Tips Foto dan Dokumentasi yang Etis Selama Umrah
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sab, 16 Agu 2025
- visibility 19
- comment 0 komentar

Mendokumentasikan momen-momen suci selama umrah adalah hal yang wajar. Namun, di Tanah Suci, ada etika dan adab yang harus dijaga agar kegiatan foto dan video tidak mengganggu kekhusyukan jamaah lain atau melanggar kesucian tempat. Berikut adalah tips agar dokumentasi Anda tetap etis dan beretika.
1. Niatkan untuk Beribadah, Bukan Berfoto
Prioritas utama Anda di Tanah Suci adalah beribadah. Foto dan video hanyalah bonus. Jangan sampai niat awal Anda bergeser dari mencari rida Allah menjadi mencari konten semata. Simpan ponsel Anda saat melakukan rukun umrah seperti tawaf dan sa’i. Fokuslah pada setiap doa dan langkah Anda.
2. Jaga Privasi Jamaah Lain
Di kedua masjid suci, Anda akan berada di tengah jutaan orang dari berbagai latar belakang. Hindari mengambil foto atau video yang menampilkan wajah jamaah lain secara jelas tanpa izin mereka. Banyak orang datang untuk beribadah dengan tenang dan tidak ingin privasi mereka terganggu. Hormati hak mereka.
3. Batasi Penggunaan Gawai di Area Ibadah
Pemerintah Arab Saudi melarang keras penggunaan gawai untuk mengambil foto atau video di beberapa area sakral, seperti di depan Hajar Aswad, Raudhah, atau di dekat makam Rasulullah SAW. Aturan ini dibuat untuk menjaga ketenangan dan kekhusyukan. Patuhi peraturan tersebut dan nikmati momen spiritual Anda tanpa terdistraksi.
4. Gunakan Lensa yang Tepat
Jika Anda ingin mengambil foto pemandangan masjid atau keramaian secara umum, gunakan lensa yang lebar. Hindari penggunaan lensa tele atau zoom yang dapat membuat Anda terlihat seperti sedang mengintai atau mengambil foto orang lain dari jarak jauh. Pilihlah sudut yang baik dan tidak mengganggu jamaah.
5. Ceritakan Kisah, Bukan Sekadar Objek Wisata
Jadikan foto dan video Anda sebagai sarana untuk berbagi kebaikan. Ceritakan kisah spiritual Anda, momen-momen haru, atau keindahan Islam yang Anda temukan. Dokumentasi yang baik adalah yang dapat menginspirasi orang lain, bukan hanya sekadar pamer.
Dengan mengikuti etika ini, Anda bisa mendokumentasikan perjalanan spiritual Anda dengan cara yang bijak dan penuh adab, tanpa mengurangi kekhusyukan dan kesucian ibadah.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar