Salawat Dulang: Dakwah Lewat Sastra Lisan di Minangkabau
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sen, 11 Agu 2025
- visibility 10
- comment 0 komentar

Salawat Dulang adalah sebuah seni pertunjukan tradisional yang unik dari Minangkabau, Sumatera Barat. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media dakwah yang efektif, menggabungkan unsur sastra lisan dengan alunan musik dan humor. Nama “Salawat Dulang” sendiri berasal dari dua kata: salawat yang berarti pujian kepada Nabi Muhammad SAW, dan dulang yang merujuk pada piring logam besar yang dipukul sebagai pengiring musik.
Dalam pertunjukannya, biasanya ada dua orang seniman atau tukang salawat yang duduk berhadapan. Mereka akan membawakan syair-syair yang sarat akan ajaran Islam, kisah-kisah nabi, serta nasihat-nasihat moral yang disampaikan dalam bahasa Minang yang puitis. Alur cerita dan dialog yang dibawakan bersifat spontan dan improvisasi, seringkali diselingi dengan adu pantun atau lawakan-lawakan ringan yang mengundang tawa penonton. Humor ini menjadi bumbu yang membuat pesan dakwah menjadi lebih mudah diterima dan tidak terasa menggurui.
Alat musik utama dalam Salawat Dulang adalah dua buah dulang (piring logam besar) yang diletakkan di antara kedua pemain. Dulang ini dipukul dengan ritme yang dinamis dan bervariasi, menciptakan irama yang khas dan mengiringi setiap bait syair. Sesekali, mereka juga akan saling beradu dulang untuk menambah semarak pertunjukan.
Fungsi utama Salawat Dulang adalah sebagai media dakwah. Pertunjukan ini sering dipentaskan pada acara-acara keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi, maupun acara-acara adat seperti pernikahan dan sunatan. Melalui seni ini, nilai-nilai keagamaan, sejarah Islam, dan kearifan lokal terus diwariskan dari generasi ke generasi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Sebagai warisan budaya yang berharga, Salawat Dulang terus dijaga kelestariannya. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi, seni ini tetap hidup dan terus menjadi bagian dari identitas budaya Minangkabau. Salawat Dulang adalah bukti nyata bahwa seni dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan ajaran agama dan nilai-nilai luhur.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar