Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Ngurek: Memahami Tradisi ‘Menusuk Diri’ Saat Trans Sakral di Bali

Ngurek: Memahami Tradisi ‘Menusuk Diri’ Saat Trans Sakral di Bali

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

Bali dikenal dengan budayanya yang kaya, mulai dari tarian yang indah hingga upacara keagamaan yang khusyuk. Di antara ritual tersebut, terdapat satu tradisi yang paling ekstrem dan sering disalahpahami, yaitu Ngurek atau Ngunying. Ini adalah ritual di mana pesertanya, dalam kondisi trans (kerauhan), mencoba menusukkan keris ke tubuh mereka sendiri.

Penting untuk dipahami, Ngurek bukanlah pertunjukan ilmu kebal atau aksi kekerasan, melainkan puncak dari sebuah prosesi upacara keagamaan yang sakral. Tradisi ini biasanya menjadi bagian dari rangkaian upacara di pura, sering kali setelah pementasan tari sakral seperti Barong dan Rangda. Peserta yang melakukan Ngurek tidak berada dalam kesadaran penuh.

Puncak Pengabdian dan Keseimbangan

Para pelaku Ngurek diyakini sedang dirasuki oleh roh suci atau pengiring dewa (dewa/bhatara). Dalam kondisi trans inilah, mereka mengambil keris dan menekankannya ke bagian tubuh seperti dada, leher, atau dahi. Ajaibnya, dalam kondisi puncak spiritual ini, keris tersebut sering kali tidak mampu melukai kulit mereka.

Fenomena kebal dari senjata tajam ini bukanlah tujuan utama, melainkan sebuah pertanda. Hal ini diyakini sebagai tanda bahwa para dewa berkenan hadir, menerima persembahan, dan memberikan perlindungan-Nya. Jika pelaku sampai terluka, itu bisa dianggap sebagai pertanda adanya ketidaksiapan spiritual atau gangguan dalam upacara.

Ngurek adalah bentuk pengabdian tertinggi, sebuah dialog antara manusia dengan alam niskala (dunia tak kasat mata). Tradisi ini menjadi simbol penyerahan diri secara total kepada Tuhan dan kekuatan alam, serta upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebaikan (Dharma) dan keburukan (Adharma). Ini adalah ritual iman yang mendalam, jauh dari sekadar tontonan yang memacu adrenalin.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hidrogen Hijau: Teknologi Kunci Produksi Bahan Bakar Bersih Masa Depan

    Hidrogen Hijau: Teknologi Kunci Produksi Bahan Bakar Bersih Masa Depan

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Di tengah komitmen global dan nasional menuju Net Zero Emission pada tahun 2060, pencarian sumber bahan bakar bersih menjadi prioritas utama. Salah satu kandidat terkuat yang kini menjadi sorotan dunia adalah hidrogen hijau (green hydrogen). Berbeda dari bahan bakar fosil, hidrogen hijau menawarkan sumber energi padat yang sepenuhnya bebas emisi, menjadikannya pilar penting dalam strategi […]

  • Memuliakan Guru, Memajukan Bangsa: Mengapa Kesejahteraan dan Martabat Guru adalah Urusan Kita Semua

    Memuliakan Guru, Memajukan Bangsa: Mengapa Kesejahteraan dan Martabat Guru adalah Urusan Kita Semua

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Kemajuan sebuah bangsa tidak hanya diukur dari infrastruktur fisiknya, tetapi dari kualitas sumber daya manusianya. Di jantung pembangunan sumber daya manusia itu, berdiri seorang guru. Namun, sering kali kita lupa bahwa untuk menciptakan pendidikan berkualitas, kita harus terlebih dahulu memastikan kesejahteraan dan martabat guru terjamin. Isu kesejahteraan guru bukanlah sekadar tentang kenaikan gaji atau tunjangan. […]

  • Inovasi dalam Layanan Kesehatan: Mengakses Perawatan yang Lebih Baik

    Inovasi dalam Layanan Kesehatan: Mengakses Perawatan yang Lebih Baik

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, inovasi teknologi telah merambah ke setiap aspek kehidupan, termasuk sektor fundamental seperti layanan kesehatan. Transformasi ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah realitas yang membuka pintu bagi akses perawatan yang lebih cepat, efisien, dan personal bagi jutaan orang di seluruh dunia. Salah satu terobosan paling signifikan adalah telemedisin. Layanan konsultasi […]

  • Misi Langka Bertemu Badak Jawa: Petualangan di Pulau Peucang

    Misi Langka Bertemu Badak Jawa: Petualangan di Pulau Peucang

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Bagi para petualang sejati, Taman Nasional Ujung Kulon menawarkan salah satu misi paling langka dan menantang: bertemu langsung dengan badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Meskipun badak Jawa tidak hidup di Pulau Peucang, pulau ini sering dijadikan basecamp strategis untuk memulai petualangan menuju habitat mereka. Pulau Peucang sendiri adalah permata dengan keindahan alam yang memukau. Pulau Peucang: […]

  • Kisah Inspiratif Para Ilmuwan di Balik Penemuan Uranium: Mengungkap Kekuatan Atom

    Kisah Inspiratif Para Ilmuwan di Balik Penemuan Uranium: Mengungkap Kekuatan Atom

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Penemuan uranium, elemen yang mengubah lanskap energi dan geopolitik dunia, adalah hasil dari kontribusi serangkaian ilmuwan brilian melalui eksperimen dan dedikasi yang gigih. Kisah mereka adalah narasi menarik tentang rasa ingin tahu ilmiah, kolaborasi, dan penemuan tak terduga yang memiliki konsekuensi mendalam. Perjalanan ini dimulai pada tahun 1789, ketika ahli kimia Jerman Martin Heinrich Klaproth […]

  • Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    Sastra Siber: Puisi dan Cerpen di Era Digital

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Perkembangan teknologi internet telah membuka babak baru dalam dunia sastra, melahirkan fenomena yang dikenal sebagai sastra siber. Jika dahulu karya sastra hanya bisa dinikmati melalui media cetak, kini puisi dan cerpen dapat dengan mudah ditemukan di berbagai platform digital, mulai dari blog, media sosial, hingga situs-situs khusus. Sastra siber bukan hanya sekadar memindahkan teks ke […]

expand_less