Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Bau Nyale: Legenda Putri Mandalika dan Festival Cacing Laut di Lombok

Bau Nyale: Legenda Putri Mandalika dan Festival Cacing Laut di Lombok

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
  • visibility 140
  • comment 0 komentar

Setiap tahun, biasanya antara bulan Februari dan Maret, masyarakat Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, merayakan sebuah tradisi unik yang disebut Bau Nyale. Secara harfiah berarti “menangkap cacing laut”, festival ini lebih dari sekadar aktivitas nelayan; ia adalah perayaan yang berakar kuat pada legenda Putri Mandalika yang dramatis dan penuh pengorbanan.

Legenda Pengorbanan Sang Putri

Festival ini tak bisa dilepaskan dari kisah Putri Mandalika, seorang putri dari Kerajaan Tonjang Beru yang terkenal akan kecantikan dan kebijaksanaannya. Banyak pangeran dari berbagai kerajaan ingin mempersuntingnya, yang memicu persaingan sengit dan ancaman peperangan.

Untuk menghindari pertumpahan darah dan menjaga kedamaian di tanahnya, Putri Mandalika membuat keputusan tragis. Ia mengumumkan akan memberikan jawaban di Pantai Seger, namun sesampainya di sana, ia justru terjun ke laut. Menurut legenda, ia berjanji akan kembali setiap tahun untuk membawa kesejahteraan bagi rakyatnya dalam wujud nyale, cacing laut berwarna-warni yang muncul sekali setahun.

Ritual Pembawa Berkah

Kini, Festival Bau Nyale menjadi acara tahunan yang ditunggu-tunggu. Ribuan orang akan berkumpul di sepanjang pantai selatan Lombok, seperti Pantai Seger dan Kuta Mandalika, sejak dini hari untuk bersama-sama menangkap nyale. Kemunculan cacing ini disambut dengan sorak-sorai dan kegembiraan.

Bagi masyarakat Sasak, nyale bukanlah sekadar cacing. Ia adalah jelmaan sang putri yang dipercaya membawa berkah, kesuburan bagi lahan pertanian, dan kemakmuran untuk tahun yang akan datang. Nyale yang ditangkap biasanya diolah menjadi hidangan lezat seperti pepes atau disebarkan di sawah.

Lebih dari sekadar festival, Bau Nyale adalah penghormatan terhadap nilai pengorbanan demi kedamaian, sebuah ritual syukur, dan pesta rakyat yang mempererat ikatan sosial masyarakat Lombok.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Museum Angkut: Pameran Transportasi Spektakuler di Kota Batu

    Museum Angkut: Pameran Transportasi Spektakuler di Kota Batu

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Mencari destinasi wisata unik yang memadukan edukasi, sejarah, dan spot foto Instagramable? Museum Angkut di Kota Batu, Malang, adalah jawabannya. Museum ini tidak sekadar memamerkan koleksi kendaraan, tetapi juga mengajak pengunjung dalam perjalanan waktu menelusuri sejarah transportasi dari masa ke masa dengan cara yang sangat menarik dan spektakuler.     Mengelilingi Dunia dalam Satu Hari […]

  • Pajak Investasi di Indonesia: Apa Saja yang Perlu Anda Tahu?

    Pajak Investasi di Indonesia: Apa Saja yang Perlu Anda Tahu?

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Berinvestasi adalah salah satu cara terbaik untuk mengembangkan aset, namun memahami kewajiban pajaknya adalah kunci agar keuntungan tidak tergerus. Di Indonesia, setiap instrumen investasi memiliki aturan pajak investasi yang berbeda. Mengetahuinya akan membantu Anda menyusun strategi investasi yang lebih efisien dan patuh terhadap peraturan. Berikut adalah panduan singkat mengenai pajak untuk beberapa instrumen investasi populer […]

  • Kearifan Lokal Suku Kajang Ammatoa: Hidup Harmonis dengan Alam Sulawesi Selatan

    Kearifan Lokal Suku Kajang Ammatoa: Hidup Harmonis dengan Alam Sulawesi Selatan

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Di pedalaman Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bulukumba, terdapat sebuah komunitas adat yang sangat menjunjung tinggi kearifan lokal dalam menjaga lingkungan, yaitu Suku Kajang Ammatoa. Mereka dikenal dengan filosofi hidup “Kamase-masea” yang mengajarkan kesederhanaan dan hidup harmonis dengan alam. Masyarakat Ammatoa memiliki aturan adat yang sangat kuat dan dipimpin oleh seorang pemimpin spiritual yang disebut […]

  • Amed & Tulamben: Menyelami Surga Bawah Laut dan Sejarah Bangkai Kapal USAT Liberty

    Amed & Tulamben: Menyelami Surga Bawah Laut dan Sejarah Bangkai Kapal USAT Liberty

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Di pesisir timur Bali yang tenang, tersembunyi surga bagi para penyelam dari seluruh dunia: Amed dan Tulamben. Kawasan ini menawarkan pengalaman menyelam yang unik, memadukan kekayaan hayati laut yang memukau dengan potongan sejarah Perang Dunia II yang legendaris, yaitu bangkai kapal USAT Liberty. Daya tarik utama yang menjadikan Tulamben wajib dikunjungi adalah Bangkai Kapal USAT […]

  • Scam “Halo Mama”: Modus Penipuan yang Menyasar Keluarga

    Scam “Halo Mama”: Modus Penipuan yang Menyasar Keluarga

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda menerima telepon atau pesan singkat dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai anak atau anggota keluarga yang sedang dalam kesulitan? Inilah yang disebut dengan scam “Halo Mama”, atau sering juga dikenal sebagai modus penipuan “Hello Mom”. Modus ini sangat efektif karena menyasar langsung ke hati dan emosi kita, memanfaatkan ikatan keluarga yang kuat. […]

  • Pura Tirta Empul: Merasakan Ritual Melukat di Sumber Air Suci Tampaksiring

    Pura Tirta Empul: Merasakan Ritual Melukat di Sumber Air Suci Tampaksiring

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Terletak di Tampaksiring, Pura Tirta Empul adalah salah satu pura air paling suci dan dihormati di Bali. Lebih dari sekadar destinasi wisata, tempat ini menawarkan pengalaman spiritual mendalam melalui ritual penyucian diri yang dikenal sebagai melukat. Pengunjung dari seluruh dunia datang untuk merasakan langsung kesegaran dan kesucian mata air yang telah mengalir selama lebih dari […]

expand_less