Minggu, 31 Agu 2025
light_mode
Beranda » Budaya » Debus Banten: Mengungkap Misteri Seni Kekebalan Tubuh dan Kekuatan Spiritual

Debus Banten: Mengungkap Misteri Seni Kekebalan Tubuh dan Kekuatan Spiritual

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
  • visibility 26
  • comment 0 komentar

Banten, provinsi di ujung barat Pulau Jawa, memiliki warisan budaya yang unik dan memukau, salah satunya adalah seni pertunjukan Debus. Lebih dari sekadar atraksi ekstrem, Debus adalah manifestasi mendalam dari keyakinan spiritual, keberanian, dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pertunjukan Debus sering kali membuat decak kagum sekaligus merinding. Para pemainnya, dengan tatapan mata yang kosong dan gerakan yang terkadang di luar kendali, tampak kebal terhadap berbagai benda tajam seperti golok, pisau, bahkan tusukan bambu runcing. Mereka dapat menusuk diri, mengiris lidah, atau bahkan memecahkan kelapa di kepala tanpa mengalami luka yang berarti.

Sejarah dan Kekuatan Spiritual

Sejarah Debus di Banten diperkirakan berakar pada ajaran tasawuf Islam pada abad ke-16. Konon, seni ini awalnya digunakan sebagai media untuk membangkitkan semangat perjuangan rakyat Banten dalam melawan penjajah. Para pendekar yang memiliki kemampuan Debus diyakini memiliki kekuatan spiritual dan keberanian yang luar biasa berkat latihan dan amalan tertentu.

Kekebalan tubuh dalam Debus dipercaya bukan semata-mata hasil latihan fisik, melainkan berkat adanya kekuatan spiritual atau energi ilahi yang melindungi para pemain saat mereka berada dalam kondisi trans atau karamah. Prosesi pertunjukan biasanya diawali dengan pembacaan doa-doa dan zikir yang bertujuan untuk memanggil kekuatan tersebut.

Lebih dari Sekadar Tontonan

Meskipun terlihat ekstrem, Debus bagi masyarakat Banten bukanlah sekadar hiburan atau ajang pamer kekuatan. Seni ini memiliki nilai-nilai filosofis yang mendalam, mengajarkan tentang keyakinan yang kuat, pengendalian diri, dan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta. Debus menjadi simbol keberanian, ketangguhan, dan identitas budaya masyarakat Banten yang patut dilestarikan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Qasidah: Seni Suara Islami yang Populer di Indonesia

    Qasidah: Seni Suara Islami yang Populer di Indonesia

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Qasidah adalah sebuah genre musik dan seni suara yang sarat akan nilai-nilai Islami, sangat populer dan mengakar kuat dalam kebudayaan Indonesia. Berasal dari tradisi Timur Tengah, Qasidah masuk ke Nusantara seiring dengan penyebaran agama Islam. Di Indonesia, seni ini berkembang pesat dan beradaptasi dengan budaya lokal, menciptakan bentuk yang unik dan digemari oleh berbagai kalangan. […]

  • Revolusi Kecerdasan Buatan: Masa Depan yang Terbentuk

    Revolusi Kecerdasan Buatan: Masa Depan yang Terbentuk

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan kekuatan transformatif yang membentuk ulang dunia kita secara fundamental. Dari otomasi industri hingga personalisasi layanan, revolusi AI tengah berlangsung, menjanjikan masa depan yang lebih efisien, terhubung, dan cerdas. Perkembangan AI yang pesat didorong oleh inovasi dalam algoritma pembelajaran mesin, peningkatan daya komputasi, dan ketersediaan data dalam […]

  • Tradisi Pingitan Calon Pengantin: Masih Relevankah di Era Modern?

    Tradisi Pingitan Calon Pengantin: Masih Relevankah di Era Modern?

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Di tengah derasnya arus modernisasi, banyak tradisi pernikahan di Indonesia yang mulai dipertanyakan eksistensinya, salah satunya adalah tradisi pingitan calon pengantin. Praktik yang mengharuskan calon mempelai, terutama wanita, untuk tidak keluar rumah dalam kurun waktu tertentu sebelum hari pernikahan ini sering dianggap usang. Lantas, masihkah tradisi ini relevan? Makna Filosofis di Balik Pingitan Pada intinya, […]

  • Otomatisasi Irigasi Tetes: Kunci Hemat Air Berbasis IoT

    Otomatisasi Irigasi Tetes: Kunci Hemat Air Berbasis IoT

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Air adalah sumber daya paling krusial dalam pertanian, namun penggunaannya seringkali tidak efisien. Di era digital ini, inovasi hadir dalam bentuk otomatisasi sistem irigasi tetes berbasis IoT (Internet of Things). Teknologi ini menggabungkan irigasi tetes yang memang sudah hemat air dengan kecerdasan digital, menciptakan solusi yang sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan. Bagaimana Sistem […]

  • Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    Permakultur: Mendesain Sistem Pertanian yang Meniru Alam

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sistem pertanian konvensional yang seringkali bergantung pada input eksternal yang besar kini dianggap kurang berkelanjutan. Sebagai alternatif, permakultur menawarkan sebuah pendekatan revolusioner: mendesain sistem pertanian yang meniru alam. Lebih dari sekadar metode bertani, permakultur adalah filosofi desain yang berfokus pada pembangunan ekosistem yang produktif, stabil, dan lestari, […]

  • Computer Vision: Bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) ‘Melihat’ Dunia

    Computer Vision: Bagaimana Kecerdasan Buatan (AI) ‘Melihat’ Dunia

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda berpikir bagaimana sebuah mobil otonom dapat menavigasi jalanan yang ramai, atau bagaimana smartphone Anda bisa langsung mengenali wajah untuk membuka kunci? Kemampuan canggih ini dimungkinkan oleh sebuah cabang dari Kecerdasan Buatan (AI) yang disebut Computer Vision. Secara sederhana, Computer Vision adalah teknologi yang melatih komputer untuk ‘melihat’, menafsirkan, dan memahami informasi visual dari […]

expand_less