Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Kentrung: Seni Bertutur Penuh Makna dengan Iringan Rebana

Kentrung: Seni Bertutur Penuh Makna dengan Iringan Rebana

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Kentrung, sebuah kesenian tradisional dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, adalah seni bertutur yang memukau. Kesenian ini tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga merupakan media komunikasi, hiburan, dan pendidikan yang telah hidup selama berabad-abad. Uniknya, Kentrung dibawakan oleh seorang dalang yang mengisahkan cerita dengan diiringi tabuhan rebana, menciptakan suasana yang intim dan magis.

Pemain Kentrung, atau yang sering disebut dalang Kentrung, membawakan cerita-cerita yang beragam, mulai dari kisah-kisah babad (sejarah lokal), legenda, hingga cerita rakyat yang penuh dengan pesan moral. Dengan suara khasnya yang kadang diatur tinggi rendahnya dan mimik wajah yang ekspresif, dalang Kentrung berhasil menghidupkan setiap tokoh dalam cerita.

Alat musik utama yang digunakan adalah rebana, yang ditabuh secara ritmis untuk mengiringi alur cerita. Irama rebana ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring musik, tetapi juga sebagai penanda pergantian adegan, membangun ketegangan, atau menciptakan suasana haru dalam cerita. Irama yang dihasilkan sangat khas dan menjadi identitas dari kesenian Kentrung.

Salah satu daya tarik utama Kentrung adalah kemampuan improvisasi yang luar biasa dari dalang. Mereka sering kali menyisipkan humor, sindiran, dan kritik sosial yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, membuat pertunjukan terasa hidup dan dekat dengan penonton. Hal ini membuktikan bahwa Kentrung adalah kesenian yang dinamis dan mampu beradaptasi dengan zaman.

Sebagai warisan budaya yang tak ternilai, Kentrung adalah bukti kekayaan seni bertutur Indonesia yang patut kita lestarikan. Kesenian ini mengajarkan kita bahwa cerita-cerita sederhana yang dibalut dengan musik dan improvisasi dapat menyampaikan pesan yang mendalam.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menelusuri Jejak Uranium di Alam: Dari Batuan Purba Hingga Energi Masa Depan

    Menelusuri Jejak Uranium di Alam: Dari Batuan Purba Hingga Energi Masa Depan

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Uranium, sebuah logam berat radioaktif, sering kali diasosiasikan dengan energi nuklir dan teknologi canggih. Namun, tahukah Anda di mana uranium ditemukan dan bagaimana ia terbentuk? Unsur primordial ini ternyata memiliki jejak yang tersebar luas di kerak bumi, terbentuk melalui proses kosmik dan geologis yang memakan waktu miliaran tahun. Secara alami, uranium di alam dapat ditemukan […]

  • Ekonomi Kreatif: Mengubah Hobi Seni dan Budaya Menjadi Mesin Keuangan

    Ekonomi Kreatif: Mengubah Hobi Seni dan Budaya Menjadi Mesin Keuangan

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Pandangan bahwa seni dan budaya adalah bidang yang sulit menghasilkan uang kini telah usang. Di era digital saat ini, ekonomi kreatif telah membuktikan dirinya sebagai sektor yang kuat, mampu mengubah gairah (passion) menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Seni dan budaya bukan lagi sekadar hobi, melainkan aset berharga dengan potensi keuangan yang signifikan. Lalu, bagaimana sebenarnya […]

  • Biaya Peluang (Opportunity Cost): Konsep Ekonomi yang Akan Mengubah Cara Anda Mengambil Keputusan

    Biaya Peluang (Opportunity Cost): Konsep Ekonomi yang Akan Mengubah Cara Anda Mengambil Keputusan

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Setiap hari, kita dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari yang sederhana seperti memilih antara minum kopi atau teh, hingga keputusan besar yang mengubah hidup seperti melanjutkan studi atau bekerja. Di balik setiap pilihan yang kita ambil, ada sebuah konsep ekonomi fundamental yang bekerja tanpa kita sadari, yaitu Biaya Peluang atau Opportunity Cost. Secara sederhana, biaya […]

  • Golden Sunrise Sikunir: Menikmati Matahari Terbit Terbaik di Negeri Atas Awan

    Golden Sunrise Sikunir: Menikmati Matahari Terbit Terbaik di Negeri Atas Awan

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Bukit Sikunir adalah salah satu destinasi wisata paling populer di Dataran Tinggi Dieng. Tempat ini telah lama dikenal sebagai surga bagi para pemburu “Golden Sunrise”, sebuah julukan yang diberikan karena pemandangan matahari terbitnya yang spektakuler dan keemasan. Berada di ketinggian 2.263 meter di atas permukaan laut, Sikunir menawarkan pengalaman yang tak akan terlupakan. Untuk menyaksikan […]

  • Penipuan SIM Card Palsu: Bahaya dan Cara Mencegahnya Saat Pendaftaran

    Penipuan SIM Card Palsu: Bahaya dan Cara Mencegahnya Saat Pendaftaran

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Di tengah kemajuan teknologi telekomunikasi, kita semakin dimudahkan dalam berbagai hal. Namun, kemudahan ini juga membuka celah bagi para penipu untuk melancarkan aksinya, salah satunya melalui modus penipuan SIM card palsu. Modus ini kerap terjadi saat Anda melakukan pendaftaran atau registrasi kartu SIM baru, baik secara online maupun langsung. Bagaimana Penipuan Ini Bekerja? Modus penipuan […]

  • Gong Kebyar: Puncak Perkembangan Seni Karawitan Bali

    Gong Kebyar: Puncak Perkembangan Seni Karawitan Bali

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Gong Kebyar adalah sebuah genre musik gamelan yang menjadi salah satu mahakarya seni karawitan Bali. Namanya berasal dari kata “kebyar” yang berarti meledak, mencerminkan karakteristik musiknya yang dinamis, cepat, dan penuh kejutan. Gong Kebyar dianggap sebagai puncak dari perkembangan seni gamelan di Bali pada awal abad ke-20 dan telah mendominasi panggung-panggung seni tari hingga saat […]

expand_less