik gambus sangat populer di kalangan masyarakat Melayu, terutama di Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, hingga Kalimantan Barat. Musik ini menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai acara adat dan keagamaan, seperti pernikahan, khitanan, hingga perayaan hari besar Islam. Di beberapa daerah, musik gambus juga dimainkan dalam pertunjukan tari tradisional, menambah nuansa magis dan keagamaan pada setiap gerakan.
Meskipun berasal dari budaya padang pasir, musik gambus telah mengalami akulturasi yang luar biasa dengan budaya lokal. Elemen-elemen musik dan lirik Melayu diserap dan diadaptasi, menciptakan genre musik baru yang tetap mempertahankan esensi aslinya namun dengan sentuhan lokal yang kental. Perpaduan ini menjadikan gambus sebagai bukti nyata kekayaan budaya Indonesia yang mampu menyatukan berbagai pengaruh menjadi satu kesatuan yang harmonis dan indah.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar