Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Nelubulanin: Merayakan Kehidupan Baru dengan Tradisi Bali yang Sarat Makna

Nelubulanin: Merayakan Kehidupan Baru dengan Tradisi Bali yang Sarat Makna

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
  • visibility 67
  • comment 0 komentar

Bali, dengan kekayaan tradisi dan budayanya, memiliki berbagai upacara yang menandai tahapan penting dalam kehidupan seseorang. Salah satunya adalah Nelubulanin, sebuah upacara yang dilaksanakan saat bayi berusia tiga bulan (105 hari) menurut kalender Saka Bali. Upacara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga ungkapan rasa syukur, penyucian bayi, dan pengenalan sang buah hati kepada alam semesta serta leluhur.

Makna Spiritual dan Sosial Nelubulanin

Nelubulanin memiliki makna spiritual yang mendalam. Pada usia tiga bulan, menurut kepercayaan Hindu Bali, roh bayi dianggap telah menetap dengan sempurna di dalam tubuhnya. Upacara ini menjadi momen penting untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi sang bayi. Selain itu, Nelubulanin juga merupakan acara sosial yang mempererat tali silaturahmi antar keluarga, kerabat, dan tetangga.

Berbagai rangkaian ritual dilakukan dalam upacara ini, termasuk pembersihan bayi dengan air suci, pemberian nama resmi (jika belum dilakukan), pemotongan sedikit rambut sebagai simbol membuang hal-hal negatif, serta persembahan (banten) kepada para dewa dan leluhur. Musik gamelan Bali yang khusyuk mengiringi jalannya upacara, menciptakan suasana sakral dan penuh kedamaian.

Pengenalan Bayi pada Alam dan Komunitas

Salah satu aspek penting dari Nelubulanin adalah ritual turun tanah (mekala-kalaan), di mana bayi untuk pertama kalinya menyentuh tanah. Hal ini melambangkan pengenalan bayi kepada alam semesta sebagai tempat ia akan tumbuh dan berkembang. Selain itu, upacara ini juga menjadi momen pengenalan resmi bayi kepada komunitas banjar (desa adat), menandakan bahwa sang bayi telah menjadi bagian dari masyarakat.

Pelestarian Tradisi di Era Modern

Meskipun zaman terus berkembang, upacara Nelubulanin tetap dipertahankan dan dilestarikan oleh masyarakat Bali. Tradisi ini menjadi pengingat akan pentingnya nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan rasa syukur dalam kehidupan. Melalui Nelubulanin, warisan budaya Bali terus hidup dan memberikan identitas yang kuat bagi generasi penerus.

Kesimpulan

Nelubulanin adalah upacara yang indah dan sarat makna dalam tradisi Bali. Lebih dari sekadar perayaan kelahiran, upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur, penyucian, dan pengenalan bayi kepada alam serta komunitasnya, sekaligus mempererat ikatan sosial masyarakat.

 

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Container Farming: Menyulap Kontainer Bekas menjadi Kebun Modern

    Container Farming: Menyulap Kontainer Bekas menjadi Kebun Modern

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Container farming adalah salah satu tren paling menarik dalam dunia pertanian presisi yang mengubah kontainer pengiriman bekas menjadi unit produksi pangan yang canggih dan mandiri. Inovasi ini menjadi jawaban cerdas atas tantangan keterbatasan lahan di area perkotaan padat penduduk dan kondisi iklim yang tidak menentu. Inti dari sistem ini adalah pemanfaatan ruang tertutup kontainer sebagai […]

  • Arsitektur Microservices: Membangun Aplikasi yang Lebih Skalabel

    Arsitektur Microservices: Membangun Aplikasi yang Lebih Skalabel

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Di era digital saat ini, tuntutan terhadap aplikasi semakin kompleks. Pengguna menginginkan aplikasi yang cepat, andal, dan selalu tersedia. Untuk menjawab tantangan ini, banyak pengembang beralih dari pendekatan tradisional ke arsitektur microservices, sebuah metode modern untuk membangun perangkat lunak yang tangguh. Pendekatan lama, yang dikenal sebagai arsitektur monolitik, menyatukan semua fungsi aplikasi ke dalam satu […]

  • Stop ‘Titip Anak’ di Sekolah: Saatnya Menjadi Orang Tua yang Terlibat Aktif dalam Pendidikan

    Stop ‘Titip Anak’ di Sekolah: Saatnya Menjadi Orang Tua yang Terlibat Aktif dalam Pendidikan

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Istilah “titip anak” di sekolah mungkin terdengar lumrah, namun di baliknya tersimpan pola pikir yang perlu dikoreksi. Sekolah bukanlah tempat penitipan, dan pendidikan anak adalah sebuah kemitraan, bukan transaksi serah terima. Sudah saatnya kita meninggalkan mentalitas pasif dan menyadari bahwa peran orang tua dalam pendidikan adalah kunci kesuksesan anak. Pola pikir “titip anak” secara tidak […]

  • Avatar Digital Hiper-Realistik: Membangun Identitas Baru yang Memukau di Metaverse

    Avatar Digital Hiper-Realistik: Membangun Identitas Baru yang Memukau di Metaverse

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Metaverse bukan lagi sekadar konsep futuristik, melainkan sebuah lanskap digital yang terus berkembang di mana interaksi sosial, ekonomi, dan kreatif terjadi. Di jantung pengalaman metaverse adalah avatar digital, representasi diri pengguna dalam dunia virtual ini. Seiring kemajuan teknologi, avatar berevolusi dari bentuk kartun sederhana menjadi avatar digital hiper-realistik yang memukau, menawarkan cara baru untuk mengekspresikan […]

  • Barang Publik vs. Barang Klub: Tanggung Jawab dan Biaya

    Barang Publik vs. Barang Klub: Tanggung Jawab dan Biaya

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Dalam ilmu ekonomi, pemahaman tentang jenis-jenis barang sangat penting untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab menyediakan dan membiayainya. Dua kategori yang sering kali membingungkan adalah barang publik dan barang klub. Keduanya memiliki karakteristik unik yang memengaruhi cara mereka dikelola dan didanai. Membedah perbedaan keduanya akan membantu kita mengerti mengapa beberapa layanan disediakan oleh pemerintah, sementara […]

  • Peran Drone dalam Revolusi Pertanian: Dari Pemetaan hingga Penyemprotan

    Peran Drone dalam Revolusi Pertanian: Dari Pemetaan hingga Penyemprotan

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 82
    • 0Komentar

    ​​Revolusi teknologi terus merambah berbagai sektor, tak terkecuali pertanian. Salah satu inovasi yang paling signifikan adalah hadirnya drone atau pesawat tanpa awak. Perangkat canggih ini kini memainkan peran krusial dalam mentransformasi praktik pertanian tradisional menjadi lebih efisien, presisi, dan berkelanjutan. ​Drone sebagai Mata di Langit ​Di era Pertanian 4.0, drone berfungsi sebagai “mata di langit” […]

expand_less