Wayang Kulit: Mahakarya Dunia yang Bercerita tentang Kehidupan
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Kam, 17 Jul 2025
- visibility 21
- comment 0 komentar

Diakui sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO sejak tahun 2003, Wayang Kulit bukan sekadar seni pertunjukan tradisional biasa. Ini adalah sebuah mahakarya budaya Nusantara, khususnya dari Jawa dan Bali, yang memadukan seni tutur, seni rupa, dan musik dalam sebuah harmoni yang magis dan memukau.
Di balik layar putih (kelir), seorang Dalang dengan keahlian luar biasa memainkan puluhan karakter wayang yang terbuat dari kulit kerbau. Dengan cahaya lampu minyak (blencong) yang bergoyang, bayangan-bayangan wayang menjadi hidup, bergerak, dan bercerita. Setiap gerak dan dialog sang Dalang diiringi oleh alunan musik gamelan yang syahdu, menciptakan suasana yang mendalam dan membawa penonton masuk ke dalam alur cerita.
Kisah yang dipentaskan umumnya bersumber dari wiracarita besar seperti Mahabharata dan Ramayana, yang telah diadaptasi dengan kearifan lokal. Namun, Wayang Kulit lebih dari sekadar dongeng. Di dalamnya terkandung ajaran moral, filosofi hidup, kritik sosial, dan perenungan tentang dualisme sifat manusia—pertarungan abadi antara kebaikan (dharma) dan kejahatan (adharma). Sang Dalang seringkali menyisipkan pesan-pesan aktual yang relevan dengan kondisi zaman.
Sebagai sebuah paket kesenian yang lengkap, Wayang Kulit adalah bukti kekayaan intelektual dan spiritual bangsa Indonesia. Ia bukan hanya tontonan yang menghibur, tetapi juga tuntunan yang mendidik. Melalui bayang-bayang di atas kelir, kita diajak untuk merenungkan makna kehidupan, menjadikan tradisi ini sebuah mahakarya yang relevan dan hidup sepanjang masa.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar