Jangan Panik! Taktik Pertama Saat Menerima Panggilan Mencurigakan
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 12 Sep 2025
- visibility 44
- comment 0 komentar

Di era digital, panggilan telepon dari nomor tak dikenal yang menawarkan hadiah, mengancam, atau meminta data pribadi sudah menjadi hal lumrah. Reaksi pertama kita seringkali adalah panik, dan inilah yang justru diharapkan oleh penipu. Kunci utama untuk terhindar dari jebakan ini adalah jangan panik dan ikuti taktik pertama yang paling penting ini.
Kenapa Panik Memberikan Keuntungan pada Penipu?
Penipu adalah manipulator ulung. Mereka tahu bahwa ketika Anda panik, kemampuan berpikir kritis Anda akan menurun drastis. Penipu akan menggunakan taktik tekanan dan urgensi untuk membuat Anda bertindak tanpa berpikir. Mereka mungkin mengaku sebagai pihak berwenang dan mengancam Anda dengan sanksi hukum, atau mengatakan Anda harus segera transfer uang untuk menghindari kerugian besar.
Situasi darurat palsu yang mereka ciptakan membuat Anda merasa harus segera mengambil keputusan. Dalam kondisi panik, Anda akan cenderung mengikuti instruksi mereka, memberikan data pribadi, atau bahkan mentransfer uang, tanpa sempat memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
Taktik Pertama: Ambil Jeda dan Tunda
Saat Anda menerima panggilan yang terasa tidak biasa, jangan langsung merespons. Lakukan hal-hal berikut:
Jangan Berikan Informasi Apapun: Segera setelah Anda merasa ada yang aneh, jangan berikan satu pun informasi pribadi. Bahkan jawaban sederhana seperti “ya” bisa direkam dan disalahgunakan.
Berikan Alasan untuk Menunda: Katakan bahwa Anda sedang sibuk, sedang di luar, atau perlu mengecek kembali informasi. “Maaf, saya sedang di jalan, bisa telepon kembali sebentar lagi?” Alasan ini memberi Anda waktu untuk berpikir dan memverifikasi.
Tutup Telepon: Ini adalah langkah paling aman. Jangan merasa tidak enak. Jika Anda merasa terancam atau tidak nyaman, tutup saja teleponnya. Jika mereka adalah pihak resmi, mereka akan mengerti. Jika tidak, Anda telah terhindar dari jebakan.
Verifikasi, Verifikasi, Verifikasi
Setelah menutup telepon, segera verifikasi kebenaran informasi tersebut melalui saluran resmi. Hubungi bank Anda melalui nomor yang tertera di situs web resmi, bukan nomor yang diberikan oleh penelepon. Cek situs web atau media sosial lembaga yang mengaku menelepon Anda.
Ingat, lembaga resmi tidak akan pernah meminta data sensitif atau uang melalui panggilan telepon secara tiba-tiba. Dengan melatih diri untuk tidak panik dan mengambil jeda, Anda sudah memenangkan setengah pertempuran melawan penipu.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar