Sabtu, 30 Agu 2025
light_mode
Beranda » Investasi » Short Selling: Strategi Untung di Pasar yang Turun (dan Risikonya)

Short Selling: Strategi Untung di Pasar yang Turun (dan Risikonya)

  • account_circle Muhamad Fatoni
  • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
  • visibility 23
  • comment 0 komentar

Dalam dunia investasi saham, sebagian besar strategi berfokus pada mendapatkan keuntungan saat harga saham naik. Namun, terdapat strategi yang memungkinkan investor untuk meraih profit justru ketika harga saham mengalami penurunan, yaitu short selling atau jual pendek. Meskipun berpotensi menguntungkan, strategi ini juga menyimpan risiko yang signifikan.

Secara sederhana, short selling adalah tindakan meminjam saham dari broker, kemudian menjualnya di pasar dengan harapan harga saham tersebut akan turun di kemudian hari. Jika harga benar-benar turun, shorter (pelaku short selling) akan membeli kembali saham tersebut dengan harga yang lebih rendah dan mengembalikannya kepada broker, selisih harga jual dan beli (dikurangi biaya pinjam dan transaksi) menjadi keuntungan mereka.

Strategi ini sering digunakan oleh trader yang memiliki pandangan bearish atau negatif terhadap prospek suatu saham atau pasar secara keseluruhan. Short selling dapat menjadi alat yang efektif untuk mendapatkan keuntungan di tengah kondisi pasar yang sedang lesu atau koreksi. Beberapa trader juga menggunakannya sebagai bagian dari strategi hedging atau lindung nilai untuk mengurangi risiko portofolio mereka.

Namun, risiko yang terkait dengan short selling sangat besar. Tidak seperti pembelian saham biasa di mana potensi kerugian terbatas pada modal yang diinvestasikan (harga saham tidak mungkin turun di bawah nol), potensi kerugian dalam short selling tidak terbatas. Jika harga saham yang di-short justru naik secara signifikan, shorter harus membeli kembali saham tersebut dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga jualnya, yang dapat mengakibatkan kerugian besar. Selain itu, short seller juga dikenakan biaya pinjam saham dan berisiko terkena short squeeze, di mana harga saham tiba-tiba melonjak karena banyak shorter yang berusaha menutup posisi mereka secara bersamaan.

Kesimpulannya, short selling adalah strategi investasi yang canggih dan berisiko tinggi yang memungkinkan investor untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham. Strategi ini memerlukan pemahaman pasar yang mendalam, manajemen risiko yang ketat, dan kesiapan untuk menghadapi potensi kerugian yang tidak terbatas. Oleh karena itu, short selling umumnya lebih cocok untuk trader berpengalaman dengan toleransi risiko yang tinggi.

 

  • Penulis: Muhamad Fatoni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kilas Balik Era Pandemi: Pelajaran dari Tantangan dan Peluang Investasi

    Kilas Balik Era Pandemi: Pelajaran dari Tantangan dan Peluang Investasi

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Tentu, ini draf artikel SEO-friendly dengan panjang sekitar 300 kata, ditulis dengan perspektif saat ini (Juli 2025) yangLEra pandemi COVID-19 (2020-2022) merupakan periode penuh gejolak yang menguji ketahanan ekonomi global dan para investor. Melihat kembali masa tersebut, kita dapat memetik pelajaran berharga mengenai tantangan dan peluang investasi di tengah krisis. Momen ini menjadi studi kasus […]

  • Tragedi Milik Bersama (Tragedy of the Commons): Pelajaran Ekonomi dari Kerusakan Lingkungan

    Tragedi Milik Bersama (Tragedy of the Commons): Pelajaran Ekonomi dari Kerusakan Lingkungan

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda membayangkan sebuah padang rumput subur yang dimiliki bersama oleh sebuah desa? Konsep inilah yang menjadi dasar dari teori Tragedi Milik Bersama atau Tragedy of the Commons. Teori ekonomi ini menjelaskan mengapa sumber daya bersama (commons) yang dapat diakses secara bebas, cenderung akan hancur akibat eksploitasi berlebihan. Masalahnya muncul dari benturan antara kepentingan pribadi […]

  • Seminyak: Panduan Wisata di Surga Belanja, Kuliner, dan Gaya Hidup Bali

    Seminyak: Panduan Wisata di Surga Belanja, Kuliner, dan Gaya Hidup Bali

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Jika Kuta adalah energi yang meledak-ledak, maka Seminyak adalah pesona yang lebih dewasa, bergaya, dan mewah. Terletak di pesisir barat Bali, kawasan ini telah menjelma menjadi kiblat bagi para pencari kemewahan, tren terkini, dan pengalaman liburan yang berkelas. Seminyak bukan hanya sebuah destinasi, melainkan sebuah gaya hidup yang memadukan relaksasi tropis dengan sentuhan modernitas. Bagi […]

  • Green Economy (Ekonomi Hijau): Peluang Bisnis di Tengah Krisis Iklim

    Green Economy (Ekonomi Hijau): Peluang Bisnis di Tengah Krisis Iklim

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Krisis iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan kenyataan yang mendesak untuk segera diatasi. Namun, di tengah tantangan global ini, tersimpan sebuah peluang besar bagi para pelaku usaha inovatif melalui konsep ekonomi hijau. Paradigma ini menawarkan jalan untuk meraih keuntungan sekaligus memberikan dampak positif bagi planet. Ekonomi hijau adalah sebuah model pembangunan ekonomi yang berfokus […]

  • Kekuatan Waktu dalam Uang: Mengapa Rp1 Juta Sekarang Lebih Bernilai dari Nanti

    Kekuatan Waktu dalam Uang: Mengapa Rp1 Juta Sekarang Lebih Bernilai dari Nanti

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Dalam dunia keuangan, ada sebuah konsep fundamental yang seringkali terlupakan namun sangat penting untuk dipahami: Time Value of Money (Nilai Waktu Uang). Sederhana namun mendalam, konsep ini menjelaskan mengapa sejumlah uang yang kita miliki hari ini jauh lebih berharga daripada jumlah uang yang sama di masa depan. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan krusial yang mendasarinya. […]

  • Teknologi Geotermal Tingkat Lanjut: Energi Panas Bumi yang Lebih Efisien

    Teknologi Geotermal Tingkat Lanjut: Energi Panas Bumi yang Lebih Efisien

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Muhamad Fatoni
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Indonesia, yang terletak di Cincin Api Pasifik, memiliki potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Selama ini, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) konvensional telah menjadi andalan. Namun, untuk memaksimalkan potensi ini, teknologi geotermal tingkat lanjut kini hadir sebagai solusi untuk menghasilkan energi yang lebih efisien dan dari sumber yang lebih beragam. Berbeda dengan sistem […]

expand_less