Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

Mengenal Konsep Permintaan dan Penawaran: Bagaimana Harga Terbentuk di Pasar

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
  • visibility 99
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa harga suatu barang bisa naik atau turun? Jawabannya terletak pada dua kekuatan dasar ekonomi: permintaan dan penawaran. Memahami kedua konsep ini adalah kunci untuk menguraikan bagaimana harga keseimbangan terbentuk di pasar.

Permintaan mengacu pada kuantitas suatu barang atau jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode waktu tertentu. Hukum permintaan menyatakan bahwa, ceteris paribus (faktor lain tetap), ketika harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta akan cenderung turun, dan sebaliknya. Misalnya, jika harga kopi favorit Anda naik drastis, kemungkinan Anda akan mengurangi konsumsinya.

Di sisi lain, penawaran adalah kuantitas suatu barang atau jasa yang produsen bersedia dan mampu jual pada berbagai tingkat harga dalam periode waktu tertentu. Hukum penawaran menjelaskan bahwa, ceteris paribus, ketika harga suatu barang naik, jumlah barang yang ditawarkan juga akan cenderung naik. Produsen termotivasi untuk menjual lebih banyak saat harga tinggi karena berarti keuntungan yang lebih besar.

Bagaimana Harga Terbentuk? Titik Temu Permintaan dan Penawaran

Harga suatu barang di pasar terbentuk melalui interaksi antara permintaan dan penawaran. Bayangkan sebuah grafik di mana kurva permintaan (menurun dari kiri atas ke kanan bawah) berpotongan dengan kurva penawaran (naik dari kiri bawah ke kanan atas). Titik perpotongan inilah yang disebut sebagai harga keseimbangan (equilibrium price) dan kuantitas keseimbangan (equilibrium quantity).

Pada titik keseimbangan, jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Tidak ada kelebihan pasokan (surplus) maupun kekurangan pasokan (shortage). Jika harga di atas titik keseimbangan, akan terjadi surplus, mendorong produsen menurunkan harga. Sebaliknya, jika harga di bawah titik keseimbangan, akan terjadi shortage, mendorong konsumen untuk bersedia membayar lebih tinggi, sehingga harga naik.

Dengan memahami dinamika permintaan dan penawaran, kita dapat melihat bagaimana kekuatan pasar secara alami membentuk harga untuk mencapai keseimbangan antara keinginan konsumen dan kemampuan produsen. Ini adalah fondasi penting dalam memahami ekonomi pasar.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CRISPR-Cas9: Revolusi Rekayasa Genetika untuk Tanaman Unggul

    CRISPR-Cas9: Revolusi Rekayasa Genetika untuk Tanaman Unggul

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Industri pertanian terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen demi memenuhi kebutuhan pangan global. Salah satu teknologi paling revolusioner yang muncul adalah CRISPR-Cas9, sebuah alat rekayasa genetika yang sangat presisi. Teknologi ini membuka era baru dalam pemuliaan tanaman, memungkinkan ilmuwan menciptakan tanaman unggul yang lebih kuat, lebih produktif, dan lebih bergizi. Cara […]

  • Obligasi Hijau: Investasi Berkelanjutan di Pasar Modal

    Obligasi Hijau: Investasi Berkelanjutan di Pasar Modal

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Kesadaran akan isu-isu lingkungan dan perubahan iklim mendorong transformasi di berbagai sektor, termasuk pasar modal. Salah satu instrumen investasi yang semakin populer adalah obligasi hijau. Obligasi hijau adalah surat utang yang dana hasil penerbitannya secara eksklusif digunakan untuk membiayai atau membiayai kembali proyek-proyek yang memberikan manfaat positif bagi lingkungan. Ini menjadikan obligasi hijau sebagai pilihan […]

  • Misi Langka Bertemu Badak Jawa: Petualangan di Pulau Peucang

    Misi Langka Bertemu Badak Jawa: Petualangan di Pulau Peucang

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Bagi para petualang sejati, Taman Nasional Ujung Kulon menawarkan salah satu misi paling langka dan menantang: bertemu langsung dengan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Meskipun badak Jawa tidak hidup di Pulau Peucang, pulau ini sering dijadikan basecamp strategis untuk memulai petualangan menuju habitat mereka. Pulau Peucang sendiri adalah permata dengan keindahan alam yang memukau. Pulau Peucang: […]

  • Berpikir Kritis: Kunci Memecahkan Masalah dan Mengambil Keputusan Tepat

    Berpikir Kritis: Kunci Memecahkan Masalah dan Mengambil Keputusan Tepat

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Di tengah lautan informasi dan kompleksitas dunia modern, kemampuan berpikir kritis bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, melainkan sebuah keharusan. Ini adalah fondasi utama untuk memecahkan masalah secara efektif dan mengambil keputusan tepat dalam setiap aspek kehidupan, dari urusan personal hingga profesional. Berpikir kritis adalah proses menganalisis informasi secara objektif, mengidentifikasi bias, mengevaluasi argumen, dan membentuk […]

  • Peran Edukasi PPATK: Mencegah Kejahatan Keuangan Sejak Dini

    Peran Edukasi PPATK: Mencegah Kejahatan Keuangan Sejak Dini

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Kejahatan finansial, khususnya pencucian uang, bukanlah masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan penindakan hukum. PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) menyadari bahwa edukasi dan sosialisasi adalah kunci untuk membangun sistem pertahanan yang kuat. Melalui pendekatan preventif ini, PPATK berupaya menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat agar tidak menjadi korban atau bahkan terlibat dalam kejahatan keuangan, […]

  • Quantitative Tightening (QT): Kebalikan dari QE dan Dampaknya bagi Pasar Keuangan

    Quantitative Tightening (QT): Kebalikan dari QE dan Dampaknya bagi Pasar Keuangan

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jika kita akrab dengan istilah Quantitative Easing (QE), maka kebalikannya adalah Quantitative Tightening (QT). Selama periode krisis atau resesi, bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed) di AS atau Bank Indonesia sering melakukan QE dengan membeli aset (terutama obligasi pemerintah) untuk menyuntikkan likuiditas ke pasar dan menurunkan suku bunga jangka panjang. Nah, QT adalah proses […]

expand_less