Minggu, 7 Des 2025
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Milton Friedman dan Aliran Monetaris: “Inflasi Adalah Fenomena Moneter” ๐Ÿ’ธ

Milton Friedman dan Aliran Monetaris: “Inflasi Adalah Fenomena Moneter” ๐Ÿ’ธ

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Milton Friedman (1912โ€“2006) adalah salah satu ekonom paling berpengaruh di abad ke-20 dan pemimpin utama Aliran Monetaris dari Universitas Chicago. Kontribusi terbesarnya adalah menghidupkan kembali peran penting uang dalam menentukan hasil ekonomi, sebuah pandangan yang sempat terpinggirkan oleh dominasi teori Keynesian setelah Depresi Besar.

Inflasi sebagai Fenomena Moneter

Gagasan Friedman yang paling terkenal dan sering dikutip adalah: “Inflasi selalu dan di mana saja merupakan fenomena moneter.” Frasa ini merangkum inti dari teori monetaris. Friedman berpendapat bahwa kenaikan harga secara umum (inflasi) tidak disebabkan oleh kekuatan serikat pekerja, pengeluaran pemerintah yang boros, atau kenaikan harga minyak, melainkan oleh pertumbuhan jumlah uang beredar yang lebih cepat daripada pertumbuhan output perekonomian.

Sederhananya, jika ada lebih banyak uang yang mengejar jumlah barang dan jasa yang sama, nilai setiap unit uang akan turun, dan harga akan naik. Menurut Friedman, jika bank sentral mencetak uang terlalu banyak dan terlalu cepat, inflasi adalah hasil yang tak terhindarkan.

Kritik terhadap Keynesianisme

Aliran Monetaris Friedman secara fundamental menentang intervensi pemerintah yang dianjurkan oleh John Maynard Keynes. Friedman berpendapat bahwa upaya pemerintah untuk “menyetel halus” perekonomian melalui belanja fiskal atau kebijakan moneter jangka pendek sering kali berbahaya dan tidak efektif dalam jangka panjang, karena adanya time lag (jeda waktu) dalam dampak kebijakan.

Friedman mengadvokasi kebijakan moneter yang sederhana dan stabil. Ia menyarankan agar bank sentral hanya fokus pada satu hal: mempertahankan pertumbuhan jumlah uang beredar pada tingkat yang konstan (seperti 3% hingga 5% per tahun), sejalan dengan tingkat pertumbuhan potensial riil perekonomian. Tujuan tunggal ini, katanya, akan memastikan stabilitas harga dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan pasar bebas.

Meskipun monetarisme tidak lagi menjadi satu-satunya panduan kebijakan, warisan Friedman tetap kuat. Bank sentral modern di seluruh duniaโ€”bahkan yang tidak sepenuhnya monetarisโ€”tetap memprioritaskan pengendalian inflasi sebagai tujuan utama mereka, sebuah penghormatan langsung terhadap wawasan mendasar Milton Friedman.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dampak Ekonomi Perubahan Iklim di Negara Agraris dan Kepulauan

    Dampak Ekonomi Perubahan Iklim di Negara Agraris dan Kepulauan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi global. Bagi negara dengan corak agraris dan kepulauan seperti Indonesia, dampak ekonomi dari perubahan iklim terasa jauh lebih tajam karena ketergantungan yang tinggi pada sumber daya alam darat dan laut. Ancaman ini datang dari dua arah yang saling berkaitan. Pertama, […]

  • Uang Bukan Segalanya, Tapi Penting: Mengenal Dasar-dasar Literasi Keuangan

    Uang Bukan Segalanya, Tapi Penting: Mengenal Dasar-dasar Literasi Keuangan

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda mendengar pepatah “uang bukan segalanya”? Memang benar, kebahagiaan dan kesehatan tidak bisa dibeli. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa uang memegang peranan krusial dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari kebutuhan dasar hingga impian masa depan, semuanya seringkali membutuhkan dukungan finansial. Inilah mengapa literasi keuangan menjadi sangat penting untuk dikuasai. Literasi keuangan bukan hanya tentang mencari […]

  • Metaverse: Lebih dari Game, Potensi Dunia Virtual untuk Bisnis dan Sosial

    Metaverse: Lebih dari Game, Potensi Dunia Virtual untuk Bisnis dan Sosial

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Istilah “Metaverse” mungkin sering diasosiasikan dengan game dan hiburan, namun potensi dunia virtual ini jauh melampaui itu. Metaverse mengacu pada ruang digital kolektif, diciptakan oleh konvergensi realitas virtual (VR), realitas tertambah (AR), dan internet. Di dalamnya, pengguna dapat berinteraksi satu sama lain dan dengan objek digital melalui avatar, menciptakan pengalaman sosial dan ekonomi yang baru. […]

  • Mengungkap Misteri Kreativitas: Psikologi di Balik Inovasi

    Mengungkap Misteri Kreativitas: Psikologi di Balik Inovasi

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Mengapa sebagian orang tampak lebih mudah menghasilkan ide-ide orisinal dan inovatif dibandingkan yang lain? Jawabannya terletak pada kompleksitas psikologi inovasi, sebuah bidang yang mempelajari proses mental, karakteristik kepribadian, dan faktor lingkungan yang memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir kreatif dan menghasilkan solusi baru. Salah satu aspek kunci dalam psikologi inovasi adalah pola pikir berkembang (growth mindset). […]

  • Celengan Vs. Bank: Mana yang Lebih Cuan Buat Anak Muda Zaman Now?

    Celengan Vs. Bank: Mana yang Lebih Cuan Buat Anak Muda Zaman Now?

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Zaman sekarang, sadar finansial itu penting banget, apalagi buat kamu yang masih remaja atau baru mulai merintis karir. Nah, kalau ngomongin soal nabung, pasti langsung kepikiran dua pilihan: celengan atau bank? Yuk, kita bedah tuntas mana yang lebih oke buat dompet kamu! Nabung di Celengan: Simpel, Tapi Ada Tapinya… Celengan memang klasik dan gampang banget. […]

  • Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

    Evaluasi Program Kartu Prakerja dari Perspektif Ekonomi

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Sejak diluncurkan beberapa tahun lalu, program Kartu Prakerja telah menjadi salah satu kebijakan sosial-ekonomi paling signifikan di Indonesia. Dari perspektif ekonomi, program ini dirancang dengan dua tujuan utama: sebagai instrumen peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja, dan sebagai jaring pengaman sosial melalui insentif tunai. Kini, setelah berjalan beberapa waktu, evaluasi […]

expand_less