Selasa, 17 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Mengunjungi Desa Penglipuran: Pesona Desa Adat Terbersih di Dunia

Mengunjungi Desa Penglipuran: Pesona Desa Adat Terbersih di Dunia

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

KDi tengah pesatnya pariwisata modern Bali, Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli hadir sebagai oase ketenangan dan tradisi. Dikenal luas sebagai salah-satu desa terbersih di dunia, desa adat ini menawarkan pengalaman budaya yang otentik dan memukau, menjadikannya destinasi wajib kunjung saat Anda berlibur di Pulau Dewata.

Saat pertama kali melangkahkan kaki, Anda akan langsung disambut oleh keunikan arsitektur desa. Rumah-rumah penduduk yang seragam dengan gerbang khas Bali yang disebut angkul-angkul berjejer rapi di sepanjang jalan utama yang terbuat dari batu. Kebersihan yang luar biasa terjaga di setiap sudutnya, hasil dari kearifan lokal dan gotong royong masyarakat yang melarang penggunaan kendaraan bermotor di dalam area utama desa.

Daya tarik utama Desa Penglipuran adalah kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat adat Bali. Pengunjung diizinkan untuk masuk ke dalam pekarangan rumah warga untuk melihat tata ruang tradisional yang mengikuti konsep Tri Mandala. Anda bisa melihat dapur tradisional (paon), balai pertemuan, dan tempat beribadah keluarga. Jangan lewatkan juga kesempatan untuk berjalan-jalan di hutan bambu seluas 75 hektar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari desa ini dan berfungsi sebagai paru-paru desa.

Untuk mengunjungi Desa Penglipuran, Anda hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau. Pengalaman yang didapat jauh melebihi harganya. Anda tidak hanya akan mendapatkan foto-foto yang indah, tetapi juga wawasan mendalam tentang budaya, harmoni, dan filosofi hidup masyarakat Bali yang masih terjaga kelestariannya.

Mengunjungi desa adat ini bukan sekadar wisata budaya Bali, melainkan sebuah perjalanan untuk menyaksikan bagaimana tradisi dan alam dapat hidup berdampingan secara harmonis. Rencanakan kunjungan Anda dan saksikan sendiri pesona abadi Desa Penglipuran.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksplorasi Keindahan Tersembunyi: Liburan Anti Mainstream di Pulau Menjangan, Bali Barat

    Eksplorasi Keindahan Tersembunyi: Liburan Anti Mainstream di Pulau Menjangan, Bali Barat

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari pengalaman liburan di Bali yang jauh dari keramaian dan menawarkan keindahan alam yang masih asri, Pulau Menjangan di Bali Barat adalah jawabannya. Terletak di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat, pulau kecil ini adalah surga tersembunyi yang sempurna bagi para pencinta alam, penyelam, dan siapa saja yang ingin merasakan ketenangan yang sesungguhnya. […]

  • Model Cournot vs. Bertrand: Memahami Kompetisi Oligopoli

    Model Cournot vs. Bertrand: Memahami Kompetisi Oligopoli

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Pasar oligopoli adalah struktur di mana hanya ada beberapa perusahaan yang dominan, sehingga setiap keputusan perusahaan secara signifikan memengaruhi pasar dan pesaing lainnya. Dalam menganalisis perilaku perusahaan-perusahaan ini, para ekonom menggunakan model-model yang berbeda, dua yang paling terkenal adalah Model Cournot dan Model Bertrand. Perbedaan utama terletak pada variabel strategi yang digunakan oleh perusahaan: kuantitas […]

  • Gawai Dayak: Perayaan Panen Raya dan Syukur kepada Sang Pencipta

    Gawai Dayak: Perayaan Panen Raya dan Syukur kepada Sang Pencipta

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Setiap akhir Mei hingga awal Juni, masyarakat Suku Dayak di seluruh Kalimantan merayakan salah satu momen terpenting dalam kalender mereka: Gawai Dayak. Ini adalah sebuah perayaan akbar yang menandai berakhirnya musim panen padi, sekaligus menjadi wujud syukur yang mendalam kepada Sang Pencipta, yang mereka sebut Petara, atas hasil bumi yang melimpah. Gawai Dayak bukan sekadar […]

  • Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    Dampak Globalisasi bagi Negara Berkembang: Siapa Pemenang dan Pecundang?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Globalisasi, sebagai proses terintegrasinya ekonomi, budaya, dan masyarakat dunia, telah menjadi kekuatan dominan yang membentuk peradaban modern. Bagi negara-negara maju, ia sering dilihat sebagai mesin kemakmuran. Namun, bagi negara berkembang, dampak globalisasi layaknya pedang bermata dua yang menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Lantas, dalam panggung global yang masif ini, siapa yang sebenarnya menjadi pemenang, dan siapa […]

  • Harga Emas Hari Ini: Melonjak Naik, Waktunya Cermati Peluang Investasi

    Harga Emas Hari Ini: Melonjak Naik, Waktunya Cermati Peluang Investasi

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Emas kembali menunjukkan taringnya sebagai aset investasi yang menarik perhatian. Setelah mengalami fluktuasi, hari ini harga emas menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan, menjadi sinyal penting bagi para investor. Lalu, bagaimana perbandingan harga emas hari ini dengan kemarin? Berdasarkan data terbaru dari Logam Mulia (logammulia.com) pada hari Jumat, 8 Agustus 2025 pukul 08:21 WIB, harga emas […]

  • Akulturasi Rasa: Jejak Kuliner Arab dan India dalam Masakan Nusantara

    Akulturasi Rasa: Jejak Kuliner Arab dan India dalam Masakan Nusantara

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Indonesia sejak lama dikenal sebagai titik temu berbagai peradaban dunia. Selain rempah-rempah aslinya, kekayaan rasa masakan Nusantara banyak dipengaruhi oleh kedatangan para pedagang dari Arab dan India berabad-abad silam. Pengaruh ini tidak hanya membawa bahan baru, tetapi juga teknik memasak yang mengubah wajah kuliner Indonesia menjadi lebih kaya dan berkarakter. Pengaruh India sangat kental terasa […]

expand_less