Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Sejarah Angklung: Dari Ritual Pertanian hingga Panggung Dunia

Sejarah Angklung: Dari Ritual Pertanian hingga Panggung Dunia

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
  • visibility 73
  • comment 0 komentar

Angklung, alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu, memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan menarik, berawal dari ritual pertanian sederhana hingga memukau panggung-panggung dunia. Diakui oleh UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Tak Benda Kemanusiaan, angklung bukan hanya sekadar instrumen musik, tetapi juga cerminan dari nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat Sunda.

Awal mula angklung erat kaitannya dengan kepercayaan dan ritual masyarakat agraris. Bunyi yang dihasilkan diyakini memiliki kekuatan magis untuk memanggil Dewi Sri (dewi padi) agar memberkahi kesuburan tanah dan hasil panen melimpah. Bentuk angklung pada masa itu mungkin masih sederhana, dimainkan dalam upacara-upacara seperti seren taun (panen raya).

Seiring waktu, angklung mengalami perkembangan bentuk dan fungsi. Pada masa Kerajaan Sunda, angklung menjadi bagian dari seni pertunjukan istana. Namun, esensinya sebagai alat musik komunal tetap terjaga. Cara memainkannya yang membutuhkan kerjasama dan harmoni antar pemain mencerminkan nilai gotong royong dalam masyarakat. Setiap angklung hanya menghasilkan satu atau dua nada, sehingga dibutuhkan ansambel untuk menciptakan melodi yang utuh.

Pada abad ke-20, tokoh musik Indonesia, Daeng Soetigna, mengembangkan angklung diatonis yang memungkinkan alat musik ini memainkan berbagai jenis musik modern. Inovasi ini membuka jalan bagi angklung untuk dikenal lebih luas, bahkan menembus batas negara. Kini, orkestra angklung dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, membawakan beragam genre musik dari tradisional hingga kontemporer.

Dari bunyi sederhana di ladang hingga melodi megah di gedung konser, sejarah angklung adalah kisah tentang evolusi budaya. Ia membuktikan bagaimana sebuah alat musik tradisional dapat terus relevan dan dicintai, menjadi duta seni dan simbol kebersamaan Indonesia di mata dunia.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Wisatawan Saat Pertama Kali ke Bali

    10 Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari Wisatawan Saat Pertama Kali ke Bali

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Liburan ke Bali adalah impian banyak orang, namun bagi wisatawan pemula, beberapa kesalahan umum bisa mengurangi kenyamanan dan bahkan merusak pengalaman liburan. Agar perjalanan pertama Anda ke Pulau Dewata berjalan lancar dan berkesan, hindari 10 kesalahan fatal berikut ini: * Tidak Mempersiapkan Visa dan Dokumen: Pastikan paspor Anda berlaku minimal enam bulan ke depan dan […]

  • Anak Mengadu tentang Guru? Ini 7 Langkah Bijak yang Harus Dilakukan Orang Tua

    Anak Mengadu tentang Guru? Ini 7 Langkah Bijak yang Harus Dilakukan Orang Tua

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Ketika anak pulang dan mengadu tentang gurunya, wajar jika orang tua merasa khawatir atau emosi. Namun, bereaksi secara gegabah justru bisa memperburuk situasi. Sikap orang tua yang bijak sangat krusial untuk menyelesaikan masalah dan menjaga hubungan baik antara rumah dan sekolah. Jika Anda menghadapi keluhan anak di sekolah, jangan panik. Berikut adalah 7 langkah bijak […]

  • Ulos Batak: Mengungkap Sejarah dan Simbolisme Kain Adat Suku Batak

    Ulos Batak: Mengungkap Sejarah dan Simbolisme Kain Adat Suku Batak

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Bagi Suku Batak di Sumatera Utara, sehelai kain bukan hanya penutup tubuh, melainkan identitas dan warisan budaya yang hidup. Itulah Ulos Batak, kain tenun tradisional yang kaya akan sejarah dan makna mendalam. Lebih dari sekadar pakaian adat, Ulos merupakan simbol restu, kasih sayang, dan status sosial yang tak ternilai harganya. Sejarah kain Ulos berawal dari […]

  • Kisah Para Sahabat Nabi yang Menginspirasi dalam Ibadah Umrah

    Kisah Para Sahabat Nabi yang Menginspirasi dalam Ibadah Umrah

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Ibadah umrah adalah perjalanan yang penuh makna spiritual. Banyaknya ritual yang kita jalankan hari ini memiliki akar sejarah dari para sahabat Nabi Muhammad SAW. Kisah-kisah mereka saat di Tanah Suci dapat menjadi sumber inspirasi tak terbatas, mengajarkan kita tentang keteguhan iman, pengorbanan, dan kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT. 1. Kisah Umar bin Khattab: Ketegasan […]

  • Nuklir di Indonesia: Arah Kebijakan Energi Atom Nasional di Tahun 2025

    Nuklir di Indonesia: Arah Kebijakan Energi Atom Nasional di Tahun 2025

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Memasuki tahun 2025, Indonesia berada di persimpangan jalan dalam menentukan masa depan sumber energinya. Dengan target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dan kebutuhan energi yang terus meningkat, diskusi mengenai kebijakan nasional tentang energi nuklir dan uranium menjadi semakin relevan. Pemerintah terus mengkaji potensi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai salah satu solusi energi […]

  • Dampak dan Potensi ‘Web3’ dalam Ekosistem Digital Indonesia: Lebih dari Sekadar Kripto?

    Dampak dan Potensi ‘Web3’ dalam Ekosistem Digital Indonesia: Lebih dari Sekadar Kripto?

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Web3, generasi internet berikutnya, menjanjikan perubahan besar dalam dunia digital Indonesia. Lebih dari sekadar kripto, Web3 menawarkan desentralisasi, keamanan, dan kontrol pengguna yang lebih besar.   Bagi remaja dan dewasa Indonesia yang melek teknologi, ini berarti peluang baru dalam berbagai bidang. Bayangkan:   Ekonomi Kreatif: Seniman, musisi, dan pembuat konten dapat langsung terhubung dengan penggemar […]

expand_less