Bikin Kopi Manggarai: Lebih dari Sekadar Menyeduh, Tradisi Diplomasi yang Hangat
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sel, 15 Jul 2025
- visibility 30
- comment 0 komentar

Di dataran tinggi Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, tradisi Bikin Kopi bukan hanya sekadar rutinitas harian atau cara menjamu tamu. Lebih dari itu, Bikin Kopi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik diplomasi dan musyawarah masyarakat setempat. Aroma kopi yang semerbak seringkali mengiringi proses pengambilan keputusan penting dan penyelesaian sengketa, menjadikannya sebuah tradisi yang unik dan sarat makna.
Filosofi di Balik Ritual Menyeduh Kopi
Proses Bikin Kopi di Manggarai dilakukan dengan cermat dan penuh kesabaran. Mulai dari pemilihan biji kopi lokal yang berkualitas, proses penggilingan manual, hingga teknik penyeduhan tradisional menggunakan air panas yang mendidih, setiap langkah memiliki nilai filosofis tersendiri. Kesabaran dalam menyeduh kopi mencerminkan pentingnya ketelitian dan pertimbangan matang dalam setiap pengambilan keputusan. Aroma kopi yang perlahan menyebar menciptakan suasana yang tenang dan kondusif untuk berdiskusi.
Ruang Dialog dan Musyawarah
Rumah adat (mbaru niang) atau lopo (gubuk pertemuan) sering menjadi tempat dilaksanakannya tradisi Bikin Kopi dalam konteks musyawarah. Para tokoh adat, perwakilan keluarga, atau anggota masyarakat berkumpul untuk membahas berbagai persoalan, mulai dari masalah pertanian, sengketa lahan, hingga perencanaan kegiatan komunal. Sajian kopi menjadi “bahan bakar” percakapan, menciptakan kehangatan dan keakraban di antara para peserta. Sambil menikmati secangkir kopi, ide dan gagasan mengalir bebas, mencari mufakat untuk kepentingan bersama.
Simbol Persatuan dan Persahabatan
Menyuguhkan kopi terbaik kepada tamu yang datang untuk berunding adalah wujud penghormatan dan niat baik. Tradisi Bikin Kopi dalam konteks ini melambangkan keterbukaan untuk berdialog dan mencari solusi bersama. Cangkir-cangkir kopi yang dihidangkan menjadi simbol persatuan dan persahabatan, membangun jembatan komunikasi yang efektif.
Kesimpulan
Tradisi Bikin Kopi di Manggarai adalah contoh nyata bagaimana sebuah kebiasaan sederhana dapat memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam. Lebih dari sekadar minuman, kopi menjadi medium diplomasi, musyawarah, dan perekat kebersamaan masyarakat Manggarai, menjadikannya warisan budaya yang patut untuk terus dilestarikan dan dipelajari.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar