Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Milton Friedman dan Aliran Monetaris: “Inflasi Adalah Fenomena Moneter” 💸

Milton Friedman dan Aliran Monetaris: “Inflasi Adalah Fenomena Moneter” 💸

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 191
  • comment 0 komentar

Milton Friedman (1912–2006) adalah salah satu ekonom paling berpengaruh di abad ke-20 dan pemimpin utama Aliran Monetaris dari Universitas Chicago. Kontribusi terbesarnya adalah menghidupkan kembali peran penting uang dalam menentukan hasil ekonomi, sebuah pandangan yang sempat terpinggirkan oleh dominasi teori Keynesian setelah Depresi Besar.

Inflasi sebagai Fenomena Moneter

Gagasan Friedman yang paling terkenal dan sering dikutip adalah: “Inflasi selalu dan di mana saja merupakan fenomena moneter.” Frasa ini merangkum inti dari teori monetaris. Friedman berpendapat bahwa kenaikan harga secara umum (inflasi) tidak disebabkan oleh kekuatan serikat pekerja, pengeluaran pemerintah yang boros, atau kenaikan harga minyak, melainkan oleh pertumbuhan jumlah uang beredar yang lebih cepat daripada pertumbuhan output perekonomian.

Sederhananya, jika ada lebih banyak uang yang mengejar jumlah barang dan jasa yang sama, nilai setiap unit uang akan turun, dan harga akan naik. Menurut Friedman, jika bank sentral mencetak uang terlalu banyak dan terlalu cepat, inflasi adalah hasil yang tak terhindarkan.

Kritik terhadap Keynesianisme

Aliran Monetaris Friedman secara fundamental menentang intervensi pemerintah yang dianjurkan oleh John Maynard Keynes. Friedman berpendapat bahwa upaya pemerintah untuk “menyetel halus” perekonomian melalui belanja fiskal atau kebijakan moneter jangka pendek sering kali berbahaya dan tidak efektif dalam jangka panjang, karena adanya time lag (jeda waktu) dalam dampak kebijakan.

Friedman mengadvokasi kebijakan moneter yang sederhana dan stabil. Ia menyarankan agar bank sentral hanya fokus pada satu hal: mempertahankan pertumbuhan jumlah uang beredar pada tingkat yang konstan (seperti 3% hingga 5% per tahun), sejalan dengan tingkat pertumbuhan potensial riil perekonomian. Tujuan tunggal ini, katanya, akan memastikan stabilitas harga dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan pasar bebas.

Meskipun monetarisme tidak lagi menjadi satu-satunya panduan kebijakan, warisan Friedman tetap kuat. Bank sentral modern di seluruh dunia—bahkan yang tidak sepenuhnya monetaris—tetap memprioritaskan pengendalian inflasi sebagai tujuan utama mereka, sebuah penghormatan langsung terhadap wawasan mendasar Milton Friedman.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soto Banjar: Keunikan Soto dengan Aroma Rempah Khas Kalimantan

    Soto Banjar: Keunikan Soto dengan Aroma Rempah Khas Kalimantan

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Soto Banjar, hidangan ikonik dari Kalimantan Selatan, menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari soto lainnya di Indonesia. Jika soto pada umumnya mengandalkan kunyit atau santan untuk kekayaan rasa, Soto Banjar menonjol dengan keunikan aromanya yang khas dan kaya, terutama dari penggunaan kayu manis, cengkeh, dan pala. Aroma hangat dan sedikit manis dari rempah-rempah ini menjadi […]

  • Data Center Ramah Lingkungan: Inovasi Pendinginan dan Energi

    Data Center Ramah Lingkungan: Inovasi Pendinginan dan Energi

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Di era digital yang terus berkembang, data center menjadi infrastruktur krusial yang mendukung hampir semua aspek kehidupan modern. Namun, konsumsi energi yang besar dan dampak lingkungannya menjadi perhatian utama. Inilah mengapa inovasi dalam menciptakan data center ramah lingkungan semakin mendesak, terutama dalam hal pendinginan dan sumber energi. Salah satu tantangan terbesar adalah panas yang dihasilkan […]

  • Pantai Jimbaran: Sensasi Makan Malam Seafood Bakar di Tepi Pantai

    Pantai Jimbaran: Sensasi Makan Malam Seafood Bakar di Tepi Pantai

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Mencari pengalaman wisata kuliner Bali yang berbeda dan tak terlupakan? Pantai Jimbaran adalah jawabannya. Lebih dari sekadar pantai dengan hamparan pasir putih yang landai, Jimbaran terkenal di seluruh dunia sebagai pusatnya makan malam di tepi pantai dengan menu andalan: seafood bakar yang segar dan menggugah selera. Suasana Magis Saat Matahari Terbenam Saat senja tiba, pesisir […]

  • Internet of Things (IoT): Bagaimana Sensor Cerdas Mengubah Cara Kita Bertani

    Internet of Things (IoT): Bagaimana Sensor Cerdas Mengubah Cara Kita Bertani

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Revolusi digital telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pertanian. Salah satu pilar utama dari transformasi ini adalah Internet of Things (IoT), sebuah jaringan perangkat fisik yang dilengkapi dengan sensor, perangkat lunak, dan konektivitas yang memungkinkan mereka untuk mengumpulkan dan bertukar data. Dalam konteks pertanian, IoT menghadirkan inovasi melalui sensor cerdas yang secara fundamental […]

  • Realitas Virtual dan Tertambah: Gerbang ke Dimensi Baru

    Realitas Virtual dan Tertambah: Gerbang ke Dimensi Baru

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Realitas Virtual (VR) dan Realitas Tertambah (AR) bukan lagi sekadar hiburan futuristik, melainkan teknologi inovatif yang membuka gerbang ke dimensi baru dalam berbagai aspek kehidupan kita. Meskipun sering disalahartikan sama, VR menciptakan pengalaman imersif sepenuhnya di dunia digital, membenamkan pengguna dalam lingkungan simulasi. Sementara AR, sebaliknya, melapisi informasi digital dan elemen virtual ke dunia nyata, […]

  • Pemulihan Lahan Pasca-Penambangan Uranium: Tantangan dan Prosesnya

    Pemulihan Lahan Pasca-Penambangan Uranium: Tantangan dan Prosesnya

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Aktivitas penambangan uranium, meskipun penting untuk energi nuklir, meninggalkan jejak lingkungan yang signifikan. Oleh karena itu, pemulihan lahan pasca-penambangan atau reklamasi adalah tahap krusial dan wajib dalam siklus hidup sebuah tambang. Tujuannya bukan sekadar mengembalikan bentuk lanskap, tetapi memastikan area tersebut aman, stabil, dan tidak menimbulkan bahaya bagi lingkungan dan generasi mendatang. Tantangan Utama Reklamasi […]

expand_less