Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata » Menjelajahi Bali Timur: Candidasa, Amed, dan Pesona Pesisir yang Tenang

Menjelajahi Bali Timur: Candidasa, Amed, dan Pesona Pesisir yang Tenang

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Saat banyak orang membayangkan Bali, seringkali yang terlintas adalah keramaian Kuta atau Seminyak. Namun, di sisi timur pulau, tersembunyi sebuah dunia yang berbeda. Bali Timur menawarkan pesona pesisir yang tenang, budaya yang masih kental, dan pemandangan alam dramatis yang siap memanjakan mata. Dua destinasi utamanya adalah Candidasa dan Amed.

Candidasa: Gerbang Menuju Ketenangan

Candidasa sering dianggap sebagai gerbang utama untuk menjelajahi keindahan Bali Timur. Kota pesisir ini menawarkan suasana yang jauh lebih santai dibandingkan Bali Selatan. Dengan laguna teratai yang ikonik sebagai pusatnya, Candidasa adalah basis yang sempurna untuk relaksasi atau mengunjungi istana air bersejarah di sekitarnya, seperti Tirta Gangga dan Taman Ujung. Pantai di sini mungkin tidak seluas di selatan, tetapi ketenangan dan pemandangan lautnya menjadi daya tarik utama.

Amed: Surga Bawah Laut di Kaki Gunung Agung

Sedikit lebih jauh ke utara, Anda akan menemukan Amed. Kawasan yang terdiri dari beberapa desa nelayan ini adalah surga bagi para penyelam dan pecinta snorkeling. Keindahan bawah lautnya begitu kaya, dengan salah satu spot paling terkenal adalah bangkai kapal patroli Jepang (Japanese Shipwreck) di Lipah. Pantai pasir vulkanik hitam yang berkilauan dengan latar belakang megah Gunung Agung menciptakan pemandangan yang tak terlupakan. Ritme kehidupan di Amed berjalan lambat, menjadikannya tempat ideal untuk melarikan diri dari hiruk pikuk.

Baik Anda memilih Candidasa yang strategis atau Amed yang memukau, Bali Timur menjanjikan pengalaman liburan yang otentik dan menyegarkan. Jauh dari keramaian, inilah wajah Bali yang damai dan menawan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Balik Layar: Bagaimana PPATK Menganalisis Transaksi Mencurigakan

    Di Balik Layar: Bagaimana PPATK Menganalisis Transaksi Mencurigakan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Mencegah tindak pidana pencucian uang bukanlah hal yang mudah. Di balik layar, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) bekerja keras untuk melacak dan menganalisis pergerakan uang yang mencurigakan. Proses ini merupakan kunci utama untuk mengidentifikasi dan membongkar jaringan kejahatan finansial yang rumit. Lantas, bagaimana PPATK melakukan analisis tersebut? Menerima Laporan dari Berbagai Sumber Langkah […]

  • REITs di Indonesia: Peluang Dividen dari Properti

    REITs di Indonesia: Peluang Dividen dari Properti

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Bagi investor yang tertarik pada sektor properti namun enggan direpotkan dengan manajemen langsung atau modal besar, REITs (Real Estate Investment Trusts) menawarkan solusi menarik. Di Indonesia, instrumen ini dikenal sebagai Dana Investasi Real Estat (DIRE) dan menyajikan peluang dividen dari properti yang stabil, menjadikannya pilihan investasi yang semakin populer di pasar modal Indonesia. Pada dasarnya, […]

  • Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

    Passiliran’: Tradisi Pemakaman Bayi di Pohon Tarra, Tana Toraja

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Tana Toraja di Sulawesi Selatan dikenal luas dengan upacara kematiannya yang megah, Rambu Solo’. Namun, di balik kemegahan tersebut, tersimpan sebuah tradisi pemakaman lain yang jauh lebih hening namun tak kalah sarat makna, yaitu Passiliran’. Ini adalah tradisi pemakaman bayi Tana Toraja yang unik, di mana jasad tidak dikebumikan di tanah, melainkan di dalam batang […]

  • Berikut adalah versi perbaikan dari artikel tersebut:

    Berikut adalah versi perbaikan dari artikel tersebut:

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Jaringan Sensor Nirkabel (WSN): Mata dan Telinga untuk Dunia IoT Pernahkah Anda bertanya bagaimana perangkat Internet of Things (IoT) bisa “merasakan” dunia di sekitarnya? Jawabannya terletak pada teknologi fundamental bernama Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Network atau WSN). Sistem inilah yang bertindak sebagai mata dan telinga digital, menjadi fondasi utama dari setiap inovasi berbasis IoT. […]

  • Model Bisnis Inovatif: Memecah Batas Konvensional

    Model Bisnis Inovatif: Memecah Batas Konvensional

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Di era digital yang serba cepat ini, perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan model bisnis yang usang. Untuk bertahan dan berkembang, dibutuhkan model bisnis inovatif yang berani memecah batas konvensional. Inovasi dalam cara perusahaan menciptakan, menyampaikan, dan menangkap nilai menjadi kunci untuk meraih keunggulan kompetitif dan relevansi di pasar yang terus berubah.Salah satu ciri khas model […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Tak Bergerak di Akhir Pekan

    Harga Emas Antam Hari Ini Stabil, Tak Bergerak di Akhir Pekan

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Memasuki hari Minggu, 29 Juni 2025, harga emas batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau tidak mengalami perubahan. Berdasarkan informasi dari situs resmi Logam Mulia yang diperbarui pada pukul 08:25 WIB, harga emas hari ini tetap sama seperti hari sebelumnya. Harga per gram emas Antam hari ini, Minggu (29/6), stabil di level Rp 1.884.000. […]

expand_less