Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Jipeng: Akulturasi Seni Tionghoa dan Tanji di Jawa Barat

Jipeng: Akulturasi Seni Tionghoa dan Tanji di Jawa Barat

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Jipeng adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik, merupakan hasil akulturasi budaya antara Tionghoa dan Tanji (nama lain untuk Gambang Kromong) yang berkembang di wilayah Jawa Barat, khususnya di Bekasi dan sekitarnya. Kesenian ini menggabungkan unsur musik, tari, dan drama dalam satu panggung, menciptakan harmoni yang khas dan menjadi cerminan dari keragaman budaya di Nusantara.

Nama Jipeng sendiri diambil dari dua instrumen utama yang digunakan, yaitu jengglong (sebuah instrumen perkusi dari gamelan) dan tehyan (alat musik gesek dari Tiongkok). Perpaduan antara alat musik tradisional Jawa dan Tionghoa ini menjadi inti dari musik Jipeng. Selain jengglong dan tehyan, orkestra Jipeng juga seringkali diperkaya dengan instrumen lain seperti kongahyan, sukong, dan gendang khas Betawi. Perpaduan ini menghasilkan melodi yang riang, dinamis, dan mudah dinikmati.

Dalam pertunjukannya, Jipeng membawakan berbagai cerita yang seringkali berpusat pada kisah-kisah percintaan, perjuangan, dan kehidupan sehari-hari yang dikemas dengan humor. Dialog dalam Jipeng seringkali menggunakan bahasa Betawi atau Sunda dengan logat yang lucu, menjadikan pertunjukan ini sangat interaktif dan dekat dengan penonton. Tarian yang mengiringi Jipeng juga menampilkan perpaduan gerakan yang dinamis, mencerminkan semangat budaya yang beragam.

Seni Jipeng tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk merekatkan hubungan sosial dan melestarikan nilai-nilai luhur. Di masa lalu, Jipeng sering dipentaskan pada acara-acara perayaan, seperti pesta pernikahan, khitanan, atau syukuran, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Meskipun menghadapi tantangan dari modernisasi, seni Jipeng tetap bertahan berkat kegigihan para seniman dan komunitas lokal. Upaya untuk merevitalisasi dan memperkenalkan seni ini kepada generasi muda terus dilakukan, sehingga warisan budaya ini tetap hidup. Jipeng adalah bukti nyata bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan dan menciptakan keindahan dalam keberagaman.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seni Pertunjukan Sisingaan dari Subang

    Seni Pertunjukan Sisingaan dari Subang

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Sisingaan adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik dan meriah berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. Pertunjukan ini menampilkan beberapa orang yang memanggul replika singa berukuran besar yang terbuat dari kayu atau bambu yang dihias sedemikian rupa dengan warna-warna cerah dan pernak-pernik yang menarik. Sisingaan bukan hanya sekadar atraksi visual, tetapi juga memiliki makna historis […]

  • Computer Vision: Bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) ‘Melihat’ Dunia

    Computer Vision: Bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) ‘Melihat’ Dunia

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda berpikir bagaimana sebuah mobil otonom dapat menavigasi jalanan yang ramai, atau bagaimana smartphone Anda bisa langsung mengenali wajah untuk membuka kunci? Kemampuan canggih ini dimungkinkan oleh sebuah cabang dari Kecerdasan Buatan (AI) yang disebut Computer Vision. Secara sederhana, Computer Vision adalah teknologi yang melatih komputer untuk ‘melihat’, menafsirkan, dan memahami informasi visual dari […]

  • Psikologi Positif dan Inovasi: Mengembangkan Kesejahteraan Individu dan Komunitas

    Psikologi Positif dan Inovasi: Mengembangkan Kesejahteraan Individu dan Komunitas

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Di tengah dinamika kehidupan modern yang penuh tekanan, psikologi positif hadir sebagai pendekatan yang berfokus pada pengembangan potensi dan kesejahteraan individu. Bukan hanya tentang mengatasi masalah, psikologi positif menggali kekuatan, emosi positif, makna hidup, hubungan yang sehat, dan pencapaian untuk meningkatkan kualitas hidup secara holistik. Ketika dipadukan dengan semangat inovasi, dampaknya bisa meluas hingga menciptakan […]

  • Screening di Pasar Tenaga Kerja: Cara Perusahaan Memilih Kandidat Terbaik

    Screening di Pasar Tenaga Kerja: Cara Perusahaan Memilih Kandidat Terbaik

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Dalam dunia ekonomi, screening adalah proses yang digunakan oleh pihak dengan informasi lebih sedikit untuk mengumpulkan data dan memilah pihak lain yang memiliki informasi lebih banyak. Di pasar tenaga kerja, ini adalah cara perusahaan (pihak dengan informasi lebih sedikit tentang kualitas pelamar) memilih kandidat terbaik dari sekumpulan pelamar. Proses ini krusial untuk mengatasi asimetri informasi—di […]

  • Membedah Fungsi PPATK sebagai Penjaga Gawang Sistem Keuangan Nasional

    Membedah Fungsi PPATK sebagai Penjaga Gawang Sistem Keuangan Nasional

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Dalam dunia sepak bola, penjaga gawang memiliki peran krusial untuk melindungi gawang dari serangan lawan. Mirip dengan itu, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) bertindak sebagai penjaga gawang yang melindungi sistem keuangan nasional Indonesia dari ancaman kejahatan finansial, terutama pencucian uang dan pendanaan terorisme. Perannya tidak hanya pasif, tetapi juga proaktif dalam menjaga integritas […]

  • Pertanian Zero Waste: Semua Limbah Menjadi Berkah

    Pertanian Zero Waste: Semua Limbah Menjadi Berkah

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Dalam sistem pertanian konvensional, limbah sering dianggap sebagai masalah yang harus dibuang, baik itu sisa tanaman, kotoran ternak, atau sisa panen yang tidak terjual. Namun, konsep pertanian zero waste mengubah paradigma ini sepenuhnya. Dengan pendekatan ini, semua limbah menjadi berkah, diolah kembali menjadi produk bernilai dan sumber daya yang bermanfaat, menciptakan sistem yang efisien, berkelanjutan, […]

expand_less