Seni Kriya Kulit Manding: Kualitas dan Keindahan dari Yogyakarta
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025
- visibility 10
- comment 0 komentar

Desa Manding, yang terletak di Bantul, Yogyakarta, telah lama dikenal sebagai sentra kerajinan kulit. Sejak puluhan tahun lalu, desa ini menjadi pusat bagi para pengrajin kulit untuk berkreasi, menghasilkan berbagai produk berkualitas tinggi yang tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga di pasar internasional. Keindahan dan kekuatan produk kulit dari Manding terletak pada perpaduan antara keterampilan tradisional dan inovasi desain modern.
Proses pembuatan setiap produk kulit di Manding adalah sebuah seni yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Mulai dari pemilihan bahan baku kulit yang berkualitas, proses penyamakan, hingga penjahitan yang rapi, semua tahapan dikerjakan dengan tangan-tangan terampil para pengrajin. Mereka mengolah berbagai jenis kulit, seperti kulit sapi, domba, dan kambing, menjadi produk-produk fungsional dan estetis.
Produk-produk yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari tas, dompet, jaket, sepatu, hingga ikat pinggang. Selain itu, ada juga kerajinan tangan berupa pajangan dan aksesori. Yang membedakan produk Manding adalah desainnya yang unik dan kental dengan sentuhan seni. Pengrajin seringkali menyisipkan ukiran atau hiasan tradisional, seperti motif batik, yang menambah nilai estetika dan keaslian produk. Ini membuat setiap produk tidak hanya berfungsi, tetapi juga menjadi sebuah karya seni yang dapat dinikmati.
Sebagai pusat kerajinan kulit, Manding tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi destinasi wisata belanja yang menarik. Sepanjang jalan utama desa, berjejer puluhan galeri dan toko yang memamerkan koleksi produk kulit. Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan, berinteraksi dengan para pengrajin, dan tentu saja, berbelanja produk-produk kulit asli dengan kualitas terbaik.
Seni kriya kulit Manding adalah cerminan dari semangat kewirausahaan dan kreativitas masyarakat Yogyakarta. Melalui produk-produk kulit yang mereka hasilkan, mereka tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menunjukkan bahwa kerajinan tangan lokal mampu bersaing dan bertahan di tengah gempuran produk-produk pabrikan.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar