Rabu, 4 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Mopoduka: Mengenal Ritual Sakral Memandikan Benda Pusaka di Gorontalo

Mopoduka: Mengenal Ritual Sakral Memandikan Benda Pusaka di Gorontalo

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
  • visibility 71
  • comment 0 komentar

Setiap tahun setelah pelaksanaan salat Idul Adha, masyarakat Gorontalo memiliki sebuah tradisi unik yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual, yaitu Mopoduka. Ritual ini merupakan upacara adat untuk memandikan atau membersihkan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Gorontalo masa lampau.

Mopoduka bukanlah sekadar proses pembersihan fisik untuk menghilangkan karat, melainkan sebuah ritual sakral yang penuh makna. Tradisi ini bertujuan untuk merawat, menghormati, dan menjaga kekuatan spiritual atau tuah yang dipercaya bersemayam di dalam setiap benda pusaka, seperti keris, tombak, pedang, dan perhiasan kerajaan. Bagi masyarakat Gorontalo, melaksanakan Mopoduka adalah wujud penghormatan kepada para leluhur dan sejarah mereka.

Prosesi yang Penuh Khidmat

Prosesi Mopoduka dipimpin oleh para pemangku adat atau Baate. Benda-benda pusaka akan dikeluarkan dari tempat penyimpanannya, diarak dengan khidmat, lalu dibersihkan satu per satu. Pembersihannya pun tidak sembarangan, melainkan menggunakan ramuan khusus yang terdiri dari air, perasan jeruk nipis untuk membersihkan logam, serta aneka bunga beraroma wangi untuk memberikan dimensi spiritual. Selama prosesi berlangsung, doa-doa dan mantera khusus dilantunkan untuk memohon berkah dan keselamatan.

Ritual Mopoduka menjadi bukti nyata bagaimana kebudayaan dan ajaran agama Islam dapat berjalan harmonis di Gorontalo. Dilaksanakan tepat setelah momen suci Idul Adha, tradisi ini menjadi simbol penyucian diri dan penghormatan terhadap warisan leluhur. Mopoduka adalah kekayaan budaya tak ternilai yang terus dijaga untuk memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat Gorontalo.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengubah Hujan Menjadi Oase: Pemanfaatan Air Hujan untuk Irigasi

    Mengubah Hujan Menjadi Oase: Pemanfaatan Air Hujan untuk Irigasi

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Air hujan, yang sering dianggap sebagai anugerah alam yang datang dan pergi begitu saja, sesungguhnya menyimpan potensi luar biasa, terutama untuk dunia pertanian. Pemanfaatan air hujan, atau Rainwater Harvesting, adalah solusi cerdas dan berkelanjutan untuk mengairi lahan pertanian, menjadikannya praktik yang semakin relevan di tengah isu kelangkaan air dan perubahan iklim. Mengapa Air Hujan Begitu […]

  • Rupiah Tangguh: Hari Ini, 2 Juni 2025, Gimana Nasib Uang Jajan Kita?

    Rupiah Tangguh: Hari Ini, 2 Juni 2025, Gimana Nasib Uang Jajan Kita?

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Halo, Gen Z dan Millenial! Pernah dengar “nilai tukar Rupiah”? Mungkin kedengarannya rumit, tapi sebenarnya penting banget buat tahu, lho. Hari ini, tanggal 2 Juni 2025, yuk kita intip gimana kabar Rupiah kita, si uang jajan kesayangan. Apa Itu Nilai Tukar Rupiah? Gampangnya, nilai tukar itu harga Rupiah kita kalau mau ditukarkan sama mata uang […]

  • Tari Caci: Pertarungan Seni dan Keberanian dari Manggarai

    Tari Caci: Pertarungan Seni dan Keberanian dari Manggarai

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Tari Caci adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari Suku Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Uniknya, tarian ini bukanlah tarian biasa, melainkan sebuah tarian perang yang menampilkan pertarungan antara dua orang penari dengan menggunakan cambuk dan perisai. Pertunjukan ini bukan sekadar adu fisik, melainkan juga simbolisasi keberanian, sportivitas, dan kebersamaan, yang menjadi bagian penting dari adat […]

  • Seni Digital dan Properti Virtual: Mengenal Lebih Dekat NFT (Non-Fungible Tokens)

    Seni Digital dan Properti Virtual: Mengenal Lebih Dekat NFT (Non-Fungible Tokens)

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Dunia digital terus berinovasi, dan salah satu terobosan paling menarik dalam beberapa tahun terakhir adalah munculnya NFT atau Non-Fungible Tokens. Sederhananya, NFT adalah aset digital unik yang kepemilikannya tercatat di blockchain, teknologi yang sama mendasari mata uang kripto. Namun, berbeda dengan aset kripto yang dapat dipertukarkan (fungible), setiap NFT bersifat unik dan tidak dapat digantikan […]

  • Tantangan Digitalisasi UMKM di Seluruh Pelosok Indonesia

    Tantangan Digitalisasi UMKM di Seluruh Pelosok Indonesia

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Digitalisasi UMKM merupakan langkah krusial untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di seluruh pelosok Indonesia. Namun, implementasinya tidaklah tanpa tantangan, terutama di wilayah-wilayah yang jauh dari pusat perkotaan. Mengatasi hambatan-hambatan ini menjadi kunci untuk membuka potensi penuh UMKM sebagai penggerak ekonomi nasional. Salah satu tantangan […]

  • Anti Cemas! Ini Strategi Jangka Panjang Siapkan Dana Pendidikan Anak

    Anti Cemas! Ini Strategi Jangka Panjang Siapkan Dana Pendidikan Anak

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Biaya pendidikan yang terus meningkat setiap tahun menjadi kekhawatiran umum bagi para orang tua. Tanpa persiapan yang matang, masa depan pendidikan anak bisa menjadi beban finansial yang berat. Namun, Anda tidak perlu cemas. Dengan strategi jangka panjang yang tepat, mempersiapkan dana pendidikan anak bisa lebih terencana dan menenangkan. Kunci utamanya adalah memulai sedini mungkin. Semakin […]

expand_less