Minggu, 22 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Bika Ambon: Kue Berserat yang Bukan Berasal dari Ambon

Bika Ambon: Kue Berserat yang Bukan Berasal dari Ambon

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Mendengar namanya, orang mungkin langsung mengira Bika Ambon berasal dari kota Ambon. Namun, siapa sangka, kue dengan tekstur unik dan rasa manis legit ini justru merupakan ikon kuliner khas Medan, Sumatera Utara. Teka-teki asal-usul namanya memang menjadi daya tarik tersendiri, menambah misteri pada kelezatan kue berserat ini yang telah memikat banyak lidah.

Bika Ambon dikenal dengan ciri khasnya: serat-serat halus yang terbentuk di dalamnya, menyerupai sarang lebah, dan tekstur yang kenyal namun lembut. Kue ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung tapioka, santan, telur, gula, dan ragi. Proses pembuatannya pun cukup panjang dan memerlukan kesabaran, terutama dalam tahap fermentasi adonan yang berperan penting dalam menciptakan serat-serat sempurna.

Ada beberapa teori mengenai asal nama “Bika Ambon”. Salah satu yang paling populer menyebutkan bahwa nama “Ambon” diambil dari Jalan Ambon di Medan, tempat pertama kali kue ini dijual dan menjadi populer. Teori lain mengaitkan nama tersebut dengan rempah-rempah yang digunakan, seperti vanila, yang dulu banyak diperdagangkan melalui pelabuhan Ambon. Apapun asal-usul namanya, yang jelas Bika Ambon telah menjadi identitas kuliner Medan yang tak terbantahkan.

Kelezatan Bika Ambon tak hanya terletak pada teksturnya yang unik, tetapi juga pada rasa manis gurihnya yang pas, seringkali diperkaya dengan aroma pandan, durian, atau moka. Kue ini menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan, sekaligus hidangan istimewa dalam berbagai acara keluarga.

Bika Ambon adalah bukti bagaimana sebuah hidangan dapat memiliki cerita yang menarik di balik namanya, sambil tetap menjadi simbol kebanggaan daerah. Ia adalah mahakarya kuliner yang melampaui batas geografis namanya, menyatukan banyak orang dalam kenikmatan setiap gigitan kue berserat yang memukau ini.

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Internasional dalam Inovasi: Menyatukan Kekuatan untuk Kemajuan Bersama

    Kolaborasi Internasional dalam Inovasi: Menyatukan Kekuatan untuk Kemajuan Bersama

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Di tengah kompleksitas tantangan global dan persaingan yang ketat, tidak ada satu negara atau entitas pun yang dapat berinovasi sendirian. Kolaborasi internasional kini menjadi kunci strategis untuk mengakselerasi kemajuan, menyatukan kekuatan dari berbagai penjuru dunia demi menciptakan solusi terobosan. Pendekatan ini memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan, sumber daya, dan keahlian yang melintasi batas geografis. Manfaat utama […]

  • Menyibak Tabir Atom: Rekomendasi Film Dokumenter tentang Uranium dan Dampaknya

    Menyibak Tabir Atom: Rekomendasi Film Dokumenter tentang Uranium dan Dampaknya

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Uranium, elemen kontroversial yang menjadi jantung tenaga nuklir dan senjata pemusnah massal, telah menjadi subjek berbagai film dokumenter yang menggugah pikiran. Melalui riset mendalam, wawancara dengan para ahli dan saksi mata, serta arsip yang jarang terlihat, film-film ini menawarkan pandangan komprehensif tentang uranium dan dampaknya terhadap dunia kita. Bagi siapa pun yang ingin memahami lebih […]

  • Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    Pasola: Ritual Perang Berkuda Penuh Darah dan Makna di Sumba

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Di padang sabana Sumba, Nusa Tenggara Timur, sebuah tradisi kuno yang mendebarkan berlangsung setiap tahunnya: Pasola. Dilihat sepintas, Pasola tampak seperti perang sungguhan antar dua kelompok ksatria berkuda yang saling melempar lembing kayu. Namun, di balik adegan yang keras ini, tersimpan makna dan filosofi mendalam yang berakar dari kepercayaan asli Sumba, Marapu. Pasola bukanlah ajang […]

  • Menjaga Tanaman, Menghemat Air: Inovasi Irigasi Bawah Permukaan

    Menjaga Tanaman, Menghemat Air: Inovasi Irigasi Bawah Permukaan

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Kelangkaan air bersih dan tantangan perubahan iklim menuntut sektor pertanian untuk lebih efisien dalam penggunaan air. Salah satu inovasi paling menjanjikan adalah irigasi bawah permukaan atau Subsurface Drip Irrigation (SDI). Berbeda dengan irigasi konvensional, metode ini mengalirkan air langsung ke akar tanaman, meminimalkan pemborosan dan mengoptimalkan setiap tetes air. Bagaimana Irigasi Bawah Permukaan Bekerja? Alih-alih […]

  • Glamping Lakeside Rancabali: Pengalaman Menginap Unik di Tepi Situ Patenggang

    Glamping Lakeside Rancabali: Pengalaman Menginap Unik di Tepi Situ Patenggang

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Mencari pengalaman menginap yang tak terlupakan di Bandung? Glamping Lakeside Rancabali menawarkan konsep glamping (glamorous camping) yang unik dan mewah di tepi Situ Patenggang, sebuah danau indah di kawasan Ciwidey. Dengan perpaduan antara kenyamanan fasilitas modern dan keindahan alam yang menawan, Glamping Lakeside Rancabali menjadi pilihan ideal untuk liburan romantis, семейный отдых, atau sekadar melepaskan […]

  • Accera Kalompoang: Mengungkap Keagungan Ritual Pencucian Pusaka Kerajaan Gowa

    Accera Kalompoang: Mengungkap Keagungan Ritual Pencucian Pusaka Kerajaan Gowa

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Sulawesi Selatan menyimpan jejak kejayaan kerajaan-kerajaan masa lalu yang kaya akan tradisi dan ritual. Salah satu ritual sakral yang masih dilestarikan hingga kini adalah Accera Kalompoang. Secara harfiah, “Accera” berarti membersihkan atau mencuci, dan “Kalompoang” merujuk pada benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa. Ritual ini merupakan upacara adat tahunan yang sarat makna sejarah dan budaya. Accera […]

expand_less