Jumat, 20 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Tedak Siten: Makna di Balik Tradisi Injak Tanah Pertama bagi Bayi Jawa

Tedak Siten: Makna di Balik Tradisi Injak Tanah Pertama bagi Bayi Jawa

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Dalam khazanah budaya Jawa yang kaya, Tedak Siten menjadi salah satu upacara adat yang penuh makna. Berasal dari kata “tedak” (turun atau menginjak) dan “siten” atau “siti” (tanah), tradisi ini digelar saat seorang bayi berusia sekitar tujuh atau delapan bulan, sebagai penanda ia siap untuk pertama kalinya menapakkan kaki di bumi.

Upacara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ritual yang sarat dengan doa dan harapan orang tua untuk masa depan anaknya. Tedak Siten menjadi simbol bahwa sang anak mulai memasuki babak baru kehidupannya, berinteraksi langsung dengan alam, dan bersiap untuk berjalan mandiri di bawah bimbingan keluarga.

Filosofi dalam Setiap Prosesi

Setiap tahapan dalam Tedak Siten memiliki simbolisme yang mendalam. Prosesi diawali dengan membersihkan kaki si bayi, melambangkan awal perjalanan hidup yang suci. Kemudian, bayi dituntun untuk berjalan di atas tujuh buah jadah (kue dari ketan) aneka warna. Tujuh warna ini merepresentasikan berbagai rintangan kehidupan, sementara angka tujuh (pitu dalam bahasa Jawa) diartikan sebagai harapan akan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan.

Salah satu prosesi ikonik adalah saat anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang telah dihias. Di dalamnya, diletakkan berbagai benda seperti buku, mainan, atau uang. Benda yang dipilih oleh sang bayi dipercaya sebagai gambaran minat dan profesinya di masa depan. Ritual ditutup dengan memandikan bayi dengan air kembang dan menyebar udhik-udhik (beras kuning dan uang logam) sebagai simbol harapan akan kemakmuran dan sifat dermawan.

Lebih dari sekadar tradisi, Tedak Siten adalah wujud syukur, pendidikan karakter sejak dini, dan jalinan doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, serta bermanfaat bagi sesama.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Hukuman dan Disiplin Menjadi Dilema: Di Mana Batasan Wajar bagi Guru?

    Ketika Hukuman dan Disiplin Menjadi Dilema: Di Mana Batasan Wajar bagi Guru?

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Menegakkan disiplin di sekolah adalah tugas penting, namun kini menjadi dilema besar. Di satu sisi, guru dituntut untuk membentuk karakter siswa agar bertanggung jawab. Di sisi lain, ada kekhawatiran tindakan disiplin disalahartikan sebagai kekerasan, bahkan berujung viral di media sosial. Lantas, di manakah sebenarnya batasan wajar hukuman guru yang efektif, mendidik, namun tetap manusiawi dan […]

  • Labirin Hukum Limbah Nuklir: Menelisik Tantangan Penanganan Uranium Bekas

    Labirin Hukum Limbah Nuklir: Menelisik Tantangan Penanganan Uranium Bekas

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) menghasilkan energi yang signifikan, namun konsekuensi sampingnya adalah keberadaan uranium bekas atau bahan bakar nuklir bekas. Material ini sangat radioaktif dan memerlukan penanganan yang sangat hati-hati serta penyimpanan jangka panjang yang aman. Di sinilah berbagai tantangan hukum yang kompleks muncul, baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu tantangan utama […]

  • Tanaman sebagai Bio-pabrik: Memproduksi Vaksin dan Obat-obatan

    Tanaman sebagai Bio-pabrik: Memproduksi Vaksin dan Obat-obatan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Konsep pertanian kini melampaui sekadar menghasilkan bahan pangan. Ilmu pengetahuan modern membuka peluang revolusioner: menjadikan tanaman sebagai bio-pabrik untuk memproduksi vaksin dan obat-obatan. Pendekatan inovatif ini menawarkan solusi yang lebih murah, aman, dan mudah diskalakan untuk memenuhi kebutuhan medis, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Memanfaatkan Mesin Fotosintesis untuk Kesehatan Tanaman secara alami memiliki kemampuan […]

  • Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    Waspada! Kenali Skema Ponzi dan Bedanya dengan Investasi Saham yang Sah di Indonesia

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Di Indonesia, masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Salah satu jebakan yang sering muncul adalah skema Ponzi. Meskipun tampak menarik, skema ini sangat berbeda dengan bisnis saham yang merupakan instrumen investasi legal dan diawasi. Memahami perbedaan mendasar antara keduanya penting agar Anda tidak menjadi korban penipuan berkedok […]

  • Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    Waspada Modus Penipuan Jasa Pijat Panggilan yang Menipu di Indonesia

    • calendar_month Sab, 16 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Jasa pijat panggilan menjadi pilihan praktis bagi banyak orang di Indonesia yang ingin relaksasi tanpa harus keluar rumah. Namun, sayangnya, popularitas layanan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Berbagai modus penipuan jasa pijat panggilan bisa merugikan Anda, mulai dari kerugian finansial hingga potensi risiko keamanan. Penting untuk mengenali taktik mereka […]

  • Menavigasi Etika dalam Inovasi: Menetapkan Batasan dan Tanggung Jawab

    Menavigasi Etika dalam Inovasi: Menetapkan Batasan dan Tanggung Jawab

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, inovasi telah menjadi mesin penggerak utama perubahan global. Dari kecerdasan buatan (AI) hingga bioteknologi, terobosan baru menjanjikan solusi untuk tantangan terbesar umat manusia. Namun, di balik potensi cemerlang tersebut, tersimpan pertanyaan krusial: Di manakah batasannya? Di sinilah etika dalam inovasi berperan sebagai kompas moral untuk memastikan kemajuan tidak mengorbankan nilai-nilai […]

expand_less