Jumat, 20 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Mappacci: Ritual ‘Malam Pacar’ Suku Bugis yang Sakral

Mappacci: Ritual ‘Malam Pacar’ Suku Bugis yang Sakral

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
  • visibility 94
  • comment 0 komentar

Dalam kekayaan adat pernikahan di Indonesia, Suku Bugis dari Sulawesi Selatan memiliki sebuah ritual pra-nikah yang sarat makna, yaitu Mappacci. Sering disamakan dengan ‘malam pacar’ pada umumnya, Mappacci memiliki esensi yang lebih dalam dari sekadar menghias tangan. Ini adalah upacara sakral untuk menyucikan calon pengantin secara lahir dan batin.

Secara harfiah, ‘Mappacci’ berasal dari kata pacci yang berarti daun pacar atau inai. Namun, maknanya jauh lebih dalam. Ritual ini merupakan simbol pembersihan diri calon mempelai dari segala hal buruk—baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan—sebelum memulai bahtera rumah tangga. Tumbuhan pacar sendiri bagi masyarakat Bugis diyakini sebagai tanaman surga yang melambangkan kesucian dan keberkahan.

Prosesi Mappacci biasanya dilakukan pada malam hari sebelum akad nikah. Calon pengantin akan duduk di pelaminan, di hadapan serangkaian perlengkapan simbolis seperti bantal, daun pisang, dan kain sutra. Kemudian, para sesepuh, orang tua, dan orang-orang yang dihormati (sering disebut anreguru) secara bergantian akan meletakkan tumbukan daun pacar ke telapak tangan mempelai sambil membisikkan doa.

Setiap sentuhan dan olesan pacci melambangkan restu yang tulus untuk melepas calon pengantin ke jenjang kehidupan baru. Jadi, Mappacci bukanlah sekadar tradisi malam berinai. Ia adalah ritual sakral yang menjadi momen introspeksi, permohonan doa restu, dan simbol kesucian untuk membangun rumah tangga yang bersih, langgeng, dan diberkahi oleh Yang Maha Kuasa.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pupuk Hayati: Alternatif Ramah Lingkungan Pengganti Pupuk Kimia

    Pupuk Hayati: Alternatif Ramah Lingkungan Pengganti Pupuk Kimia

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dalam pertanian modern, termasuk di Indonesia, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan tanah. Sebagai solusi yang lebih berkelanjutan, pupuk hayati hadir sebagai alternatif ramah lingkungan yang dapat menggantikan atau mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Pupuk hayati memanfaatkan mikroorganisme alami untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Memanfaatkan […]

  • LMKN: Mendorong Profesionalisme dan Standar Industri Musik

    LMKN: Mendorong Profesionalisme dan Standar Industri Musik

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Industri musik yang sehat tidak hanya tentang menghasilkan karya-karya populer, tetapi juga tentang memiliki standar profesionalisme yang tinggi dan ekosistem yang teratur. Di Indonesia, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memainkan peran fundamental dalam mendorong profesionalisme dan standar industri musik, memastikan semua pihak beroperasi secara etis dan legal. Salah satu cara LMKN mendorong profesionalisme adalah dengan […]

  • Kelingking Beach: Perjuangan Turun ke Pantai Berbentuk T-Rex yang Terbayarkan

    Kelingking Beach: Perjuangan Turun ke Pantai Berbentuk T-Rex yang Terbayarkan

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kelingking Beach, ikon Nusa Penida yang terkenal dengan tebingnya yang menyerupaiTyrannosaurus Rex, adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa pun yang menginjakkan kaki di pulau ini. Keindahan formasi batuan yang unik dan birunya Samudra Hindia yang membentang luas sungguh memukau. Namun, untuk mencapai pasir putih dan deburan ombak di bawahnya, Anda harus bersiap untuk sebuah […]

  • Tari Caci: Pertarungan Seni dan Keberanian dari Manggarai

    Tari Caci: Pertarungan Seni dan Keberanian dari Manggarai

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Tari Caci adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Suku Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Uniknya, tarian ini bukanlah tarian biasa, melainkan sebuah tarian perang yang menampilkan pertarungan antara dua orang penari dengan menggunakan cambuk dan perisai. Pertunjukan ini bukan sekadar adu fisik, melainkan juga simbolisasi keberanian, sportivitas, dan kebersamaan, yang menjadi bagian penting dari adat […]

  • Waspada Penipuan Pengisian E-Wallet: Amankan Dana Digital Anda!

    Waspada Penipuan Pengisian E-Wallet: Amankan Dana Digital Anda!

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 42
    • 0Komentar

    E-wallet atau dompet digital telah merevolusi cara kita bertransaksi, menawarkan kemudahan dan kecepatan. Namun, kemudahan ini juga membuka celah baru bagi para penipu yang menyasar proses pengisian e-wallet. Modus penipuan ini dirancang untuk mencuri dana digital Anda dengan berbagai cara licik, sehingga sangat penting bagi kita untuk selalu waspada. Salah satu modus paling umum adalah […]

  • Inflasi Global Mereda: Harapan Turunnya Harga Kebutuhan Pokok di Indonesia?

    Inflasi Global Mereda: Harapan Turunnya Harga Kebutuhan Pokok di Indonesia?

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Tahun 2025 membawa kabar baik dari panggung ekonomi global: inflasi mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan. Setelah periode kenaikan harga yang cukup signifikan di berbagai belahan dunia, kini banyak negara menghadapi tingkat inflasi yang lebih terkendali. Lantas, apa artinya bagi kita di Indonesia? Akankah fenomena ini membawa angin segar berupa penurunan harga kebutuhan pokok yang telah lama […]

expand_less