Papeda: Keajaiban Sagu, Kekuatan Pangan dari Timur Indonesia
- account_circle Muhamad Fatoni
- calendar_month Jum, 22 Agu 2025
- visibility 9
- comment 0 komentar

Papeda, makanan pokok yang unik dan kaya nutrisi, merupakan jantung dari kuliner masyarakat Maluku dan Papua. Terbuat dari tepung sagu, papeda memiliki tekstur yang kenyal, lengket, dan bening menyerupai lem. Meskipun tampilannya sederhana, papeda memiliki peran sentral dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di wilayah timur Indonesia.
Proses pembuatan papeda terbilang sederhana namun membutuhkan ketepatan. Tepung sagu dicampur dengan air panas secara perlahan sambil terus diaduk hingga mengental dan membentuk tekstur yang khas. Keahlian dalam mencampur dan mengaduk sangat penting untuk menghasilkan papeda yang lembut dan tidak menggumpal.
Rasa papeda sendiri cenderung netral, sehingga sangat cocok dipadukan dengan berbagai jenis lauk berkuah yang kaya rasa. Masyarakat Maluku dan Papua biasanya menikmati papeda dengan ikan kuah kuning yang segar dan asam, sayur ganemo (daun melinjo), atau berbagai olahan hasil laut lainnya. Kuah yang kaya rempah dan ikan segar menjadi pelengkap sempurna bagi tekstur papeda yang lembut.
Lebih dari sekadar makanan, papeda memiliki makna simbolis yang mendalam. Proses berbagi papeda dari satu wadah secara bersama-sama melambangkan kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong dalam masyarakat. Tradisi makan papeda seringkali dilakukan dalam acara-acara keluarga, upacara adat, atau perayaan komunitas, mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Sagu sebagai bahan dasar papeda juga memiliki peran penting dalam ketahanan pangan di wilayah timur Indonesia. Tanaman sagu tumbuh subur di rawa-rawa dan menjadi sumber karbohidrat utama bagi masyarakat setempat. Pemanfaatan sagu secara berkelanjutan juga merupakan bagian dari kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam.
Papeda adalah mutiara kuliner dari timur Indonesia yang patut untuk lebih dikenal dan diapresiasi. Keunikan tekstur, fleksibilitas dalam penyajian, serta nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya menjadikan papeda bukan hanya sekadar makanan pokok, tetapi juga warisan berharga yang memperkaya khazanah kuliner Nusantara.
- Penulis: Muhamad Fatoni
Saat ini belum ada komentar