Senin, 1 Sep 2025
light_mode
Beranda » Ekonomi » Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

Mengapa Kerugian Terasa Lebih Menyakitkan Dibandingkan Keuntungan? (Prospect Theory)

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

Pernahkah Anda merasa lebih kecewa saat kehilangan uang Rp100.000 dibandingkan rasa senang saat menemukan nominal yang sama? Jika ya, Anda tidak sendiri. Fenomena psikologis ini adalah inti dari Prospect Theory (Teori Prospek), sebuah konsep pemenang Nobel yang dikembangkan oleh Daniel Kahneman dan Amos Tversky.

Teori ini secara fundamental menantang asumsi ekonomi klasik bahwa manusia selalu membuat keputusan rasional. Sebaliknya, Prospect Theory menunjukkan bahwa keputusan kita, terutama yang melibatkan risiko, sangat dipengaruhi oleh persepsi kita terhadap keuntungan (gain) dan kerugian (loss).

Konsep utamanya adalah aversi kerugian (loss aversion). Penelitian menunjukkan bahwa secara psikologis, dampak dari kerugian terasa sekitar dua kali lebih kuat dibandingkan dampak dari keuntungan dengan nilai yang sama. Inilah sebabnya rasa sakit karena kehilangan Rp100.000 jauh lebih membekas daripada kegembiraan sesaat karena mendapatkannya. Otak kita terprogram untuk memprioritaskan upaya menghindari kerugian daripada upaya mengejar keuntungan.

Selain itu, teori ini memperkenalkan gagasan titik referensi (reference point). Kita tidak mengevaluasi hasil secara absolut, melainkan relatif terhadap kondisi awal kita. Bagi seseorang yang memiliki uang pas-pasan, kehilangan Rp100.000 bisa terasa seperti bencana, sementara bagi seorang jutawan, dampaknya mungkin tidak terasa.

Implikasinya dalam kehidupan sehari-hari sangat besar, terutama dalam keputusan finansial. Aversi kerugian adalah alasan mengapa banyak investor terlalu lama memegang saham yang merugi, karena menjualnya berarti “merealisasikan” rasa sakit dari kerugian tersebut. Mereka lebih memilih berharap harga akan pulih, meskipun itu keputusan yang tidak rasional.

Dengan memahami Prospect Theory, kita bisa lebih waspada terhadap jebakan emosional ini. Mengenali bahwa rasa takut kehilangan sering kali lebih dominan adalah langkah pertama untuk membuat keputusan finansial yang lebih seimbang dan objektif.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edge AI: Kecerdasan Buatan di Perangkat Lokal

    Edge AI: Kecerdasan Buatan di Perangkat Lokal

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin merambah ke berbagai perangkat yang kita gunakan sehari-hari, tidak lagi hanya terpusat di cloud. Fenomena ini dikenal sebagai Edge AI, di mana pemrosesan algoritma AI dilakukan langsung di perangkat lokal seperti smartphone, kamera pengawas, mobil otonom, robot industri, dan perangkat IoT lainnya. Peralihan ini membawa berbagai keuntungan signifikan dan […]

  • Ondel-Ondel: Ikon Budaya Betawi yang Penuh Warna

    Ondel-Ondel: Ikon Budaya Betawi yang Penuh Warna

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Siapa yang tak kenal dengan Ondel-Ondel? Sepasang boneka raksasa yang menari dengan lincah diiringi musik tanjidor ini telah menjadi pemandangan khas dan ikon budaya Betawi yang tak terpisahkan dari denyut nadi kota Jakarta. Namun, di balik penampilannya yang meriah, Ondel-Ondel menyimpan sejarah dan makna filosofis yang mendalam. Pada mulanya, Ondel-Ondel dikenal dengan nama “Barongan” dan […]

  • Reksa Dana: Solusi Investasi Mudah bagi Investor Pemula

    Reksa Dana: Solusi Investasi Mudah bagi Investor Pemula

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Memulai investasi seringkali terasa menakutkan, terutama bagi pemula. Namun, dengan Reksa Dana, Anda bisa memasuki dunia investasi dengan lebih mudah dan modal yang terjangkau. Instrumen ini dirancang untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi di pasar modal tanpa perlu keahlian analisis yang mendalam di awal. Apa Itu Reksa Dana dan Mengapa Cocok untuk Pemula? Reksa Dana adalah wadah […]

  • Investasi Obligasi Hijau: Langkah Nyata Dukung Lingkungan Sambil Raih Keuntungan

    Investasi Obligasi Hijau: Langkah Nyata Dukung Lingkungan Sambil Raih Keuntungan

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Semakin meningkatnya kesadaran akan isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan mendorong lahirnya berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk di sektor keuangan. Salah satu instrumen investasi yang semakin populer adalah obligasi hijau. Investasi ini tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan finansial, tetapi juga memungkinkan investor untuk berkontribusi secara langsung pada proyek-proyek yang memiliki dampak positif bagi lingkungan. Apa Itu […]

  • Toya Devasya: Relaksasi Sempurna di Pemandian Air Panas Alami Kaki Gunung Batur

    Toya Devasya: Relaksasi Sempurna di Pemandian Air Panas Alami Kaki Gunung Batur

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Setelah mendaki Gunung Batur yang menantang atau sekadar menikmati keindahan kawasan Kintamani, tidak ada cara yang lebih baik untuk memanjakan diri selain berendam di Pemandian Air Panas Alami Toya Devasya. Terletak tepat di tepi Danau Batur dan di kaki Gunung Batur, tempat ini menawarkan pengalaman relaksasi yang unik dengan pemandangan alam yang luar biasa. Nama […]

  • Phishing dan Social Engineering: Memahami Manipulasi Digital

    Phishing dan Social Engineering: Memahami Manipulasi Digital

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Ancaman keamanan siber tidak selalu datang dalam bentuk malware canggih. Seringkali, penjahat siber menggunakan taktik manipulasi psikologis untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif. Dua metode yang umum digunakan adalah phishing dan social engineering. Memahami cara kerja kedua teknik ini sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk melindungi diri dari kejahatan digital. Phishing: Memancing Informasi Pribadi Phishing […]

expand_less