Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Tedak Siten: Makna di Balik Tradisi Injak Tanah Pertama bagi Bayi Jawa

Tedak Siten: Makna di Balik Tradisi Injak Tanah Pertama bagi Bayi Jawa

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Dalam khazanah budaya Jawa yang kaya, Tedak Siten menjadi salah satu upacara adat yang penuh makna. Berasal dari kata “tedak” (turun atau menginjak) dan “siten” atau “siti” (tanah), tradisi ini digelar saat seorang bayi berusia sekitar tujuh atau delapan bulan, sebagai penanda ia siap untuk pertama kalinya menapakkan kaki di bumi.

Upacara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah ritual yang sarat dengan doa dan harapan orang tua untuk masa depan anaknya. Tedak Siten menjadi simbol bahwa sang anak mulai memasuki babak baru kehidupannya, berinteraksi langsung dengan alam, dan bersiap untuk berjalan mandiri di bawah bimbingan keluarga.

Filosofi dalam Setiap Prosesi

Setiap tahapan dalam Tedak Siten memiliki simbolisme yang mendalam. Prosesi diawali dengan membersihkan kaki si bayi, melambangkan awal perjalanan hidup yang suci. Kemudian, bayi dituntun untuk berjalan di atas tujuh buah jadah (kue dari ketan) aneka warna. Tujuh warna ini merepresentasikan berbagai rintangan kehidupan, sementara angka tujuh (pitu dalam bahasa Jawa) diartikan sebagai harapan akan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan.

Salah satu prosesi ikonik adalah saat anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang telah dihias. Di dalamnya, diletakkan berbagai benda seperti buku, mainan, atau uang. Benda yang dipilih oleh sang bayi dipercaya sebagai gambaran minat dan profesinya di masa depan. Ritual ditutup dengan memandikan bayi dengan air kembang dan menyebar udhik-udhik (beras kuning dan uang logam) sebagai simbol harapan akan kemakmuran dan sifat dermawan.

Lebih dari sekadar tradisi, Tedak Siten adalah wujud syukur, pendidikan karakter sejak dini, dan jalinan doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat, mandiri, serta bermanfaat bagi sesama.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyakit Akibat Paparan Uranium: Menelisik Studi Kasus dan Dampak Kesehatan

    Penyakit Akibat Paparan Uranium: Menelisik Studi Kasus dan Dampak Kesehatan

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Memahami penyakit akibat paparan uranium tidak hanya sebatas teori. Studi kasus nyata memberikan wawasan mendalam tentang dampak kesehatan yang bisa dialami individu yang terpapar elemen radioaktif ini. Meskipun paparan signifikan biasanya terjadi pada pekerja di industri tertentu, pemahaman akan kasus-kasus ini penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan tindakan pencegahan. Studi Kasus: Pekerja Tambang Uranium Salah satu […]

  • Jangan Asal Bayar Premi! Waspada Jebakan Penipuan Asuransi Bodong di Indonesia

    Jangan Asal Bayar Premi! Waspada Jebakan Penipuan Asuransi Bodong di Indonesia

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Kebutuhan akan perlindungan finansial melalui asuransi semakin meningkat di Indonesia. Sayangnya, hal ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan asuransi bodong. Mereka menawarkan polis dengan premi murah dan manfaat menggiurkan, namun klaim sulit dicairkan atau bahkan perusahaan asuransinya fiktif. Agar Anda tidak menjadi korban, cermati polis asuransi Anda dan waspadai ciri-ciri […]

  • Megibung: Mengenal Tradisi Makan Bersama Penuh Makna dari Bali

    Megibung: Mengenal Tradisi Makan Bersama Penuh Makna dari Bali

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Bali tidak hanya kaya akan keindahan alamnya, tetapi juga tradisi budayanya yang unik. Salah satu yang paling merekatkan rasa kebersamaan adalah Megibung. Tradisi ini lebih dari sekadar makan bersama; ia adalah sebuah ritual sosial yang sarat dengan nilai-nilai persaudaraan dan kesetaraan yang telah diwariskan secara turun-temurun, terutama di wilayah Karangasem, Bali. Secara harfiah, megibung berasal […]

  • Etika dan Adab Saat Berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

    Etika dan Adab Saat Berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah anugerah spiritual yang luar biasa. Kedua tempat ini bukan sekadar bangunan, melainkan tempat suci yang memiliki aturan dan etika tersendiri. Memahami dan mengamalkan adab-adab ini adalah wujud penghormatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. 1. Niat dan Kekhusyukan Sebelum memasuki masjid, perbarui niat Anda. Masuklah dengan niat […]

  • Stop Pusing! Ini Cara Budgeting Sederhana yang Bikin Keuangan Tenang

    Stop Pusing! Ini Cara Budgeting Sederhana yang Bikin Keuangan Tenang

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Banyak orang merasa budgeting itu rumit dan membatasi. Padahal, budgeting sederhana bisa menjadi kunci ketenangan finansial tanpa perlu pusing dengan catatan detail yang bikin ribet. Dengan metode yang tepat, mengatur keuangan bisa menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Langkah pertama dalam budgeting sederhana adalah mencatat pendapatan dan pengeluaran pokok. Ketahui berapa penghasilan bersih Anda setiap bulan […]

  • Apa Saja Dampak Kesehatan dari Paparan Uranium Terdeplesi?

    Apa Saja Dampak Kesehatan dari Paparan Uranium Terdeplesi?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Dampak kesehatan uranium terdeplesi (DU) menjadi perhatian serius bagi tentara, warga sipil, dan petugas pemulihan di zona konflik. Ancaman utamanya bersifat ganda: toksisitas kimia sebagai logam berat dan risiko radiologis jangka panjang. Dari keduanya, para ahli sering kali lebih menyoroti bahaya kimianya. Sebagai logam berat, toksisitas kimia DU mirip dengan timbal atau merkuri. Ketika debu […]

expand_less