Kamis, 5 Feb 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Peran Krusial Bank Sentral dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

Peran Krusial Bank Sentral dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
  • visibility 55
  • comment 0 komentar

Di dalam sebuah perekonomian, sistem keuangan berfungsi layaknya sistem peredaran darah yang menopang kehidupan. Agar sistem ini berjalan lancar dan terhindar dari guncangan, diperlukan seorang penjaga utama. Di sinilah Bank Sentral, yang di Indonesia diemban oleh Bank Indonesia (BI), memainkan perannya yang tak tergantikan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

Peran bank sentral sebagai penjaga stabilitas dapat diuraikan menjadi beberapa pilar utama. Pertama, melalui kebijakan moneter. Dengan menetapkan suku bunga acuan, Bank Indonesia dapat mengendalikan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan memastikan nilai tukar rupiah tetap stabil. Suku bunga yang stabil dan terprediksi menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha dan investasi.

Kedua, Bank Sentral menerapkan kebijakan makroprudensial. Kebijakan ini dirancang untuk mencegah dan mengurangi risiko sistemik, yaitu risiko yang dapat menyebabkan kegagalan di seluruh sistem keuangan, bukan hanya pada satu institusi. Contohnya adalah dengan mengatur rasio pinjaman terhadap agunan (LTV) untuk properti guna mencegah gelembung aset, atau menetapkan penyangga modal tambahan bagi bank-bank sistemik.

Ketiga, Bank Sentral bertugas mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Transaksi yang aman, efisien, dan andal adalah fondasi dari semua aktivitas ekonomi. Inovasi seperti BI-FAST adalah wujud nyata peran BI dalam memastikan infrastruktur pembayaran nasional berjalan mulus, cepat, dan dengan biaya terjangkau.

Terakhir, Bank Sentral memiliki fungsi vital sebagai lender of the last resort. Artinya, BI menjadi sumber pinjaman terakhir bagi bank-bank yang mengalami kesulitan likuiditas temporer namun masih sehat secara fundamental. Fungsi ini krusial untuk mencegah kepanikan nasabah (bank run) yang berpotensi memicu krisis keuangan yang lebih luas.

Dengan menjalankan peran-peran tersebut secara terintegrasi, Bank Sentral bertindak sebagai jangkar yang menjaga kapal perekonomian tetap stabil di tengah berbagai tantangan.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal Komputer Generasi Pertama: Era Tabung Vakum Raksasa

    Mengenal Komputer Generasi Pertama: Era Tabung Vakum Raksasa

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sebelum laptop tipis atau smartphone di genggaman, dunia komputasi dimulai dengan mesin-mesin raksasa di era Komputer Generasi Pertama (sekitar 1940-an – 1950-an). Ini adalah masa ketika tabung vakum menjadi “otak” utama komputer, menjadikannya perangkat yang sangat besar, mahal, dan haus daya. Meskipun primitif menurut standar modern, generasi inilah yang meletakkan fondasi bagi revolusi digital. Komputer […]

  • LMKN dan Etika Bisnis: Menghargai Karya Orang Lain Adalah Kewajiban

    LMKN dan Etika Bisnis: Menghargai Karya Orang Lain Adalah Kewajiban

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Dalam dunia bisnis, etika seringkali menjadi penentu keberhasilan jangka panjang. Di industri kreatif, etika bisnis memiliki makna yang sangat mendalam, terutama terkait dengan hak cipta. Di sinilah peran Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) menjadi sangat vital. Lebih dari sekadar urusan hukum, membayar royalti melalui LMKN adalah wujud dari etika bisnis yang menghargai jerih payah para […]

  • PPATK dan Masyarakat Sipil: Kolaborasi Mewujudkan Good Governance

    PPATK dan Masyarakat Sipil: Kolaborasi Mewujudkan Good Governance

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) adalah tanggung jawab bersama. Dalam upaya memberantas pencucian uang dan kejahatan finansial, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) tidak bekerja sendiri. PPATK aktif menjalin kolaborasi erat dengan masyarakat sipil untuk menciptakan sinergi yang kuat, transparan, dan akuntabel. Masyarakat Sipil sebagai Mitra Kritis Masyarakat sipil, yang diwakili […]

  • Masa Depan Royalti Musik: Tantangan LMKN di Era Digital

    Masa Depan Royalti Musik: Tantangan LMKN di Era Digital

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Industri musik terus berevolusi, dan begitu pula tantangan yang dihadapi oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Di era digitalisasi yang serba cepat, masa depan royalti musik berada pada persimpangan jalan, di mana LMKN harus beradaptasi untuk memastikan hak-hak pencipta tetap terlindungi. Tantangan terbesar LMKN saat ini adalah volume data yang masif dan kompleksitasnya. Di era […]

  • Prinsip Muamalah dalam Transaksi Keuangan Modern

    Prinsip Muamalah dalam Transaksi Keuangan Modern

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Di era digital tahun 2025 ini, transaksi keuangan modern bergerak sangat cepat, mulai dari perbankan digital, investasi saham online, hingga platform fintech. Bagi seorang Muslim, menjadi penting untuk memastikan setiap aktivitas ekonomi tersebut tetap berada dalam koridor syariat Islam. Di sinilah prinsip Muamalah berperan sebagai fondasi etis yang tak lekang oleh waktu. Muamalah adalah bagian […]

  • Fenomena Winner-Takes-All Market: Kekayaan Ekstrem di Era Digital

    Fenomena Winner-Takes-All Market: Kekayaan Ekstrem di Era Digital

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Di era digital, kita menyaksikan munculnya fenomena ekonomi yang disebut “Winner-Takes-All Market”. Ini adalah kondisi pasar di mana sebagian kecil pelaku pasar menguasai pangsa pasar yang sangat besar, sementara sisanya hanya mendapatkan bagian yang sangat kecil. Fenomena ini menciptakan kekayaan ekstrem yang terkonsentrasi pada segelintir perusahaan atau individu, sementara sebagian besar pesaingnya sulit berkembang. Bagaimana […]

expand_less