Lapis Legit: Kue Seribu Lapis, Warisan Kuliner Belanda-Indonesia
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Ming, 2 Nov 2025
- visibility 34
- comment 0 komentar

Lapis Legit, atau spekkoek, adalah salah satu kue tradisional Indonesia yang paling ikonik, dikenal dengan teksturnya yang lembut, aroma rempah yang harum, dan tampilannya yang berlapis-lapis indah. Kue ini bukan hanya sekadar hidangan penutup, melainkan peninggalan kuliner yang kaya akan sejarah, berakar kuat dari masa kolonial Belanda.
Nama “Lapis Legit” sendiri merujuk pada lapisan-lapisan tipis yang terbentuk dari proses pemanggangan yang cermat, satu per satu. Kue ini merupakan hasil adaptasi resep kue Eropa (terutama dari masakan Belanda) dengan sentuhan cita rasa dan bahan lokal Indonesia. Rempah-rempah khas Nusantara seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga menjadi bintang utama yang memberikan aroma dan rasa yang unik, membedakannya dari kue berlapis Eropa lainnya.
[Gambar sepotong kue Lapis Legit dengan banyak lapis]
Proses pembuatan Lapis Legit adalah sebuah seni yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian tinggi. Setiap lapis adonan harus dipanggang satu per satu hingga matang sempurna sebelum lapisan berikutnya ditambahkan. Proses ini bisa memakan waktu berjam-jam, menjadikannya kue yang mewah dan berharga, seringkali disajikan pada acara-acara istimewa seperti hari raya, perayaan, atau sebagai hantaran.
Meskipun membutuhkan banyak telur dan mentega, serta proses yang panjang, rasa Lapis Legit yang lembut, manis, dan beraroma rempah sepadan dengan usaha yang dicurahkan. Setiap gigitan adalah perpaduan harmonis antara kekayaan rasa Eropa dan kehangatan rempah Asia.
Hingga kini, Lapis Legit tetap menjadi primadona, dicari oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Kue ini bukan hanya sekadar hidangan manis, melainkan simbol perpaduan budaya dan sejarah yang lezat, terus lestari sebagai salah satu mahakarya kuliner Indonesia.
- Penulis: Muhamad Fatoni

Saat ini belum ada komentar