Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Seni Lukis Kaca Cirebon: Warisan yang Hampir Terlupakan

Seni Lukis Kaca Cirebon: Warisan yang Hampir Terlupakan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Seni lukis kaca Cirebon adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang unik dan memiliki sejarah panjang. Seni ini bukan sekadar melukis di atas kaca, melainkan sebuah teknik yang rumit, di mana seniman melukis dari bagian belakang kaca sehingga gambar terlihat dari sisi depannya. Keunikan teknik ini menciptakan efek visual yang mempesona dan berbeda dari lukisan biasa.

Sejarah seni lukis kaca di Cirebon erat kaitannya dengan penyebaran Islam. Pada mulanya, seni ini digunakan untuk melukis tokoh-tokoh pewayangan yang mengandung ajaran moral, seperti tokoh-tokoh dari epos Ramayana dan Mahabharata, serta kisah-kisah Islami yang diadaptasi dari kisah Nabi. Namun, seiring waktu, motifnya berkembang mencakup kaligrafi Arab, flora dan fauna, serta pemandangan alam. Salah satu ciri khas yang paling terkenal adalah lukisan wayang beber, yang menceritakan kisah pewayangan dalam bingkai kaca.

Meski memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi, seni lukis kaca Cirebon sempat mengalami masa-masa sulit dan nyaris terlupakan. Gempuran budaya modern dan kurangnya regenerasi membuat jumlah seniman yang menguasai teknik ini semakin sedikit. Proses pembuatannya yang manual dan memakan waktu lama juga menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi pasar yang serba cepat.

Beruntung, dalam beberapa tahun terakhir, muncul kembali kesadaran untuk melestarikan seni ini. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari workshop, pameran, hingga promosi melalui media digital. Para seniman dan komunitas lokal berkolaborasi untuk memperkenalkan kembali keindahan lukis kaca Cirebon kepada generasi muda dan khalayak yang lebih luas.

Kini, seni lukis kaca Cirebon kembali bersinar, menjadi simbol ketahanan budaya yang mampu bertahan dari kepunahan. Warisan yang hampir terlupakan ini kini kembali menemukan tempatnya, tidak hanya sebagai karya seni yang indah, tetapi juga sebagai cerminan sejarah dan spiritualitas masyarakat Cirebon yang kaya.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mamapas Lewu: Ritual Sakral Suku Dayak untuk Membersihkan Lingkungan dari Pengaruh Buruk

    Mamapas Lewu: Ritual Sakral Suku Dayak untuk Membersihkan Lingkungan dari Pengaruh Buruk

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Indonesia kaya akan kearifan lokal yang sarat makna, salah satunya adalah Mamapas Lewu, sebuah ritual sakral yang dijalankan oleh Suku Dayak, khususnya Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Secara harfiah, “Mamapas” berarti membersihkan atau menyapu, dan “Lewu” berarti kampung atau lingkungan. Jadi, Mamapas Lewu adalah tradisi untuk membersihkan lingkungan dari segala pengaruh buruk. Ritual ini bukan […]

  • Menelaah Regulasi Anti Pencucian Uang: Peran PPATK dalam Perumusannya

    Menelaah Regulasi Anti Pencucian Uang: Peran PPATK dalam Perumusannya

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi modus kejahatan finansial yang terus berkembang, regulasi yang kuat dan adaptif adalah kunci. Di Indonesia, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memiliki peran sentral dan strategis dalam merumuskan regulasi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT). Peran ini menjadikan PPATK bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi juga arsitek dari sistem pertahanan finansial […]

  • Mantar Betawi: Seni Berbalas Pantun Memeriahkan Pernikahan Tradisional

    Mantar Betawi: Seni Berbalas Pantun Memeriahkan Pernikahan Tradisional

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pernikahan adat Betawi kaya akan prosesi unik dan meriah, salah satunya adalah tradisi Mantar. Tradisi ini merupakan seni berbalas pantun yang dilantunkan oleh perwakilan dari pihak pengantin pria dan wanita. Lebih dari sekadar hiburan, Mantar menjadi bagian penting dalam menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan, serta menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan dalam acara pernikahan. Makna […]

  • Cara Menjaga Koper dan Barang Bawaan Agar Tetap Aman

    Cara Menjaga Koper dan Barang Bawaan Agar Tetap Aman

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Saat menunaikan ibadah umrah, kekhusyukan adalah segalanya. Namun, kekhawatiran akan keamanan koper dan barang bawaan bisa mengganggu ibadah. Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan, Anda bisa memastikan barang-barang tetap aman. Berikut adalah tips efektif untuk menjaga koper dan barang bawaan Anda selama perjalanan umrah. 1. Gunakan Koper Berkualitas dan Pengaman Tambahan Pilih koper yang kokoh […]

  • Visi Jangka Panjang Penggunaan Uranium: Dari Energi Bersih Hingga Penjelajahan Antariksa

    Visi Jangka Panjang Penggunaan Uranium: Dari Energi Bersih Hingga Penjelajahan Antariksa

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Visi jangka panjang untuk pemanfaatan uranium jauh melampaui perannya saat ini sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik. Di masa depan, uranium dan teknologi nuklir diproyeksikan menjadi pilar fundamental bagi peradaban teknologi tinggi yang berkelanjutan, mencakup energi yang lebih aman di Bumi hingga penjelajahan di luar angkasa. Revolusi di Bumi: Reaktor Generasi IV dan Ekonomi Hidrogen […]

  • Pengalaman Ibadah di Masjidil Haram yang Penuh Tantangan

    Pengalaman Ibadah di Masjidil Haram yang Penuh Tantangan

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Bagi setiap Muslim, beribadah di Masjidil Haram adalah impian. Di balik keagungan dan kekhusyukan yang luar biasa, beribadah di masjid terbesar di dunia ini juga menyimpan berbagai tantangan. Menghadapi tantangan ini dengan sabar adalah bagian dari ibadah itu sendiri, yang akan menguji keimanan dan ketabahan. Keramaian dan Keterbatasan Ruang Masjidil Haram selalu dipenuhi jutaan jamaah […]

expand_less