Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Ruwatan: Ritual Penyucian Diri dan Tolak Bala dalam Kebudayaan Jawa

Ruwatan: Ritual Penyucian Diri dan Tolak Bala dalam Kebudayaan Jawa

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar

Dalam khazanah kebudayaan Jawa yang kaya, terdapat sebuah ritual mendalam yang dikenal sebagai Ruwatan. Tradisi ini merupakan upacara penyucian diri yang bertujuan untuk membersihkan seseorang dari nasib buruk, kesialan, atau sukerta (noda spiritual), serta sebagai sarana tolak bala. Hingga kini, Ruwatan masih menjadi bagian penting dari spiritualitas masyarakat Jawa, diwariskan dari generasi ke generasi sebagai benteng perlindungan dari malapetaka.

Secara esensial, Ruwatan adalah proses pembebasan dari ancaman gaib, terutama yang berasal dari Batara Kala, raksasa dalam mitologi Jawa yang gemar memangsa manusia dengan ciri-ciri tertentu. Orang-orang yang dianggap rentan menjadi mangsa Batara Kala ini disebut wong sukerta. Beberapa contoh wong sukerta yang paling umum adalah anak tunggal (ontang-anting), dua bersaudara laki-laki dan perempuan (kembang sepasang), atau anak yang lahir saat matahari terbenam.

Prosesi Ruwatan sendiri merupakan sebuah upacara sakral yang sarat dengan simbol. Puncak dari ritual ini biasanya adalah pertunjukan wayang kulit dengan lakon khusus, yaitu Murwakala. Lakon ini mengisahkan asal-usul Batara Kala dan bagaimana ia akhirnya ditaklukkan, sehingga tidak lagi mengancam jiwa manusia. Selain pagelaran wayang, upacara Ruwatan juga dilengkapi dengan berbagai sesaji, doa-doa, dan prosesi simbolis seperti potong rambut atau siraman, yang semuanya bermakna membersihkan dan memulai lembaran baru yang suci.

Meskipun zaman terus berubah, tradisi Ruwatan tetap relevan. Ritual ini bukan hanya soal mengusir nasib buruk, tetapi juga menjadi medium introspeksi diri, memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan melestarikan warisan luhur kebudayaan Jawa. Ruwatan adalah bukti bagaimana masyarakat Jawa memaknai keharmonisan antara manusia, alam, dan dunia spiritual.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Celengan Vs. Bank: Mana yang Lebih Cuan Buat Anak Muda Zaman Now?

    Celengan Vs. Bank: Mana yang Lebih Cuan Buat Anak Muda Zaman Now?

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Zaman sekarang, sadar finansial itu penting banget, apalagi buat kamu yang masih remaja atau baru mulai merintis karir. Nah, kalau ngomongin soal nabung, pasti langsung kepikiran dua pilihan: celengan atau bank? Yuk, kita bedah tuntas mana yang lebih oke buat dompet kamu! Nabung di Celengan: Simpel, Tapi Ada Tapinya… Celengan memang klasik dan gampang banget. […]

  • Pestisida Nabati: Inovasi Pengendalian Hama dari Alam

    Pestisida Nabati: Inovasi Pengendalian Hama dari Alam

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Penggunaan pestisida kimia sintetis dalam pertanian seringkali menimbulkan kekhawatiran terkait dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan manusia, dan resistensi hama. Sebagai solusi yang lebih aman dan berkelanjutan, pestisida nabati hadir sebagai inovasi pengendalian hama dari alam. Pestisida ini memanfaatkan senyawa bioaktif yang terdapat dalam tumbuhan untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Kekuatan Alam dalam Melindungi Tanaman […]

  • Jangan Terjebak Janji Manis! Cara Ampuh Menghindari Penipuan Forex Trading di Indonesia

    Jangan Terjebak Janji Manis! Cara Ampuh Menghindari Penipuan Forex Trading di Indonesia

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Forex trading menawarkan potensi keuntungan yang menarik, namun sayangnya, popularitasnya juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Di Indonesia, banyak investor pemula yang tergiur dengan janji keuntungan instan tanpa risiko, padahal sebenarnya mereka terjerat dalam skema penipuan forex trading. Untuk melindungi diri dari kerugian finansial, penting untuk mengenali ciri-ciri penipuan dan memahami […]

  • Peran Sentral Uranium dalam Perang Dingin: Bahan Bakar Perlombaan Senjata Nuklir

    Peran Sentral Uranium dalam Perang Dingin: Bahan Bakar Perlombaan Senjata Nuklir

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jauh sebelum dikenal sebagai sumber energi, uranium adalah elemen paling strategis dan ditakuti di dunia. Selama era Perang Dingin (1947-1991), mineral radioaktif ini menjadi bahan mentah yang mendefinisikan konflik ideologis antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Peran utamanya bukan untuk listrik, melainkan sebagai pemicu utama perlombaan senjata nuklir yang mengancam eksistensi manusia. Setelah Proyek Manhattan […]

  • Toleransi dalam Keberagaman: Membangun Harmoni di Tengah Perbedaan

    Toleransi dalam Keberagaman: Membangun Harmoni di Tengah Perbedaan

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Indonesia, dengan kekayaan budaya, suku, agama, dan bahasa yang melimpah, adalah contoh nyata dari keberagaman. Namun, keberagaman ini baru bisa menjadi kekuatan yang konstruktif jika diiringi dengan toleransi. Toleransi, dalam konteks ini, bukan sekadar menerima perbedaan, melainkan juga menghargai, menghormati, dan hidup berdampingan secara damai di tengah perbedaan tersebut. Membangun harmoni dalam keberagaman memerlukan pemahaman […]

  • Ranu Kumbolo: Keindahan Danau Surga di Jalur Pendakian Gunung Semeru

    Ranu Kumbolo: Keindahan Danau Surga di Jalur Pendakian Gunung Semeru

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Bagi setiap pendaki Gunung Semeru (Mahameru), Ranu Kumbolo adalah hadiah terindah yang menunggu di tengah jalur pendakian. Terletak di ketinggian sekitar 2.386 \text{ meter} di atas permukaan laut, danau ini dijuluki sebagai “Danau Surga” karena keindahannya yang luar biasa, menawarkan ketenangan dan pemandangan yang memukau. Ranu Kumbolo merupakan danau air tawar yang jernih dan luas, […]

expand_less