Sabtu, 30 Agu 2025
light_mode
Beranda » Agama » Hukum Umrah bagi Anak-anak dan Lansia

Hukum Umrah bagi Anak-anak dan Lansia

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar

Menunaikan ibadah umrah adalah dambaan setiap Muslim. Namun, bagaimana hukumnya jika yang beribadah adalah anak-anak dan lansia? Pertanyaan ini sering muncul karena kondisi fisik dan pemahaman yang berbeda. Berikut adalah penjelasan lengkapnya agar ibadah tetap sah dan berkah.

Hukum Umrah untuk Anak-anak

Umrah bagi anak-anak yang belum balig hukumnya sah dan mereka akan mendapatkan pahala. Akan tetapi, umrah tersebut dianggap sebagai umrah sunah, bukan umrah wajib. Artinya, setelah anak tersebut balig, ia tetap memiliki kewajiban untuk menunaikan umrah wajibnya.

Jika anak sudah mumayyiz (mampu membedakan yang baik dan buruk), ia bisa melaksanakan manasik umrah sendiri dengan bimbingan orang tua. Namun, jika anak masih kecil dan belum mumayyiz, orang tua bisa mewakilkan niat ihram untuknya. Selama tawaf, sa’i, dan tahallul, anak bisa digendong atau didampingi. Dengan demikian, umrah anak tetap sah dan mendapatkan keberkahan.

Hukum Umrah untuk Lansia

Bagi lansia yang memiliki kemampuan fisik dan finansial, hukum umrahnya adalah wajib jika belum pernah melaksanakannya. Namun, Islam sangat memperhatikan kemudahan bagi umatnya. Jika lansia tersebut tidak mampu secara fisik untuk melakukan tawaf dan sa’i sendiri, diperbolehkan untuk menggunakan kursi roda atau skuter listrik.

Meskipun lansia seringkali memiliki keterbatasan, ibadah umrah bisa menjadi pengalaman spiritual yang mendalam. Kunci utamanya adalah persiapan yang matang, mulai dari konsultasi kesehatan, memilih paket umrah yang ramah lansia, hingga memastikan ada pendamping yang bisa membantu. Dengan persiapan yang tepat, lansia tetap bisa menunaikan ibadah umrah dengan nyaman dan khusyuk, serta mendapatkan pahala yang sempurna.

Dengan memahami hukum umrah bagi anak-anak dan lansia, umat Muslim bisa mempersiapkan ibadah ini dengan lebih baik. Setiap kondisi fisik tidak menjadi penghalang untuk meraih keberkahan di Tanah Suci.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidrogen Hijau: Teknologi Kunci Produksi Bahan Bakar Bersih Masa Depan

    Hidrogen Hijau: Teknologi Kunci Produksi Bahan Bakar Bersih Masa Depan

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Di tengah komitmen global dan nasional menuju Net Zero Emission pada tahun 2060, pencarian sumber bahan bakar bersih menjadi prioritas utama. Salah satu kandidat terkuat yang kini menjadi sorotan dunia adalah hidrogen hijau (green hydrogen). Berbeda dari bahan bakar fosil, hidrogen hijau menawarkan sumber energi padat yang sepenuhnya bebas emisi, menjadikannya pilar penting dalam strategi […]

  • Seni Tatah Sungging: Keindahan di Balik Wayang Kulit

    Seni Tatah Sungging: Keindahan di Balik Wayang Kulit

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Seni Tatah Sungging adalah proses pembuatan wayang kulit yang sangat rumit dan membutuhkan keterampilan tingkat tinggi. Istilah ini merujuk pada dua tahapan utama: tatah (memahat atau mengukir) dan sungging (mewarnai atau melukis). Tanpa kedua proses ini, wayang kulit tidak akan memiliki detail yang indah dan karakter yang kuat seperti yang kita kenal. Seni ini adalah […]

  • Merayakan Keheningan Suci: Pengalaman Nyepi yang Tak Ada Duanya di Bali

    Merayakan Keheningan Suci: Pengalaman Nyepi yang Tak Ada Duanya di Bali

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Bali, yang dikenal dengan julukan Pulau Dewata, menawarkan berbagai keunikan budaya yang memikat. Salah satunya adalah Nyepi, Hari Raya Suci umat Hindu yang dirayakan dengan cara yang sangat khas dan mendalam. Lebih dari sekadar hari libur, Nyepi adalah momen introspeksi dan penyucian diri yang menciptakan pengalaman hening yang benar-benar tak ada duanya. Setahun sekali, selama […]

  • Kejutan di Balik Kilauan: Harga Emas Tiba-tiba Menyusut!

    Kejutan di Balik Kilauan: Harga Emas Tiba-tiba Menyusut!

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Kabar menarik bagi para investor dan pengamat pasar: harga emas, aset safe-haven yang selalu menjadi incaran, baru-baru ini menunjukkan penurunan. Berdasarkan pantauan terkini dari Logam Mulia (seperti yang terlihat pada gambar), harga emas per gram tercatat sebesar Rp1.924.000, mengalami penurunan sebesar Rp16.000 dari harga sebelumnya yaitu Rp1.940.000. Perubahan terakhir tercatat pada tanggal 4 Juni 2025 […]

  • Mendorong Kemajuan: Peran Vital Pemerintah dalam Kebijakan Publik yang Mendukung Inovasi

    Mendorong Kemajuan: Peran Vital Pemerintah dalam Kebijakan Publik yang Mendukung Inovasi

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Inovasi adalah jantung dari pertumbuhan ekonomi dan daya saing sebuah bangsa. Namun, inovasi tidak lahir di ruang hampa; ia memerlukan ekosistem yang subur untuk bertumbuh. Di sinilah peran pemerintah menjadi sangat krusial. Melalui kebijakan publik yang mendukung inovasi, pemerintah bertindak sebagai katalisator utama yang membentuk lingkungan kondusif bagi para inovator untuk berkarya dan berkembang. Strategi […]

  • Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Di padang sabana Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebuah tradisi kuno yang mendebarkan berlangsung setiap tahunnya: Pasola. Dilihat sepintas, Pasola tampak seperti perang sungguhan antar dua kelompok ksatria berkuda yang saling melempar lembing kayu. Namun, di balik adegan yang keras ini, tersimpan makna dan filosofi mendalam yang berakar dari kepercayaan asli Sumba, Marapu. Pasola bukanlah ajang […]

expand_less