Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity): Mengapa Big Mac Harganya Beda di Tiap Negara?

Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity): Mengapa Big Mac Harganya Beda di Tiap Negara?

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
  • visibility 59
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda bepergian ke luar negeri dan terkejut melihat harga barang yang sama, seperti Big Mac, jauh berbeda dibandingkan di negara Anda? Fenomena ini bisa dijelaskan dengan konsep ekonomi yang disebut Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP). Sederhananya, PPP adalah teori yang menyatakan bahwa di pasar yang efisien, tingkat pertukaran (kurs) antara dua mata uang harusnya sama dengan rasio harga keranjang barang yang identik di kedua negara tersebut.

Teori Dasar PPP

Teori PPP didasarkan pada Hukum Satu Harga (Law of One Price), yang berpendapat bahwa barang yang identik harus dijual dengan harga yang sama di pasar berbeda, setelah memperhitungkan biaya transportasi dan tarif. Jika harga berbeda, akan ada arbitrase, di mana pedagang membeli barang di negara yang lebih murah dan menjualnya di negara yang lebih mahal, hingga harga kembali seimbang.

Namun, di dunia nyata, hukum ini jarang berlaku sempurna. Itulah mengapa The Economist menciptakan Indeks Big Mac, sebuah cara sederhana dan populer untuk mengukur PPP. Indeks ini membandingkan harga Big Mac di berbagai negara. Jika harga Big Mac di Indonesia, setelah dikonversi ke Dolar AS, lebih rendah daripada harga Big Mac di AS, maka rupiah dianggap under-valued (kurang nilai) terhadap dolar, dan sebaliknya.

Mengapa Harga Big Mac Berbeda?

Perbedaan harga ini terjadi karena berbagai faktor, di antaranya:

* Biaya Non-Perdagangan: Tidak semua biaya dalam membuat Big Mac bersifat perdagangan. Biaya sewa lahan, upah pekerja, dan biaya listrik di tiap negara sangat bervariasi. Faktor-faktor ini tidak bisa diperdagangkan, sehingga harganya tetap berbeda.

* Hambatan Perdagangan dan Transportasi: Tarif, pajak, dan biaya pengiriman membuat barang sulit berpindah secara bebas, sehingga arbitrase menjadi tidak efisien.

* Monopoli dan Persaingan: Tingkat persaingan dan struktur pasar di tiap negara juga berbeda, yang dapat memengaruhi penetapan harga.

PPP dalam Praktik Ekonomi

Meskipun PPP tidak akurat sebagai alat untuk memprediksi pergerakan kurs jangka pendek, konsep ini sangat penting dalam analisis ekonomi jangka panjang. Lembaga seperti IMF dan Bank Dunia menggunakan PPP untuk membandingkan PDB (Produk Domestik Bruto) antarnegara, karena perbandingan berbasis PPP memberikan gambaran yang lebih akurat tentang standar hidup riil dan ukuran ekonomi suatu negara. Ini karena PPP menghilangkan distorsi yang disebabkan oleh fluktuasi kurs mata uang nominal, yang seringkali tidak mencerminkan daya beli sebenarnya.

Jadi, Indeks Big Mac bukan sekadar lelucon; itu adalah ilustrasi yang sangat baik tentang mengapa PPP lebih akurat dalam mengukur nilai mata uang daripada kurs nominal.πŸ”

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluang Karier di Bidang Teknologi: Menjelajahi Berbagai Profesi di Industri Digital

    Peluang Karier di Bidang Teknologi: Menjelajahi Berbagai Profesi di Industri Digital

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Industri teknologi terus berkembang pesat, membuka gerbang bagi berbagai peluang karier menarik. Di era digital ini, hampir setiap sektor membutuhkan keahlian teknologi, menjadikan bidang ini sangat menjanjikan bagi para pencari kerja maupun profesional yang ingin beralih karier. Salah satu profesi yang sangat dicari adalah Pengembang Perangkat Lunak (Software Developer). Mereka bertanggung jawab merancang, membangun, dan […]

  • AI sebagai Asisten Kreatif: Era Baru Kolaborasi Manusia dan Mesin

    AI sebagai Asisten Kreatif: Era Baru Kolaborasi Manusia dan Mesin

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Anggapan bahwa kreativitas adalah ranah eksklusif manusia kini mulai bergeser dengan kehadiran Kecerdasan Buatan (AI). Alih-alih menggantikan, AI kini bertransformasi menjadi asisten kreatif yang kuat, membuka era baru kolaborasi antara manusia dan mesin untuk menghasilkan karya-karya inovatif yang sebelumnya tak terbayangkan. AI Generatif, salah satu cabang AI yang paling menonjol, menjadi motor penggerak utama dalam […]

  • Sejarah Komik Indonesia: Dari Legenda hingga Webtoon

    Sejarah Komik Indonesia: Dari Legenda hingga Webtoon

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Komik Indonesia memiliki sejarah panjang dan dinamis, mencerminkan perkembangan sosial dan budaya bangsa. Perjalanan ini dimulai jauh sebelum era digital, dari cetakan kertas yang menjadi hiburan utama hingga kini hadir dalam format digital yang dapat diakses melalui gawai. Era awal komik Indonesia dimulai sekitar tahun 1930-an, namun puncaknya terjadi pada dekade 1950-an hingga 1980-an. Masa […]

  • Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sistem pertanian konvensional yang seringkali bergantung pada input eksternal yang besar kini dianggap kurang berkelanjutan. Sebagai alternatif, permakultur menawarkan sebuah pendekatan revolusioner: mendesain sistem pertanian yang meniru alam. Lebih dari sekadar metode bertani, permakultur adalah filosofi desain yang berfokus pada pembangunan ekosistem yang produktif, stabil, dan lestari, […]

  • Brown Canyon Semarang: Pesona Grand Canyon Versi Lokal

    Brown Canyon Semarang: Pesona Grand Canyon Versi Lokal

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Jika Anda membayangkan tebing-tebing megah berwarna cokelat kemerahan yang menjulang tinggi, tak perlu jauh-jauh ke Arizona, Amerika. Di Semarang, Jawa Tengah, terdapat sebuah destinasi yang dijuluki “Grand Canyon-nya Semarang” atau Brown Canyon. Tempat ini bukanlah fenomena alam murni, melainkan bekas galian tambang yang telah beroperasi selama bertahun-tahun, membentuk tebing-tebing unik yang memukau. Terletak di daerah […]

  • Belajar dari Raksasa: Studi Kasus Perusahaan yang Sukses Bangkit dari Keterpurukan Saham

    Belajar dari Raksasa: Studi Kasus Perusahaan yang Sukses Bangkit dari Keterpurukan Saham

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Pasar saham penuh dengan volatilitas. Harga yang meroket hari ini bisa saja anjlok di kemudian hari. Namun, sejarah membuktikan bahwa tidak semua keterpurukan berakhir dengan kegagalan. Ada perusahaan yang mampu bangkit dari keterpurukan saham secara spektakuler, memberikan pelajaran berharga bagi para investor. Studi Kasus Ikonis: Apple Inc. Salah satu contoh paling ikonik adalah Apple Inc. […]

expand_less