Pempek: Legenda Kapal Selam dari Tepian Musi
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 22 Agu 2025
- visibility 8
- comment 0 komentar

Pempek, hidangan ikonik dari Palembang, Sumatera Selatan, bukan sekadar camilan olahan ikan, melainkan juga sebuah legenda kuliner yang dicintai. Salah satu varian paling populer adalah Pempek Kapal Selam, yang namanya saja sudah membangkitkan rasa penasaran. Di balik kelezatannya, tersimpan cerita dan proses pembuatan yang unik, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari identitas Palembang.
Pempek terbuat dari adonan ikan giling (biasanya ikan belida atau gabus) yang dicampur dengan tepung sagu, air, dan sedikit garam. Campuran ini kemudian diolah menjadi berbagai bentuk dan ukuran, yang masing-masing memiliki nama dan isian berbeda. Namun, yang paling terkenal adalah Pempek Kapal Selam, yang mendapatkan namanya karena bentuknya yang besar dan isinya berupa sebutir telur ayam utuh yang “ditenggelamkan” ke dalam adonan.
Proses pembuatan Pempek Kapal Selam adalah sebuah seni. Dengan tangan terampil, adonan ikan dibentuk menjadi kantong, lalu telur mentah dimasukkan ke dalamnya, dan adonan ditutup kembali dengan hati-hati. Adonan ini kemudian direbus hingga mengapung, pertanda matang, yang secara visual mirip dengan kapal selam yang muncul ke permukaan. Setelah direbus, pempek digoreng hingga luarnya renyah dan berwarna keemasan.
Namun, kelezatan pempek tidak lengkap tanpa kuah cuka yang pedas, manis, dan asam. Kuah cuka ini terbuat dari gula merah, cuka, bawang putih, cabai rawit, dan garam. Kombinasi rasa dari pempek yang gurih dan kenyal, berpadu dengan kuah cuka yang segar, menciptakan ledakan rasa di lidah yang sulit dilupakan.
Pempek adalah cerminan dari kekayaan kuliner Palembang yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyimpan cerita dan kearifan lokal. Dari warung sederhana hingga restoran mewah, Pempek terus menjadi primadona dan kebanggaan bagi masyarakat Palembang.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar