Waspada Pungli! Jebakan Penipuan di Terminal dan Stasiun di Indonesia
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 15 Agu 2025
- visibility 19
- comment 0 komentar

Terminal bus dan stasiun kereta api adalah pusat mobilitas masyarakat Indonesia. Sayangnya, keramaian dan kebutuhan yang mendesak seringkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan berkedok pungutan liar (pungli). Modus operandinya beragam, namun tujuannya sama: mendapatkan uang secara ilegal dari para penumpang atau pengguna jasa. Mengenali jebakan-jebakan ini adalah langkah penting untuk menghindarinya.
Modus Penipuan Pungli yang Sering Terjadi di Terminal dan Stasiun
Tarif Parkir Tidak Resmi atau Melebihi Ketentuan: Juru parkir liar atau oknum petugas parkir mengenakan tarif yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku atau bahkan tanpa karcis resmi.
Biaya “Bantuan” Bagasi yang Tidak Wajar: Oknum porter atau orang yang mengaku membantu membawa barang meminta imbalan yang jauh melebihi tarif normal atau bahkan memaksa meminta uang.
Informasi Trayek atau Jadwal yang Menyesatkan: Oknum yang mengaku petugas informasi memberikan informasi palsu mengenai trayek atau jadwal keberangkatan dengan tujuan mengarahkan penumpang ke bus atau kereta tertentu yang telah bekerja sama dengan mereka, biasanya dengan tarif lebih tinggi.
Penawaran Jasa Transportasi Ilegal (Calo): Calo menawarkan jasa transportasi dengan harga yang tidak transparan dan seringkali lebih mahal dari tarif resmi. Mereka juga berpotensi membawa penumpang ke tempat yang tidak aman.
Pemaksaan Pembelian Tiket dari Oknum Tidak Resmi: Oknum menjual tiket dengan harga yang dinaikkan atau bahkan tiket palsu.
Permintaan “Uang Keamanan” atau “Uang Kebersihan” yang Tidak Jelas: Oknum tertentu meminta sejumlah uang dengan alasan yang tidak jelas dan tanpa dasar hukum yang sah.
Tips Menghindari Jebakan Pungli di Terminal dan Stasiun
Ketahui Tarif Resmi: Cari tahu tarif resmi parkir, porter, dan transportasi dari sumber informasi yang terpercaya (misalnya, papan pengumuman resmi atau aplikasi penyedia layanan).
Gunakan Layanan Resmi: Manfaatkan loket resmi untuk pembelian tiket dan layanan porter yang terdaftar. Hindari bertransaksi dengan calo.
Perhatikan Informasi Resmi: Percayai informasi trayek dan jadwal keberangkatan yang tertera pada papan pengumuman resmi atau aplikasi resmi penyedia layanan transportasi. Jangan mudah percaya informasi dari orang asing.
Tolak Permintaan Uang yang Tidak Jelas: Jangan berikan uang jika tidak ada dasar atau bukti pembayaran yang sah. Tanyakan selalu karcis atau bukti pembayaran resmi.
Laporkan Jika Ada Kejanggalan: Jika Anda merasa menjadi korban pungli atau melihat tindakan yang mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkannya kepada petugas keamanan resmi yang bertugas di terminal atau stasiun.
Berhati-hati dengan Orang Asing yang Terlalu Ramah: Waspadai orang asing yang tiba-tiba menawarkan bantuan tanpa diminta.
Gunakan Pembayaran Digital Jika Memungkinkan: Untuk tarif parkir atau layanan lain yang memungkinkan pembayaran digital, gunakan opsi ini untuk menghindari transaksi tunai yang rentan terhadap pungli.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti tips di atas, Anda dapat terhindar dari jebakan penipuan berkedok pungli di terminal dan stasiun di Indonesia. Ingatlah, hak Anda adalah menggunakan fasilitas publik dengan tarif yang jelas dan sesuai aturan. Jangan ragu untuk menolak dan melaporkan tindakan pungli.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar