Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agama » 🍲 Makanan Khas Arab Saudi yang Wajib Dicoba Saat Umrah

🍲 Makanan Khas Arab Saudi yang Wajib Dicoba Saat Umrah

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Perjalanan spiritual Umrah tidak hanya memuaskan jiwa, tetapi juga dapat menjadi petualangan kuliner. Arab Saudi, khususnya di kota suci Makkah dan Madinah, menawarkan kekayaan rasa otentik yang wajib Anda cicipi. Mencoba makanan khas Arab Saudi akan melengkapi pengalaman budaya Anda.

1. Nasi Mandi dan Nasi Bukhari

Dua hidangan nasi ini adalah yang paling populer dan mudah ditemukan. Nasi Mandi terkenal dengan daging ayam atau kambingnya yang dimasak di dalam oven bawah tanah (tannur), menghasilkan tekstur yang sangat lembut, aroma beras yang khas, dan cita rasa rempah yang ringan. Sementara itu, Nasi Bukhari memiliki rasa yang lebih kaya rempah dengan campuran kismis dan wortel, memberikan sensasi manis gurih yang pas.

2. Shawarma: Favorit Cepat Saji yang Lezat

Jika Anda mencari camilan cepat yang mengenyangkan, Shawarma adalah jawabannya. Irisan daging ayam atau kambing yang dipanggang vertikal dan dibungkus dalam roti tipis (khubz), lalu disajikan dengan saus yoghurt, bawang, dan kentang goreng. Shawarma adalah pilihan praktis saat Anda butuh energi setelah beribadah.

3. Sambosa dan Tamis: Pasangan Sarapan Klasik

Untuk sarapan atau pengganjal perut, cobalah Sambosa (Samosa). Makanan ringan berbentuk segitiga berisi daging cincang atau sayuran ini digoreng hingga renyah. Sempurnakan dengan Tamis, roti pipih khas Arab yang besar dan tipis, biasanya dimakan dengan kacang-kacangan atau keju. Ini adalah kombinasi sarapan lokal yang sangat disukai jamaah.

4. Kurma Ajwa dan Kopi Arab (Gahwa)

Jangan lupakan yang manis dan pahit. Kurma Ajwa dari Madinah, yang dikenal sebagai ‘kurma Nabi’, wajib dicoba karena khasiat dan sejarahnya. Nikmati kurma ini bersama secangkir Gahwa, kopi Arab yang disajikan tanpa gula dengan sedikit rasa kapulaga. Gahwa sering disajikan sebagai simbol keramahan.

Menikmati hidangan lokal ini akan menambah warna pada perjalanan Umrah Anda. Pastikan Anda mencoba setidaknya satu dari hidangan otentik ini untuk pengalaman yang lebih lengkap

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Computer Vision: Bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) ‘Melihat’ Dunia

    Computer Vision: Bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) ‘Melihat’ Dunia

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda berpikir bagaimana sebuah mobil otonom dapat menavigasi jalanan yang ramai, atau bagaimana smartphone Anda bisa langsung mengenali wajah untuk membuka kunci? Kemampuan canggih ini dimungkinkan oleh sebuah cabang dari Kecerdasan Buatan (AI) yang disebut Computer Vision. Secara sederhana, Computer Vision adalah teknologi yang melatih komputer untuk ‘melihat’, menafsirkan, dan memahami informasi visual dari […]

  • 5 Alasan Mengapa Umrah Wajib Bagi Umat Islam yang Mampu

    5 Alasan Mengapa Umrah Wajib Bagi Umat Islam yang Mampu

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Meskipun umrah sering disebut sebagai “haji kecil,” para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukumnya. Sebagian besar ulama berpendapat bahwa umrah adalah wajib bagi setiap Muslim yang mampu. Pandangan ini didasarkan pada dalil-dalil Al-Quran dan hadis. Berikut adalah lima alasan utama mengapa umrah sangat dianjurkan dan menjadi wajib bagi yang mampu. 1. Perintah Langsung dari Allah […]

  • Curug Leuwi Hejo: “Green Canyon” Mini yang Menyegarkan di Sentul, Bogor

    Curug Leuwi Hejo: “Green Canyon” Mini yang Menyegarkan di Sentul, Bogor

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Jika Anda mencari alternatif “Green Canyon” yang lebih dekat dari Jakarta, Curug Leuwi Hejo di Sentul, Bogor, bisa menjadi pilihan yang tepat. Meski ukurannya lebih kecil, pesona air terjun bertingkat dengan airnya yang hijau jernih dan dikelilingi bebatuan eksotis ini tak kalah memikat. Leuwi Hejo, yang berarti “air terjun hijau” dalam bahasa Sunda, menawarkan kesegaran […]

  • Menjelajahi Labirin Pajak Ekonomi Digital: Tantangan Global, Solusi Lokal

    Menjelajahi Labirin Pajak Ekonomi Digital: Tantangan Global, Solusi Lokal

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Ledakan ekonomi digital telah mengubah lanskap bisnis secara fundamental, melahirkan model-model baru seperti e-commerce, platform media sosial, dan layanan streaming. Namun, pesatnya pertumbuhan ini menghadirkan tantangan signifikan dalam hal perpajakan. Bagaimana negara dapat mengenakan pajak secara adil dan efektif kepada entitas digital yang seringkali beroperasi lintas batas tanpa kehadiran fisik yang kuat? Tantangan Utama Perpajakan […]

  • Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

    Merariq: Tradisi Kawin Lari Suku Sasak yang Penuh Gengsi dan Keberanian

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Lombok, permata Nusa Tenggara Barat, menyimpan kekayaan budaya yang memukau, salah satunya adalah tradisi perkawinan unik bernama Merariq. Bagi Suku Sasak, Merariq bukan sekadar kawin lari biasa, melainkan sebuah ritual adat yang sarat akan gengsi dan keberanian. Prosesinya yang khas dan syarat makna menjadikannya daya tarik tersendiri sekaligus cerminan nilai-nilai sosial masyarakat Sasak. Secara harfiah, […]

  • Qasidah: Seni Suara Islami yang Populer di Indonesia

    Qasidah: Seni Suara Islami yang Populer di Indonesia

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Qasidah adalah sebuah genre musik dan seni suara yang sarat akan nilai-nilai Islami, sangat populer dan mengakar kuat dalam kebudayaan Indonesia. Berasal dari tradisi Timur Tengah, Qasidah masuk ke Nusantara seiring dengan penyebaran agama Islam. Di Indonesia, seni ini berkembang pesat dan beradaptasi dengan budaya lokal, menciptakan bentuk yang unik dan digemari oleh berbagai kalangan. […]

expand_less