Kawah Ijen: Mendaki Malam Hari Demi Fenomena Api Biru yang Langka
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 12 Sep 2025
- visibility 45
- comment 0 komentar

Di ujung timur Pulau Jawa, tersembunyi sebuah keajaiban alam yang hanya bisa disaksikan di kegelapan malam: Kawah Ijen. Terkenal dengan fenomena “api biru” atau blue fire yang sangat langka, gunung berapi ini menawarkan pengalaman pendakian yang tak hanya menantang fisik, tetapi juga memanjakan mata dengan pemandangan luar biasa.
Untuk menyaksikan api biru, Anda harus memulai pendakian pada tengah malam. Perjalanan dimulai dari Paltuding, pos terakhir sebelum pendakian. Dengan senter di tangan, Anda akan menapaki jalur pendakian sejauh 3 kilometer yang menanjak. Udara malam yang dingin menusuk tulang, namun semangat para pendaki tidak surut demi melihat salah satu fenomena alam paling unik di dunia.
Setelah sampai di puncak kawah, Anda akan menuruni jalur berbatu yang curam untuk mendekati sumber api biru. Di sana, gas belerang panas yang keluar dari celah-celah batu terbakar, menghasilkan nyala api berwarna biru elektrik yang menari-nari. Fenomena ini hanya bisa dilihat dalam kondisi gelap total, sebelum matahari terbit. Momen ini sungguh magis dan membuat semua kelelahan pendakian terbayar lunas.
Selain api biru, Kawah Ijen juga memiliki danau kawah berwarna hijau toska yang indah. Danau ini dikenal sebagai danau asam terluas di dunia. Saat matahari terbit, pemandangan danau kawah yang dikelilingi tebing-tebing curam adalah pemandangan yang tak terlupakan. Anda juga bisa melihat para penambang belerang yang bekerja keras mengangkut bongkahan-bongkahan belerang di punggung mereka, sebuah pemandangan yang memberikan refleksi mendalam tentang kehidupan.
Kawah Ijen adalah perpaduan sempurna antara petualangan, keindahan alam, dan renungan. Pendakian yang melelahkan akan terbayar dengan pengalaman seumur hidup.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar