Senin, 1 Sep 2025
light_mode
Beranda » Budaya » Mappalili: Menjelajahi Keunikan Ritual Turun Sawah Suku Bugis

Mappalili: Menjelajahi Keunikan Ritual Turun Sawah Suku Bugis

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
  • visibility 19
  • comment 0 komentar

Indonesia kaya akan tradisi agraris yang unik, salah satunya adalah Mappalili, sebuah ritual turun sawah yang sakral bagi masyarakat Suku Bugis di Sulawesi Selatan. Lebih dari sekadar upacara pembukaan musim tanam, Mappalili adalah perwujudan rasa syukur, harapan akan hasil panen melimpah, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Makna Mendalam di Balik Mappalili

Secara harfiah, “Mappalili” berasal dari kata “lili” yang berarti padi yang tumbuh subur dengan sendirinya. Ritual ini bertujuan untuk memohon restu kepada Sang Pencipta agar tanaman padi terhindar dari hama dan penyakit, serta memberikan hasil panen yang berlimpah. Mappalili bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga sebuah representasi dari harmoni antara manusia dan alam.

Prosesi Sakral Mappalili

Pelaksanaan Mappalili melibatkan seluruh komunitas. Dipimpin oleh tokoh adat atau pemangku ritual, serangkaian prosesi dilakukan dengan khidmat. Biasanya, ritual diawali dengan penentuan hari baik berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bugis. Kemudian, bibit padi pilihan disemai dengan iringan doa dan mantra. Masyarakat juga menyiapkan sesajian berupa hasil bumi dan hewan ternak sebagai persembahan. Puncak acara biasanya ditandai dengan penanaman bibit padi pertama secara simbolis oleh tokoh adat, diikuti oleh seluruh petani. Suara gendang dan alat musik tradisional Bugis lainnya memeriahkan suasana, menciptakan aura magis dan kebersamaan.

Relevansi Mappalili di Era Modern

Meskipun zaman terus berubah, ritual Mappalili tetap dipertahankan oleh masyarakat Bugis. Tradisi ini bukan hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan menghargai sumber daya alam. Di tengah modernisasi pertanian, nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan yang terkandung dalam Mappalili juga semakin relevan sebagai perekat sosial masyarakat. Dengan memahami dan melestarikan Mappalili, kita turut menjaga kekayaan budaya Indonesia dan menghormati kearifan lokal yang telah teruji zaman.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pesta Kesenian Bali (PKB): Jadwal dan Acara yang Wajib Ditonton

    Pesta Kesenian Bali (PKB): Jadwal dan Acara yang Wajib Ditonton

    • calendar_month Sel, 22 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Pesta Kesenian Bali (PKB) adalah perayaan seni dan budaya terbesar dan paling bergengsi di Pulau Dewata. Digelar setiap tahun, PKB menjadi wadah ekspresi bagi para seniman Bali untuk menampilkan beragam karya, mulai dari seni pertunjukan, seni rupa, hingga kerajinan tradisional. Acara ini bukan hanya menjadi tontonan menarik bagi wisatawan, tetapi juga merupakan upaya pelestarian dan […]

  • Robotika di Ladang: Otomatisasi Traktor dan Mesin Panen

    Robotika di Ladang: Otomatisasi Traktor dan Mesin Panen

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Robotika, teknologi yang sering kita lihat dalam film fiksi ilmiah, kini telah menjadi bagian integral dari dunia pertanian. Penerapan robotika di ladang membawa perubahan fundamental dalam praktik bercocok tanam, terutama melalui otomatisasi traktor dan mesin panen. Teknologi ini bukan sekadar alat bantu, melainkan mitra cerdas yang membantu petani meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara signifikan. Mengubah […]

  • Makanan Fermentasi Nusantara: Rahasia Lezat yang Tersembunyi

    Makanan Fermentasi Nusantara: Rahasia Lezat yang Tersembunyi

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Di balik kelezatan berbagai hidangan tradisional Indonesia, tersimpan rahasia kuno yang telah diwariskan turun-temurun: fermentasi. Teknik pengolahan makanan ini bukan sekadar metode pengawetan, melainkan sebuah seni yang mengubah bahan sederhana menjadi mahakarya kuliner dengan cita rasa yang mendalam, kompleks, dan unik. Makanan fermentasi adalah cerminan kearifan lokal yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menciptakan rasa umami yang […]

  • Memahami Siklus Uranium: Dari Tambang Hingga Pembuangan Akhir

    Memahami Siklus Uranium: Dari Tambang Hingga Pembuangan Akhir

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Uranium adalah elemen kunci di balik energi nuklir, namun perjalanannya dari batuan di dalam bumi hingga menjadi sumber listrik sangatlah panjang dan kompleks. Proses ini dikenal sebagai siklus uranium atau siklus bahan bakar nuklir, sebuah rangkaian proses industri yang dirancang untuk menghasilkan energi dari uranium sambil mengelola limbahnya dengan aman. Semuanya dimulai dari penambangan uranium. […]

  • Jaga Data Pribadimu! Waspada Pencurian Informasi Saat Mengisi Formulir di Tempat Umum di Indonesia

    Jaga Data Pribadimu! Waspada Pencurian Informasi Saat Mengisi Formulir di Tempat Umum di Indonesia

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Di berbagai kesempatan, kita sering diminta untuk mengisi formulir di tempat umum, mulai dari pendaftaran acara, pengisian buku tamu, hingga pengajuan layanan tertentu. Meskipun terlihat sepele, aktivitas ini menyimpan potensi risiko pencurian data pribadi jika kita tidak berhati-hati. Di era digital ini, informasi pribadi sangat berharga dan bisa disalahgunakan untuk berbagai tindak kejahatan. Oleh karena […]

  • Pupuk Hayati: Alternatif Ramah Lingkungan Pengganti Pupuk Kimia

    Pupuk Hayati: Alternatif Ramah Lingkungan Pengganti Pupuk Kimia

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam pertanian modern, termasuk di Indonesia, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan tanah. Sebagai solusi yang lebih berkelanjutan, pupuk hayati hadir sebagai alternatif ramah lingkungan yang dapat menggantikan atau mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Pupuk hayati memanfaatkan mikroorganisme alami untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Memanfaatkan […]

expand_less