Senin, 15 Jun 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Sejarah Angklung: Dari Ritual Pertanian hingga Panggung Dunia

Sejarah Angklung: Dari Ritual Pertanian hingga Panggung Dunia

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

Angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu, memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan menarik, berawal dari ritual pertanian sederhana hingga memukau panggung-panggung dunia. Diakui oleh UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Tak Benda Kemanusiaan, angklung bukan hanya sekadar instrumen musik, tetapi juga cerminan dari nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Sunda.

Awal mula angklung erat kaitannya dengan kepercayaan dan ritual masyarakat agraris. Bunyi yang dihasilkan diyakini memiliki kekuatan magis untuk memanggil Dewi Sri (dewi padi) agar memberkahi kesuburan tanah dan hasil panen melimpah. Bentuk angklung pada masa itu mungkin masih sederhana, dimainkan dalam upacara-upacara seperti seren taun (panen raya).

Seiring waktu, angklung mengalami perkembangan bentuk dan fungsi. Pada masa Kerajaan Sunda, angklung menjadi bagian dari seni pertunjukan istana. Namun, esensinya sebagai alat musik komunal tetap terjaga. Cara memainkannya yang membutuhkan kerjasama dan harmoni antar pemain mencerminkan nilai gotong royong dalam masyarakat. Setiap angklung hanya menghasilkan satu atau dua nada, sehingga dibutuhkan ansambel untuk menciptakan melodi yang utuh.

Pada abad ke-20, tokoh musik Indonesia, Daeng Soetigna, mengembangkan angklung diatonis yang memungkinkan alat musik ini memainkan berbagai jenis musik modern. Inovasi ini membuka jalan bagi angklung untuk dikenal lebih luas, bahkan menembus batas negara. Kini, orkestra angklung dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, membawakan beragam genre musik dari tradisional hingga kontemporer.

Dari bunyi sederhana di ladang hingga melodi megah di gedung konser, sejarah angklung adalah kisah tentang evolusi budaya. Ia membuktikan bagaimana sebuah alat musik tradisional dapat terus relevan dan dicintai, menjadi duta seni dan simbol kebersamaan Indonesia di mata dunia.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menemukan Sisi Lain Karangasem: Dari Desa Tenganan hingga Rumah Pohon

    Menemukan Sisi Lain Karangasem: Dari Desa Tenganan hingga Rumah Pohon

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Kabupaten Karangasem di Bali Timur seringkali identik dengan Istana Air Tirta Gangga atau pesisir Amed yang menawan. Namun, wilayah ini menyimpan sisi lain yang jauh lebih beragam, menawarkan perpaduan unik antara warisan budaya kuno dan spot kekinian yang memukau. Mari kita jelajahi kekayaan Karangasem lebih dalam, dari Desa Tenganan hingga Rumah Pohon. Desa Tenganan: Jendela […]

  • Menelaah Regulasi Anti Pencucian Uang: Peran PPATK dalam Perumusannya

    Menelaah Regulasi Anti Pencucian Uang: Peran PPATK dalam Perumusannya

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi modus kejahatan finansial yang terus berkembang, regulasi yang kuat dan adaptif adalah kunci. Di Indonesia, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) memiliki peran sentral dan strategis dalam merumuskan regulasi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT). Peran ini menjadikan PPATK bukan hanya sebagai pelaksana, tetapi juga arsitek dari sistem pertahanan finansial […]

  • Perbedaan Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada

    Perbedaan Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Dalam ibadah haji, terdapat dua jenis tawaf yang memiliki peran dan waktu pelaksanaan yang berbeda, yaitu Tawaf Ifadah dan Tawaf Wada. Keduanya adalah bagian penting dari ibadah haji, namun seringkali membingungkan bagi sebagian orang. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar ibadah haji Anda sah dan sempurna. Tawaf Ifadah Tawaf Ifadah adalah salah satu rukun haji […]

  • Bangkit Kembali: Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Pasca Tsunami

    Bangkit Kembali: Menikmati Keindahan Pantai Tanjung Lesung Pasca Tsunami

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Tanjung Lesung, sebuah kawasan wisata terpadu di Kabupaten Pandeglang, Banten, telah lama dikenal sebagai surga tersembunyi dengan keindahan alamnya yang memesona. Setelah sempat terdampak tsunami Selat Sunda pada akhir 2018, kini Tanjung Lesung bangkit kembali, siap menyambut wisatawan dengan wajah yang lebih kuat dan menawan. Keindahannya pasca musibah menjadi simbol ketangguhan alam dan masyarakatnya. Daya […]

  • Pantai Klayar Pacitan: Pesona Seruling Samudra dan Batu Sphinx

    Pantai Klayar Pacitan: Pesona Seruling Samudra dan Batu Sphinx

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Pacitan, yang sering dijuluki sebagai “Kota 1001 Goa”, menyimpan rahasia kecantikan pesisir yang luar biasa di ujung Jawa Timur, yakni Pantai Klayar. Destinasi ini bukan sekadar pantai dengan ombak besar; Klayar menawarkan perpaduan fenomena alam langka dan formasi geologi yang menjadikannya salah satu pantai paling ikonik di Indonesia. Keajaiban Alam: Seruling Samudra Salah satu daya […]

  • Bonus Demografi: Peluang Emas atau Ancaman bagi Masa Depan Indonesia?

    Bonus Demografi: Peluang Emas atau Ancaman bagi Masa Depan Indonesia?

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Indonesia kini berada di tengah periode emas yang dikenal sebagai bonus demografi, sebuah kondisi langka di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi populasi nasional. Fenomena ini sering disebut sebagai jendela peluang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Namun, pertanyaan krusialnya adalah: mampukah Indonesia mengubah potensi ini menjadi kemajuan nyata, atau justru akan menjadi ancaman? Disebut […]

expand_less