Waspada Penipuan Hipnotis: Kenali Cara Kerja dan Tips Jitu Menghindarinya di Indonesia
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Sab, 9 Agu 2025
- visibility 90
- comment 0 komentar

Di Indonesia, isu mengenai penipuan hipnotis masih menjadi perhatian. Modus kejahatan ini memanfaatkan kondisi pikiran korban yang sedang dalam keadaan sugestif untuk memanipulasi dan mengambil harta benda mereka. Meskipun hipnotis yang dilakukan oleh profesional memiliki tujuan terapeutik, ada oknum yang menyalahgunakannya untuk tindak kriminal. Memahami cara kerja penipuan hipnotis dan tips menghindarinya sangat penting untuk melindungi diri dan orang terdekat.
Cara Kerja Umum Penipuan Hipnotis
Penipu biasanya menggunakan beberapa taktik untuk membuat korban berada dalam kondisi sugestif, antara lain:
Kontak Fisik Tiba-tiba: Sentuhan tak terduga, seperti menepuk bahu atau berjabat tangan, yang disertai dengan kalimat sugestif yang diucapkan dengan intonasi khusus.
Percakapan yang Membingungkan: Mengajak korban berbicara dengan cepat dan membingungkan, menggunakan kalimat yang berulang-ulang atau pola bicara yang tidak biasa untuk mengacaukan pikiran.
Fokus pada Objek Tertentu: Meminta korban untuk fokus pada suatu objek atau gerakan tertentu sambil memberikan sugesti.
Penggunaan Obat-obatan atau Minuman: Meskipun jarang terjadi di ruang publik, ada laporan mengenai penggunaan obat-obatan penenang atau minuman yang telah dicampur zat tertentu untuk membuat korban lebih mudah dipengaruhi.
Setelah korban berada dalam kondisi sugestif, penipu akan memanfaatkan situasi ini untuk meminta uang, perhiasan, atau barang berharga lainnya. Korban yang terhipnotis mungkin akan menuruti permintaan tersebut tanpa menyadari apa yang sebenarnya terjadi.
Tips Jitu Menghindari Penipuan Hipnotis
Waspadai Orang Asing yang Terlalu Akrab: Hindari berinteraksi terlalu dekat dengan orang yang baru Anda temui, terutama jika mereka berusaha menyentuh atau mengajak Anda berbicara dengan cara yang aneh.
Jaga Fokus dan Kesadaran Diri: Usahakan untuk tetap fokus pada lingkungan sekitar dan sadar akan tindakan serta pikiran Anda. Jangan biarkan pikiran Anda kosong atau terlalu hanyut dalam percakapan yang tidak jelas.
Hindari Kontak Mata yang Terlalu Intens: Jika seseorang menatap Anda dengan intens dan berbicara dengan nada sugestif, alihkan pandangan Anda.
Jangan Ragu Menolak dan Menjauh: Jika Anda merasa tidak nyaman dengan interaksi seseorang, jangan ragu untuk menolak ajakan mereka dan segera menjauh dari situasi tersebut.
Berteriak Jika Merasa Terancam: Jika Anda merasa menjadi korban penipuan hipnotis atau merasa terancam, berteriaklah untuk menarik perhatian orang di sekitar Anda.
Edukasi Diri dan Orang Terdekat: Bagikan informasi mengenai modus penipuan hipnotis kepada keluarga dan teman agar mereka juga lebih waspada.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang yang bersikap ramah atau menyentuh Anda memiliki niat buruk. Namun, dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengenali potensi tanda-tanda penipuan hipnotis, Anda dapat meminimalisir risiko menjadi korban di Indonesia. Jika Anda merasa menjadi korban, segera laporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar